Secret Baby Girl

Secret Baby Girl
Jangan Menangis Lagi


__ADS_3

°°°~Happy Reading~°°°


POV Hanna


Hangat sentuhan itu membuatku tersadar, terlempar dari alam mimpi yang terasa begitu mencekam.


Perlahan, kubuka manik mataku, terasa berat, namun tetap aku meronta membuka kelopak mataku saat rintihan itu semakin menggema mengusik indra pendengaran.


Hingga bayangan laki-laki itu memenuhi penglihatan ku yang masih memburam, kulihat wajahnya terlihat cemas, setetes air mata bahkan kini jatuh membasahi wajah rupawan itu, ada apa dengan laki-laki itu sebenarnya, entahlah, aku tak cukup punya tenaga untuk bersuara, tubuhku terasa begitu lemah bagai tak bertulang, hanya bisa berkedip menatap pada laki-laki yang terlihat begitu gusar itu.


Tak lama, dokter akhirnya memasuki ruangan ku, mulai memeriksa keadaanku, wajahnya tampak lega setelah melihat keadaanku yang mulai membaik.


"Keadaan nona Hanna kini mulai stabil, hanya membutuhkan perawatan intensif untuk memulihkan kondisinya..."


"Syukurlah, terimakasih karena sudah bertahan, Maura pasti akan senang melihatmu telah membuka mata, dia begitu merindukanmu Hanna..."


Sahut laki-laki itu sembari menggenggam tanganku penuh kehangatan, membuatku seketika tersentak, putriku, aku telah melupakan putri kecilku, aku telah melupakan bagian terpenting dalam hidupku. Maura, bagaimana keadaan Maura saat ini, apa dia baik-baik saja? Apa kecelakaan siang itu telah melukainya? Bagaimana keadaannya sekarang?


Bola mataku mulai memanas, bulir bening mulai menumpuk di atas manik mataku yang mulai memerah, hingga akhirnya, air mataku luruh tak tertahankan, aku terisak, tak mampu membayangkan jika putriku itu benar-benar terluka.

__ADS_1


Maura...


Gumamku tak mampu bersuara, membuatku semakin terisak, mengapa disaat ini aku tak sanggup melakukan apapun untuk putriku? Apa aku berhasil menyelamatkan nyawanya? Atau bahkan ia terluka karena diriku yang tak berguna?


Ya Allah, aku tak sanggup, sungguh aku tak sanggup membayangkan jika putriku itu benar-benar tiada.


Rintik air mata semakin deras membasahi wajahku, membuat laki-laki itu tak segan mengusap wajahku perlahan.


"Kumohon jangan menangis lagi, Hanna..."


Aku mengumpulkan kekuatanku, dengan bibir bergetar aku mencoba memanggil nama putriku.


Berhasil, meski lirih aku berhasil mengeluarkan suaraku, membuat wajah laki-laki itu seketika berubah semakin sendu.


"Maura baik-baik saja. Lihatlah, dia tertidur pulas di samping ranjangmu, dia sangat merindukanmu Hanna, bahkan menunggumu disini sampai berhari-hari. Terimakasih karena kamu telah bertahan sampai di titik ini..."


Papar laki-laki itu, membuatku seketika membeliak, berhari-hari? Bukankah kecelakaan itu baru terjadi siang tadi? A-apa aku tertidur selama itu? Lalu, lalu bagaimana keadaan Maura saat aku tak sengaja terjebak dalam hanyut derai sang mimpi?


"Berapa lama aku tertidur?" Lirihku.

__ADS_1


"Lima hari. Kamu wanita kuat, bahkan dokter tidak bisa memprediksi jika kamu akan bangun secepat ini, tapi kamu bisa melakukannya Hanna, terimakasih..."


Membuatku semakin tersentak, lima hari? Selama itu? Jadi aku telah mengacuhkan putriku selama itu? Apa Maura baik-baik saja? Apa gadis kecilku itu tak henti menangis karena telah aku acuhkan berhari-hari lamanya?


"Tenanglah, jangan menangis lagi, Maura baik-baik saja, dia hanya merindukanmu, jadi cepatlah sembuh dan segera peluk putrimu..."


"Apa Maura menangis, dia baik-baik saja kan?" Sahutku lemah dalam derai air mata yang semakin mengalir deras.


"Tidak... Maura gadis yang baik, dia penurut dan mau mendengarkan penjelasanku. Dia baik-baik saja..."


🍁🍁🍁


Annyeong Chingu


Rencana mau up dari tadi, tapi sistem up nya rada eror, jadi ya gitu deh


Happy Reading


Saranghaja 💕💕💕

__ADS_1


__ADS_2