Secret Baby Girl

Secret Baby Girl
Sah


__ADS_3

°°°~Happy Readinh~°°°


"Mommy shama daddy mau meunnikah? Tullush, Molla eundak di ajak meunnikah shama daddy?" Gadis kecil itu menatap bingung pada sang granny, kenapa dirinya tidak di ajak menikah oleh daddy kesayangannya itu, apa ia telah dicampakkan?


"Maura kalau mau menikah harus menunggu sampai besar dulu seperti mommy. Maura masih kecil, jadi belum boleh menikah, mengerti sayang?" Sahut mama Agatha menahan tawa, sungguh cucu perempuannya itu begitu polos dan menggemaskan.


"Jadi nanti Molla kalau udah beushall bolleh meunikah shama daddy ya glanny?"


"Bukan begitu sayang, hahaha... Astaga... Ini anak kenapa lucu banget sih..." Tawa mama Agatha akhirnya pecah, perempuan itu tak sanggup lagi menahan tawa saat cucunya itu menanyakan hal yang sangat tidak masuk akal.


Sedang Maura, gadis kecil itu hanya bisa melongo menatap pada sang granny yang sudah tertawa terbahak-bahak.


"Glanny keunnapa tawa-tawa?" Tanya Maura polos, membuat tawa itu sontak semakin menjadi.


"Granny ketawa karena Maura lucu, seperti badut, hahaha..."


"Molla eundak badut, pullut Molla eundak buntit kok glanny..." Bela Maura sembari menunjukkan perut kecilnya yang sedikit membuncit.


"Ma, come on... Jangan bercanda lagi, ini pak penghulunya kasian sudah menunggu sejak tadi..." Kali ini tuan Sebastian ikut ambil suara, membuat tawa mama Agatha mulai melirih, diusapnya ekor matanya yang sedikit berair akibat tawa yang terlalu menjadi.


"Maura ikut granny yuk, kita ganti baju princess, mau?" Tawar mama Agatha, membuat gadis kecil itu sontak mengangguk antusias.


"Mau mau... Molla mau badu plincess tantik glanny..."


Maura pun turun dari gendongan sang daddy, menyaut tangan sang granny, gadis kecil itu sudah tak sabar ingin memakai baju princess yang selama ini begitu diimpikannya.


"Hanna, ayo..." Ajak mama Agatha pada Hanna yang masih saja mematung di posisinya.

__ADS_1


"Hanna..."


Membuat Hanna seketika itu tersadar dari lamunannya, kepalanya refleks mengangguk, kaki kakinya mulai melangkah mengikuti langkah mama Agatha tanpa sadar.


"Come on Dave, kau juga harus berganti baju..." Sahut tuan Sebastian pada sang putra yang masih menatap kepergian ketiga perempuan itu.


"Hmmm..."


🍁🍁🍁


Dengan balutan gaun pengantin berwarna putih, Hanna mulai melangkah menyusuri sebuah ruangan dimana telah terlaksana ijab kabul, manik matanya menatap satu persatu pada manusia yang telah menjadi saksi atas pernikahannya, hingga akhirnya, pandangannya jatuh pada sosok sang mempelai laki-laki yang juga tengah menatap ke arahnya.


Sejenak, tatapan mereka saling beradu, menimbulkan gejolak rasa yang sulit ditafsirkan.


"Ayo sayang, temui suamimu..." Mama Agatha menuntun Hanna mendekati pusat kerumunan, menuntunnya sampai kini dirinya berada dihadapan laki-laki yang telah berstatus sebagai suaminya.


Laki-laki itu mengulurkan tangannya, membuat Hanna seketika membeku, menatap laki-laki itu penuh tanya.


Lirih David, Hanna pun mengangkat sedikit perlahan kanannya yang masih terbalut gips, membuat David dengan leluasa memasukkan cincin bertahtakan berlian itu di jari manis sang istri.


Laki-laki itu mendekat, mengecup kening sang istri dengan penuh hangat, meresapi setiap rasa yang terasa tak biasa, perempuan itu sangat cantik, Hanna begitu memukau dengan riasan tipis namun sangat manis.


"Terimakasih karena mau menerimaku, Hanna..." Bisik David sebelum akhirnya menjauhkan wajahnya dari wajah Hanna yang sudah memerah.


"Molla duga mau shun daddy..." Suara kecil itu mengudara menusuk setiap pasang telinga, membuat siapapun sontak tergelak, gadis kecil itu telah cemburu dengan sang mommy yang hari ini bisa menikah dengan sang daddy, sedang dirinya, masih harus menunggu berpuluh tahun lamanya sesuai yang dijanjikan sang granny.


"Oh, come on, sini girl..."

__ADS_1


Membuat gadis kecil itupun mendekat pada sang daddy, duduk di pangkuan daddy nya dengan begitu manja.


Cup...


"I love you girl..." Ungkap David setelah berhasil mengecup kening sang putri.


Cup...


Gadis kecil itu dengan genitnya membalas kecupan dari sang daddy, "love you daddy..."


Lalu beralih menatap pada sang mommy yang juga tengah menatap ke arahnya, mengecup pipi sang mommy itu dengan penuh sayang.


Cup...


"Love you mommy..."


Setetes air mata jatuh membasahi wajah Hanna, kebahagiaan yang terpancar dari wajah sang putri benar-benar membuatnya tak lagi bisa menahan air mata kebahagiaan yang telah mendobrak ingin dilepaskan.


Cup...


"Mommy juga sayang Maura..."


🍁🍁🍁


Annyeong Chingu


Double up nih

__ADS_1


Happy Reading


Saranghaja 💕💕💕


__ADS_2