
°°°~Happy Reading~°°°
"Kenapa sayang?" tanya David seolah buta akan kecemburuan yang tengah berkobar di mata bulat sang istri.
"Biar mas ngga tebar-tebar pesona lagi. Udah jadi bapak-bapak juga masih aja ganjen sama cewek," sungut Hanna berapi-api.
"Siapa yang tebar-tebar pesona sih sayang... Mereka aja yang ngga bisa lihat cowok ganteng kaya mas. Udah bule, tampan, sayang istri pula. Semua perempuan juga akan jatuh hati sama mas. Termasuk kamu, iya kan?" David menaikturunkan kedua alisnya dengan smirk yang turut menyungging di bibirnya.
Membuat Hanna sontak berdecak, kenapa suaminya itu malah semakin tampan jika tengah menggodanya seperti ini sih.
Ahhh, otak. Bekerjasamalah... .
"Ihhh, dasar mas narsis..." Desisnya sembari mencubit gemas perut sixpack sang suami.
David sedikit menggelinjang, sakit juga cubitan istrinya itu. "Tapi narsisnya mas cuma buat kamu loh sayang..." bisik David tepat di telinga sang istri. Membuat Hanna sontak mendorong dada bidang itu agar menjauh.
Mode waspada mulai di aktifkan.
"Ihhh, mas geli... ."
"Geli gimana, biasanya juga kamu suka kalau mas gituin," kerling David.
"Ihhh, Kapan? Mas jangan ngada-ngada..." Wajahnya mulai merona. Ahhh... Kenapa suaminya itu pintar sekali membuatnya tersipu bahkan di tengah hiruk pikuk orang-orang berbelanja.
"Mau mas ulang biar ingat?"
Membuat Hanna seketika itu melotot, " jangan macem-macem kamu mas!" ancamnya, membuat David seketika tergelak.
"Ahahaha, kamu lucu banget kalau lagi panik gitu sayang, ahahaha..." Tawa David semakin menggelegar, membuat Hanna sontak mencebik kesal.
"Ihhh... Nyebelin!"
"Nyebelin tapi sayang kan?"
"Tau ah!" sungut ibu hamil itu berapi-api.
"Sayang... ."
__ADS_1
"Myh, mau lluit lobelli itu bolleh?"
Hingga perdebatan itu terpaksa terhenti saat si kecil Maura mulai menunjuk-nunjuk etalase berisikan buah-buahan segar. Memaksa Hanna melepaskan sebentar belitan tangannya dari sang suami.
"Awas, jangan macem-macem!" peringat Hanna sebelum akhirnya berlalu mendekat pada sang putri.
Baru saja di tinggal beberapa menit, David yang berdiri sedikit jauh dari sang istri kini terlihat didekati oleh sosok perempuan berpakaian seksi, rambut curly-nya di biarkan terurai seolah melambai mencari perhatian para lelaki.
Klang...
Sebotol minuman kaleng terjatuh dan menggelinding menumbuk sepatu David. Berharap akan di ambilkan, namun nyatanya David malah memundurkan langkah kakinya, seolah tak perduli pada kehadiran perempuan yang nyata-nyata berniat menggodanya.
"Sorry Mr.," ucapnya seraya mengambil kembali minuman yang tadi sengaja di jatuhkannya.
David tampak acuh tanpa sedikitpun menimpali permintaan maaf perempuan itu. Memilih berlalu, namun perempuan itu malah menghadang jalan didepannya.
"Sebentar Mr." interupsinya tanpa rasa malu.
David memicing.
"Mr. sama siapa kesini? Kok belanja banyak banget, mau saya bantu?" tawar perempuan itu berharap akan bisa mendekati sosok bertubuh kekar didepannya. Wajahnya yang tampan terlihat semakin berkarisma dengan brewok tipis-tipis yang menghiasi dagunya. Otot lengan yang tampak menyembul dari kemeja putih yang di gulung sebatas siku. Ahhh, laki-laki bule itu benar-benar tipe cowok idamannya.
"Boleh minta nomor ponselnya ngga Mr.?"
David menghela nafas jengah, benar-benar terganggu akan aksi nekat perempuan di depannya.
"Kamu tuli? Saya bilang minggir!" geram David.
"Ihhh, jangan galak-galak dong Mr. Nanti jadi tambah ganteng gimana, kan saya jadi tambah suka... ."
Di goda seperti itu membuat David ingin meledakkan amarahnya saja, beruntung tak lama kemudian Hanna segera mendekat begitu sadar jika sang suami tengah didekati perempuan lain.
"Mas..." Suaranya lembut dan mendayu, membuat David sontak beralih menatap ke arah sang istri. Bibirnya melebarkan senyum seketika.
"Yes honey..." Laki-laki itu langsung merengkuh istrinya lalu tak segan melabuhkan kecupannya di bibir Hanna.
Hanna tak memberontak kali ini, perempuan itu pasrah saja saat suaminya itu melabuhkan kecupan di bibir miliknya selama beberapa detik.
__ADS_1
"Ada apa mas?" sahut Hanna menatap penuh tanya ke arah sang suami. Karena terlalu fokus memilih buah bersama sang putri, ia bahkan sampai tak sadar jika suaminya itu tengah digoda habis-habisan oleh perempuan tak tahu malu itu.
"Hanya lebah pengganggu sayang, sebaiknya kita segera menjauh." Sindir David menatap perempuan itu dengan tatapan sinis nya.
Hanna yang faham akan perubahan suasana hati sang suami hanya bisa mengusap-usap lengan berotot itu berusaha menenangkan.
"Kamu ada urusan apa sama SUAMI saya?" tanya Hanna tetap santai tanpa sedikitpun ada gurat ingin meledakkan amarah meskipun suaminya telah digoda habis-habisan.
Perempuan itu menjadi salah tingkah, gagal sudah aksi menggoda bule tampan itu yang malah berakhir malang dengan di tegur oleh sang istri sah.
"Ahhh, tidak apa-apa mba. Tadi minuman saya tidak sengaja jatuh. Kalau begitu saya permisi... ."
Perempuan itupun memilih undur diri, menyisakan David dan Hanna yang kini masih saling merangkul satu sama lain.
"Mau kiss lagi dong sayang..." seru David sembari memanyunkan bibirnya ke arah sang istri. Suasana hatinya berubah baik saat mengingat sang istri yang pasrah saja saat ia cium meski di tengah keramaian sekalipun.
Hanna menghela nafas dalam, sekali diberikan sedikit celah, suaminya akan semakin tidak tau diri.
"Cium cium, mas nih tau tempat dikit kenapa sih mas... ."
"Ya udah, yuk pulang?" Ajaknya dengan tidak tau dirinya. Membuat Hanna sontak semakin dibuat tidak karuan.
"Ihhh, mas David... ."
"Iya sayang, istri mas mau apa, heummm... ."
"Tau deh. Mas nyebelin!"
"Ya udah deh, mas minta maaf. Jangan cemberut gitu dong sayangnya mas... ."
Melingkarkan tangannya di bahu sang istri, laki-laki itu rupanya tengah berusaha membujuk sang istri yang kadung kesal dengan tingkah kekanak-kanakannya.
🍁🍁🍁
Annyeong Chingu
Happy reading all
__ADS_1
Saranghaja 💕💕💕