
°°°~Happy Reading~°°°
Braaak...
Gebrakan meja terdengar menggelegar menyambar setiap insan yang tengah menunduk ketakutan di ruang rapat.
David kembali menunjukkan taringnya, rahangnya mengeras, wajahnya yang kelam menunjukkan betapa amarah kini tengah menyelimuti pimpinan dari perusahaan Brison Corp itu, membuat siapapun sontak bergidik ngeri meski hanya sekedar menatap manik matanya yang kini tampak memerah menyimpan api amarah.
"Benar-benar tidak becus! Apa yang kalian lakukan selama ini hah, apa kalian hanya tidur-tiduran? Apa gajiku tidak cukup hingga membuat kalian malas?!! Shht... Sial*n!!!" Sentak David dengan amarah yang kian membara, membuat manusia-manusia penghuni ruangan itu semakin dilanda ketakutan yang kian membuncah.
Kekurangan gaji? Tentu tidak, bahkan gaji yang di tawarkan perusahaan itu tiga kali lipat lebih besar di banding perusahaan pesaingnya.
"Aku tidak butuh orang-orang malas seperti kalian! Kalau perlu, segera kirim surat pengunduran diri kalian, SEKARANG!!!" Sergahnya, membuat manusia-manusia itu hanya bisa menunduk pasrah, tidak berkutik.
Drttt... Drttt...
Di tengah luapan api amarah itu, ponsel nya tak henti berdering, membuat David terpaksa mengangkatnya dengan setengah menyentak, laki-laki itu terlihat masih geram dengan sikap bawahannya yang tak bisa diandalkan.
"Maaf tuan, nona Maura menangis mencari anda, disini tidak ada yang bisa membujuknya..."
Sontak saja, panggilan itu semakin menyulut amarah David, membuat meja tak bersalah itu kembali menjadi sasarannya.
Braaaaak...
"Sial*n! Dasar tidak becus!!!"
__ADS_1
David menutup panggilan itu sepihak, laki-laki itupun bangkit dari kursinya dengan tergesa.
"Urus ini untukku Rick, hari ini aku ingin semuanya beres, tidak ada bantahan!!!"
🍁🍁🍁
Langkah kaki itu mengalun dengan tergesa, berkali-kali laki-laki itu mengusap wajahnya frustasi, satu masalah belum selesai, kini timbul masalah yang lain, membuat kepalanya serasa ingin pecah.
"Girl..."
Kedatangannya langsung di sambut oleh isak tangis sang putri, terlihat dua perawat itu begitu kepayahan untuk sekedar menenangkan sang putri dari isak tangisnya, membuat David semakin tersulut emosi, benar-benar tidak ada yang bisa ia andalkan.
"Daddy, hiks..." Rintih Maura dalam isak tangis yang terdengar begitu pilu menyayat hati.
Didekatinya ranjang rawat sang putri, tangannya pun mengulur membawa putri kecilnya itu dalam dekapan hangatnya.
"Kenapa putri daddy ini menangis, hmmm..."
"Daddy, mommy na Molla manna, kata glanny mommy beulli mainan, keunnapa mommy eundak shini-shini, hiks... Mommy na Molla eundak meunninggal kan daddy, hiks..." Rintih gadis kecil itu dalam dekapan sang daddy.
"No girl, kenapa putri daddy bicara seperti itu, hmmm..." Raut wajahnya berubah pias, dalam hati ia bertanya-tanya, mengapa sang putri sampai berpikiran buruk seperti itu, apa yang sebetulnya diketahui gadis berusia kurang dari empat tahun itu.
"Kata encus itu, hiks..." Tunjuk Maura pada seorang perawat yang masih setia berdiri disana, membuat perawat itu sontak tersentak tak percaya, bagaimana bisa, bagaimana bisa gadis kecil itu mengetahui isi percakapan mereka, bukankah gadis kecil itu tengah terlelap nyenyak tadi?
"Kata encus itu... mommy meunninggal, Molla eundak mahu, Molla shayang mommy, Molla eundak mau mommy meunninggal. Ayo kita calli mommy daddy, hiks..." Maura meronta dalam dekapan sang daddy, membuat David sontak mengeratkan rengkuhannya.
__ADS_1
"No girl, itu tidak benar. Tenanglah, putri daddy tidak boleh menangis lagi..."
"Eundak mahu, Molla mau mommy sheukallang, hwa..." Tangisannya semakin menjadi, tubuhnya semakin meronta hebat keukeh ingin mencari mommy nya seorang diri.
"Daddy leupashin Molla... Molla mau calli mommy..."
"Hwa... Mommy... Molla mau mommy, hiks..."
Membuat David semakin tak berdaya, tak sanggup lagi jika harus menatap pada wajah sembab sang putri yang penuh akan isak tangis kesedihan.
"Girl... Tenanglah, mommy tidak akan meninggal. Mommy akan segera menemui Maura nanti..."
"Eundak mahu... Daddy dahat, daddy beulbohong shama Molla, Molla eundak shuka shama daddy, hwa..."
🍁🍁🍁
Annyeong Chingu
Jangan lupa like nya yah...
Othor bisikin, ada double up nanti...
Happy Reading
Saranghaja 💕💕💕
__ADS_1