
°°°~Happy Reading~°°°
Hanna masih terpenjara oleh kungkungan David sang suami posesif, perempuan itu di buat semakin tak berdaya saat suaminya itu semakin merapatkan diri dengannya, sesekali menciumi pipinya yang kini sedikit chubby, membuatnya semakin berdebar.
Hanna tak nyaman, perempuan itu semakin gelisah saat suaminya itu semakin mengusili dirinya dengan kecupan hangat yang kini dilabuhkan di bibir piech nya.
"Sayang, kenapa banyak bergerak?"
Laki-laki itu akhirnya menyadari ketidaknyamanan Hanna yang kini selalu bergerak di atas tubuhnya. Namun naas, tingkah istrinya itu di tanggapi lain oleh sosok posesif itu.
"Kamu ingin menggod* mas, hmmm..."
Membuat Hanna seketika itu mendelik tajam, "TIDAK..."
Bagaimana bisa suaminya itu menuduhnya mengg*da di saat dirinya saja terpaksa duduk di atas sana atas perintahnya?
Bukankah ini sama saja seperti lempar batu sembunyi tangan?
"Kan mas yang nyuruh Hanna duduk di pangkuan mas, kok malah mas yang nuduh Hanna gitu..." Perempuan itu tak terima.
"Terus kenapa dari tadi bergerak-gerak gitu kalau tidak mau mengg*oda mas, hmmm..."
Membuat Hanna hanya bisa menunduk pasrah, "itu..."
Kalimatnya menggantung, tidak mungkinkan ia mengaku jika sedari tadi jantungnya berdebar hebat? Bisa besar kepala laki-laki posesif itu nantinya.
"Sayang..."
__ADS_1
Tok tok tok...
Ketukan pintu itu akhirnya mengakhiri perdebatan, sadar jika akan ada seorang tamu datang, Hanna pun memilih beranjak memisahkan diri dari suami posesif nya.
Belum juga memisahkan diri, suaminya kembali menarik tubuhnya, semakin mengeratkan rengkuhannya, membuatnya kembali terjebak dalam kungkungan nya.
"Mas..." Rengek Hanna berharap suaminya itu secara suka rela melepaskannya, jangan sampai jika adegan itu kembali dipertontonkan di depan orang lain, mau di taruh mana mukanya saat adegan mes*mnya kembali terumbar.
"Shhht, sebentar... Cup..." Sembari mendaratkan ciumannya di bibir Hanna, membuat adegan itu kembali terumbar pada sosok yang kini berangsur mendekat.
Hanna memberengut kesal, bibirnya mengerucut sebal, perempuan itu semakin jengkel saja dengan tingkah suaminya yang tak kenal tempat saat ingin bermesraan.
"Mohon maaf tuan David, saya membutuhkan tanda tangan anda terkait kerja sama dengan perusahaan Medall Group..."
Ternyata sekretaris David yang kini kembali menjadi korban kebucinan sang CEO, membuat Hanna hanya bisa menyembunyikan wajahnya yang kini sudah memerah di dada bidang David, sudah tak terkira lagi bagaimana perasaan Hanna saat ini, malu, kesal, ingin marah, semua beradu menjadi satu.
"Tunda meetingnya sampai dua jam kedepan. Dan saat itu, saya tidak mau di ganggu, apapun alasannya..." Titah David sembari menandatangani berkas itu lalu menyerahkannya pada sang sekretaris.
"Mohon maaf tuan, sebentar lagi tamu dari Singapura akan segera sampai dan..."
"Suruh menunggu di hotel kita dan tunda pertemuan sampai esok hari, dan kamu siapkan hadiah untuknya sebagai tanda permintaan maaf dariku..."
Sekretaris itu tak dapat berbuat banyak saat wajah nyalang David kini mulai menyeruak, memilih undur diri adalah hal yang tepat dari pada termakan oleh amarah sang arogan.
"Masih ngambek?" Suaranya melunak tak seperti tadi saat berbicara dengan sekretaris nya.
Hanna hanya diam saja, bibirnya masih mengerucut sebal, tanda jika perempuan itu masih sangat jengkel dengan ulah suaminya.
__ADS_1
Cup...
"Jangan cemberut gitu sayang, nanti mas khilaf gimana..." keluh David.
"Mas sih suka gitu, suka ngga tau tempat... Kenapa ngga sekalian aja semua karyawan mas suruh masuk ke sini, biar pada tahu kalau mas itu mes*m..." Membuat David terkekeh, istrinya itu malah semakin menggemaskan jika sedang mengomel seperti ini.
"Oh, mau gitu aja. Oke, mas perintahkan Erick untuk memanggil semua karyawan..."
"Mas..." Rengek Hanna, berdebat dengan suaminya itu memang menguras banyak kesabaran.
"Iya sayangnya mas. Kenapa, mau di cium mas, hmmm..."
Puk...
"Mas jahat..."
Perempuan itu malah berkaca-kaca, hidungnya kini mulai memerah tanda akan memuntahkan tangis yang akan segera meledak karena ledekan suaminya.
Membuat David sontak kelimpungan, "sayang..."
🍁🍁🍁
Annyeong Chingu
Happy Reading
Saranghaja 💕💕💕
__ADS_1