Secret Baby Girl

Secret Baby Girl
Keterkejutan


__ADS_3

°°°~Happy Reading~°°°


"Baiklah, kalau begitu om dan Maura harus pergi dulu. Kalian hati-hatilah..."


Pamit David, baru saja membalik badan, laki-laki itu sudah dikejutkan oleh sosok tak asing yang kini tengah berjalan mendekat ke arahnya.


"Ohhh God, tuan David?!" Sentak sosok laki-laki bertubuh kekar itu tak kalah terkejutnya.


"Tuan Marvell? Apa yang anda lakukan disini?"


"Aku? Aku disini ingin menjemput anak-anakku, istriku sedang tidak enak badan, dan kebetulan juga aku tadi meeting di dekat sini, jadi sekalian saja aku menjemput mereka. Lalu, tuan David..."


Belum sempat Marvell menyelesaikan kalimatnya, seorang gadis kecil kini terlihat berlari ke arahnya.


"Daddy..."


Kembali David dibuat ternganga saat didapatinya si kecil Arshi lah yang kini tengah merengkuh sang rekan bisnis, membuat David sontak melebarkan bola matanya tak percaya.


"Hai girl, bagaimana harimu di sekolah, hmmm..." Sapa Marvell pada sang putri.


"Tadi waktu Ashi shama Molla lalli-lalli, Molla datuh, tullush beulldalah, Asha bantuin Molla kashih pishtoll, tullush Ashi beulliin minum buat Molla deh..." Adu si kecil Arshi.


*pishtoll \= Plester 😂


"Ahhh, benarkah? Apa temanmu itu baik-baik saja girl?"


"Iya, shudah baik-baik shaja daddy. Itu Molla shudah eundak napa-napa..." Tunjuk Arshi pada si kecil Maura yang kini tengah menggandeng tangan sang daddy, membuat Marvell seketika itu mengernyit.


"Dia?" Tanya Marvell memastikan.


"Yesh daddy..."


Membuat David sontak tergelak.


"Ahahaha... Rupanya putrimu dan putriku sudah bersahabat tuan David?" Kekeh Marvell tak percaya akan kebetulan yang terasa tak masuk akal ini.


"Yeahhh, bukankah ini kebetulan yang sangat gila tuan Marvell..."

__ADS_1


"Aku yakin ini pasti bukan hanya kebetulan tuan David. Mungkin saja Tuhan telah menakdirkan kita memiliki hubungan lebih dari sekedar rekan bisnis, benarkan..."


David tersenyum hambar, "anda masih tak menyerah untuk mengincar putriku, tuan Marvell..."


"Yahhh, no result without effort. Akan kulakukan yang ku bisa untuk bisa mendapatkan putrimu, tuan David..."


David mengangguk-anggukkan kepalanya.


"Jadi, apa itu putramu?" David melempar pandang ke arah Arsha yang kini berlalu mendekati Marvell.


"Yeahhh, he is my son whom i want to marry your daughter, mr. David. he's handsome, isn't he?" (Yeahhh, dia putraku yang ingin aku jodohkan dengan putrimu, tuan David. Dia tampan bukan...)


David menghela nafas berat, awalnya ia setuju-setuju saja jika suatu hari mereka benar-benar menjodohkan putra-putri mereka.


Namun setelah mengetahui calon suami sang putri adalah bocah ingusan itu, ia akan berpikir ribuan kali.


Meski pernikahan keduanya akan memberikan banyak keuntungan bagi perusahaan, namun ia tak akan rela jika memberikan sang putri begitu saja pada laki-laki narsis yang suka mempermainkan perempuan seperti bocah songong itu.


"Ahahaha, kita lihat saja nanti tuan Marvell..."


🍁🍁🍁


Kantuk yang masih mendera, juga letih yang teramat menyiksa, membuatnya memilih untuk memulihkan tenaga sebelum akhirnya kembali menjalankan kewajibannya sebagai seorang istri sekaligus ibu dari seorang putri.


Baru saja menurunkan kedua kakinya, pintu kamarnya sudah terbuka, menampilkan sosok sang suami dan sang putri yang kini terlihat berlari kencang ke arahnya.


"Mommyh..." Gadis kecil itu berlari dan langsung merengkuh sang mommy yang masih duduk di bibir ranjang.


"Putri mommy kenapa, hmmm..."


Tangannya bergerak mengusap rambut sang putri yang sudah acak-acakan tak seperti tadi pagi saat ia dandani, satu kuncirnya sudah menghilang entah kemana, sedang yang lainnya hampir saja terlepas.


Dalam hati bertanya-tanya, sebenarnya apa yang dilakukan sang putri di sekolah hingga membuat penampilannya menjadi amburadul seperti itu.


"Waktu Molla lalli-lalli shama Ashi, Molla datuh shandung tangga myh, tatit, tangan Molla beulldalah banak-banak, hiks..." Adu Maura mendramatisir.


Hanna beralih menatap ke arah siku sang putri yang sudah di balut plester, mengusapnya perlahan lalu meniupnya.

__ADS_1


"Sudah... tidak apa-apa, Maura kan gadis yang kuat, jadi tidak boleh menangis lagi..."


Gadis kecil itu mengangguk meski dengan derai air mata yang masih setia membasahi pipinya.


"Plesternya bagus, yang kasih ini siapa sayang, bu guru?" Sahut Hanna berusaha mengalihkan perhatian sang putri.


Gadis kecil itu menggeleng.


"Eundak, bu gullu udah bullu peulgi ke luang bu gullu, eundak tahu Molla datuh. Jadi Asha kashih ini buat Molla, tapi daddy mallah-mallah shama Asha, kashihan Asha, Asha eundak beushallah myh. Mommy bilangin shama daddy dangan shuka mallah-mallah, Molla eundak shuka, hwa..." tangis gadis kecil itu semakin memekakkan telinga.


"Iya iya, tidak apa sayang... Nanti mommy bilang sama daddy, hmmm..." Sahut Hanna sembari menatap tak enak pada sang suami.


"Mallahin daddy sheukallang myh, biall daddy kapok-kapok, hiks..."


Hanna menghela nafas berat.


"Mas, sudah dengar kan... lain kali jangan suka marah-marah seperti itu sama temannya Maura, kalau mereka takut sama kamu gimana mas..." Lirih Hanna berusaha menjaga perasaan sang suami.


"Tidak seperti itu sayang. Aku marah karena teman laki-laki nya itu memegang tangannya Maura tanpa izin dariku, kecil-kecil saja sudah pintar mengambil kesempatan dalam kesempitan, bagaimana besarnya coba, mas tidak mau kalau sampai putri kita memiliki calon suami seperti bocah tengil itu..." Sungut David berapi-api.


Hanna menghela nafas dalam, suaminya itu suka berlebihan jika itu menyangkut sang putri. Lihat saja, putrinya saja masih berusia 4 tahun, tapi suaminya itu sudah sibuk memikirkan perihal calon suami untuk sang putri, ada-ada saja kelakuan suaminya itu.


"Maura masih kecil mas, bagaimana mas bisa berpikir seperti itu..."


"Kan kita harus mengantisipasi sejak awal sayang..."


Hanna hanya mengangguk, perempuan itu lebih memilih mengalah dari pada berdebat dengan sang suami yang tiada ujungnya.


"Baiklah sayang, kita ganti baju dulu ya..."


Hanna bangkit dari ranjangnya dengan sedikit kesusahan, membuat David mengernyitkan dahi.


"Apa aku sebuas itu?"


🍁🍁🍁


Annyeong Chingu

__ADS_1


Happy Reading


Saranghaja 💕💕💕


__ADS_2