
°°°~Happy Reading~°°°
"Molla, beullakang na Molla itu shapa? Kok menyellamkan?"
Maura mengikuti arah pandang sang sahabat, membuat gadis kecil itu sontak mencebikkan bibir mungilnya.
"Ashi eundak bolleh shuppik-shuppik shepeulti itu, itu kan daddy na Molla..."
"Ohhh, daddy na Molla ya... Ashi killa penjahat doll doll doll, hihihi... Molla eundak shuppik-shuppik shama Ashi shih, jadi Ashi kan eundak tau kalau itu daddy na Molla..." kikik Arshi tanpa rasa bersalah.
Membuat David sontak menghela nafas kasar, untuk sekarang ia harus bisa memaklumi, ia tahu betul siapa gadis kecil itu, gadis kecil itulah yang telah menghantarkannya pada pintu gerbang kenikmatan.
"Kamu temannya Maura yang bernama Arshi, kan?" Sapa David mencoba ramah.
"Yesh uncle, my name ish Ashi..."
Arsha mencebik, kembarannya itu selalu saja berlagak bisa berbahasa Inggris. Namun, lihat saja, gadis kecil itu tak akan mampu menimpali percakapan berikutnya.
"Oh, great... Where is your mom, why haven't you been picked up?" (Oh, bagus... Dimana mommy mu, kenapa belum di jemput?)
__ADS_1
Gadis kecil itu tampak menggaruk kepalanya yang tak gatal.
"Uncle shuppik-shuppik apa shih, Ashi eundak paham, dangan shuppik-shuppik shama bahasha Allien, bikin pushing-pushing keupalla Ashi..." Keluh Arshi frustasi.
Lagi-lagi David menghela nafas dalam, gadis kecil itu rupanya sangat merepotkan, namun ia tak bisa marah begitu saja, bagaimanapun, gadis kecil itulah yang kini paling berjasa dalam pernikahannya.
"Kamu belum di jemput? Kalau belum, biar om antar saja..." Tawar David.
"Mau mau, Ashi mau uncle..." Timpal Arshi tanpa pikir panjang.
"No Arshi..." Arsha ambil suara, membuat lengkingan senyum itupun seketika memudar.
"Heiii, ada urusan apa kamu dengan teman anak saya, hahhh..." David berkacak pinggang, bocah ingusan itu benar-benar ingin mencari masalah dengannya.
Sahut Arsha telak, membuat David bungkam, laki-laki itu seolah telah tertampar akan kenyataan.
"Tapi Ashi mau main-main shama Molla Asha, kita balleng Molla shaja ya Asha, ya... ya... Asha kan danteng, baik hati, eundak shombong-shombong..." Gadis kecil itu bergelayut manja di bahu Arsha berusaha mengambil hati bocah dingin itu.
"Tanpa kau beri tahu, aku pun tahu kalau aku memang ganteng Arshi..." Songong Arsha sembari melipat kedua tangan didepan dada, membuat David tak tahan untuk mencibir.
__ADS_1
"Sombong sekali bocah ingusan ini, aku benar-benar harus menjauhkan putriku dari bocah seperti ini..." Batin David.
"Asha..." Rengek Arshi kesal akan sikap sang kembaran.
"Kita harus menunggu mommy menjemput kita, nanti mommy jadi khawatir kalau sampai tidak menemukan kita di sekolah. Sebentar lagi Mommy juga akan datang, kita tunggu saja..." Jelasnya panjang lebar tanpa memperhatikan wajah Arshi yang sudah menekuk sebal.
"Asha nebeullin..." Cebik Arshi melipat tangan di depan dada, wajahnya yang kesal kini tambah cemberut saja saat mendengar penuturan dari sang kembaran.
"Ya udah Ashi, eundak papa koo, Ashi tunggu mommy Ashi demput shaja, kan beshok kita bisha main shama-shama ladih..." Sahut Maura berusaha menenangkan sang sahabat, tangan kanannya kini dengan setia menepuk halus punggung Arshi yang sudah naik turun ingin meluruhkan tangis.
"Baiklah Molla..."
🍁🍁🍁
Annyeong Chingu
Kalian dukung bang David buat menjauhkan Maura sama Arsha, apa dukung Maura Arsha bersatu nih😂
Anak masih kecil, bang David udah kelihatan posesif ya bun...
__ADS_1
Happy Reading
Saranghaja 💕💕💕