Secret Baby Girl

Secret Baby Girl
Mereka Hilang


__ADS_3

°°°~Happy Readin~°°°


"Mau bobok shama Asha aja ya Asha..." pinta Arshi dengan wajah memelasnya, membuat Arsha sontak mendelik.


"Tidak!!!" Tolaknya mentah-mentah.


"Asha eundak kashian shama kita ollang. Nanti kallau Ashi shama Molla di tullik nenek shihill dahat gimana?"


"Tidak ada yang namanya nenek sihir Arshi, itu hanya dongeng... ."


"Kallau eundak ada nenek shihill tellush itu kenapa pintu na tellkunci sheundilli?" tanya Arshi meminta penjelasan.


"Ya mungkin memang ada yang sengaja kunci pintunya."


"Billang saja Asha eundak shayang shama Ashi shama Molla. Asha pashti happy-happy kallau nanti Ashi shama Molla di tullik shama nenek shihill dahat kan..." cerocos Arshi tak mau kalah.


Arsha menghela nafas dalam. Kalau sudah berdebat dengan si kecil Arshi, pasti tidak akan ada ujungnya. Sedang waktu telah menunjukkan tengah malam, semua orang bahkan mungkin telah terlelap dalam tidur nyenyak nya, tidak ada jalan lain selain menampung kedua gadis itu di kamarnya.


"Ya sudah, tapi--"


Belum juga menyelesaikan kalimatnya, kedua gadis kecil itu sudah lebih dulu menyelonong masuk ke dalam ruang kamarnya, membuatnya hanya bisa menarik nafas dalam. Sepertinya tidurnya tidak akan tenang nantinya.


Memasuki kamarnya, Arsha dibuat menganga saat didapatinya kedua gadis kecil itu sudah menguasai ranjangnya.


Lalu bagaimana dengan nasibnya?


Yang jelas ia tidak akan tidur di ranjang yang sama dengan kedua gadis cerewet itu.


"Molla Molla. Ashi mau bantall yang itu, gulling na eundak usah talloh shini ya, mau pulluk Molla, hihihi... ."


Kedua gadis kecil itu sibuk sendiri menata ranjang tanpa sedikitpun memikirkan Arsha yang tiba-tiba terbuang begitu saja dari ranjangnya.


"Tellush Asha tidull manna?" Yang pasti bukan si kecil Arshi yang bertanya, melainkan si kecil Maura yang masih memiliki sedikit hati nurani untuk kembaran sahabatnya.


"Oh iya yah..." Arshi menepuk jidat karena tak sengaja melupakan kembarannya.


"Asha mau tidull teungah-teungah? Nanti biall di pulluk Ashi shama Molla, hihihi..." tawar Arshi yang sontak mendapatkan penolakan dari sang empu.


"Kalian jangan berisik atau nanti Arsha suruh kalian tidur di luar!" tukas Arsha lalu memilih merebahkan tubuh kecilnya di atas sofa.


"Asha shius mau tidull shitu? Nanti kallau Asha gullundung-gullundung gimana? Nanti badan na Asha penok-penok..." tutur Arshi mengutarakan kekhawatirannya.

__ADS_1


"Terserah!"


"Jangan berisik!"


"Cepat tidur!"


Rentetan ancaman itu seolah mengultimatum kedua gadis kecil itu untuk bungkam dan segera memejamkan mata.


"Molla Molla, ayo main abc dullu..." bukan si kecil Arshi namanya kalau takut akan ancaman Arsha. Gadis kecil itu bahkan kini mengompori sahabatnya yang sudah terpejam karena takut akan ultimatum yang diberikan Arsha.


"Ashi dangan beullishik, nanti Asha engli-engli..." cicit Maura tak ingin membuat sang pemilik kamar sampai marah.


"Eundak papa Molla. Nanti kallau Asha engli-engli nanti Asha ditak..." sahut Arshi dengan santainya.


Arsha menghela nafas dalam.


"Tidur atau keluar!"


"Pilih!"


Aura mencekam itu begitu kentara, membuat Arshi sontak beringsut. Tidak selamanya ia berani dengan kembarannya, contohnya di situasi ini. Jika sudah seperti ini, tandanya Arsha benar-benar tidak mau di ganggu atau bocah kecil itu akan serius dengan ucapannya.


"Iya iya, Ashi tidull!"


🍁🍁🍁


"Mas... Mas David... ."


Membuat David yang masih terlelap kini terpaksa menyipitkan mata.


"Kenapa sayang?" Sahut David dengan suara serak khas bangun tidur.


"Anak-anak ngga ada mas..." cemas Hanna.


"Tidak ada gimana Yang?" Bahkan otaknya masih belum bisa bekerja dengan benar, David benar-benar di landa kantuk yang teramat.


"Anak-anak ngga ada di kamarnya mas, Arshi sama Maura hilang... ."


Membuat David seketika itu tersentak dari tidurnya.


"Apa!!!"

__ADS_1


"Tidak ada?"


"Bagaimana bisa ngga ada sayang. Padahal mas semalam udah ngunciin mereka di dalam?"


"Apa? Mas kunciin mereka?"


Sial, tak sengaja rencananya terbongkar sendiri olehnya.


Benar-benar sial.


Entah hukuman apa yang akan diberikan sang sang istri kepadanya.


David hanya bisa pasrah.


"Mas tega kunciin mereka? Mas ngga kasihan kalau mereka ketakutan? Apalagi Maura masih trauma mas..." geram Hanna pada sang suami yang akhir-akhir ini begitu kekanakan.


"Mas ngga sengaja sayang. Mas hanya takut jika mereka nanti berkeliaran malam-malam, itu kan juga berbahaya.


"Pokoknya mas harus temuin Maura sama Arshi secepatnya!" tukas Hanna.


"Iya iya. Ini mas coba suruh anak buah mas cek CC TV ya sayang... ."


Untungnya dalam keadaan darurat seperti ini, otaknya masih bisa di ajak bekerja sama.


Lima belas menit menunggu, akhirnya seorang pelayan datang membawakan rekaman CC TV yang di minta sang majikan.


"Nona Maura dan nona Arshi ada di kamar tuan Arsha, tuan." Lapor sang pelayan. Membuat David sontak mendelik.


"Apa?!!!"


🍁🍁🍁


Annyeong Chingu


Nah loh...


Si David kena batunya 🤣


Ada yang bisa nebak gimana reaksi David nantinya?😂


Happy reading

__ADS_1


Saranghaja 💕💕💕


__ADS_2