Secret Baby Girl

Secret Baby Girl
Bolehkah Saya Meminta Satu Hal?


__ADS_3

°°°~Happy Reading~°°°


Pagi mulai menyingsing, sang surya perlahan mulai merangkak naik ke peraduannya. Hanna tak henti menatap wajah sang putri yang masih terlelap dalam tidur nyenyak nya, tangannya pun seolah tak bosan untuk mengusap wajah tenang itu penuh kasih sayang.


Hanna memejamkan matanya sejenak, berusaha menguarkan rasa sesak yang tak henti menelusup dalam relung hatinya.


Diagnosis dokter semalam benar-benar menghantam jiwa rapuhnya, mengusik hatinya yang tengah gundah gulana, membuatnya terombang-ambing dalam rasa bersalah yang kian dalam tiap detiknya.


Tak pernah ia bayangkan jika penyakit sang putri akan menjadi serumit ini, menjadi sulit di obati hanya karena kelalaiannya sendiri. Membuktikan bahwa dirinya memang tak pantas menjadi sosok ibu yang baik untuk sang putri.


" Dia belum bangun juga? "


Suara dingin itu berhasil membangunkan Hanna dari hanyut lamunannya, membuat Hanna sontak mendongak menatap pada laki-laki itu dengan mata sembab nya.


" Kakimu... Apa masih sakit? " Tanya David sembari menatap pada pergelangan kaki Hanna yang sudah terbalut gips.


Semalam, selepas kepulangan dokter Darren, David mengundang secara khusus dokter ahli ortopedi untuk menyambangi kediamannya, memintanya menangani masalah pergelangan kaki Hanna agar segera di observasi.

__ADS_1


Hingga akhirnya, dokter itupun memutuskan untuk memasang gips di pergelangan kaki Hanna untuk menghindari hal-hal yang beresiko memperparah cidera yang kini Hanna alami.


Hanna menggeleng lemah, " Tidak, sudah baikan, terimakasih... "


David hanya mengangguk, laki-laki itu memilih mendekat pada sang putri yang masih terlelap di ranjangnya. Tangannya kemudian mengulur menyentuh kening Maura, memeriksa keadaan sang putri yang tampak tak sepucat semalam.


" Apa... Penyakit itu benar-benar tidak bisa di sembuhkan? " Tanya Hanna tiba-tiba, pikirannya masih berkecamuk, hatinya masih bertanya-tanya, apa putri kecilnya itu benar-benar tak ada harapan untuk bisa sembuh total?


" Meski tak bisa sembuh total, setidaknya masih bisa di upayakan... " Timpal David, laki-laki itu melirihkan suaranya, tak ingin jika percakapan itu mengganggu sang putri tercinta.


" Saya salah karena dulu tidak pernah memperhatikannya saat dia masih berada dalam kandungan, saya menyesal... " Hanna menunduk, sedang air mata itu kembali lolos dari bola matanya yang sudah memerah, Hanna benar-benar terpukul atas berita buruk yang baru beberapa jam yang lalu ia dapatkan.


David hanya membisu, manik matanya tak henti menatap pada perempuan itu dengan tatapan yang sulit di artikan.


" Bolehkah saya meminta satu hal pada anda tuan? " Sahut Hanna sembari menatap lekat wajah David penuh harap.


" Hmmm... Katakan "

__ADS_1


" Tolong bantu pengobatannya tuan... Jika Maura memang harus hidup bersama anda... saya tidak apa-apa, yang terpenting, Maura bisa sembuh dan hidup normal seperti anak-anak sebayanya... " Tutur Hanna pada akhirnya, meski terasa begitu menyakitkan, namun inilah jalan terbaik yang bisa di ambilnya. Ia tak ingin lagi menjadi sosok yang egois yang hanya larut akan perasaan nya, ia juga harus memikirkan keselamatan putri kecilnya.


" Apa... Maksudmu? "


Membuat David sontak menajamkan bola matanya, tatapan tak biasa, entah bagaimana perasaannya kala itu, ekspresi nya tak terbaca, wajahnya hanya diliputi aura dingin yang begitu mencekam.


🍁🍁🍁


Annyeong Chingu


Like nya jangan ketinggalan yeee...


Mau double up ngga nih, ehehehe


Happy Reading


Saranghaja 💕💕💕

__ADS_1


__ADS_2