Secret Baby Girl

Secret Baby Girl
Ayo Kita Bertemu Mommy


__ADS_3

°°°~Happy Reading~°°°


"David, ada apa ini..." Sentak mama Agatha saat didapatinya sang cucu kini tengah menangis histeris di gendongan sang daddy, membuat perempuan itu sontak mempercepat langkahnya mendekati sang putra yang terlihat kesulitan menenangkan cucu perempuannya itu, disusul sang suami.


"Glanny..." Sambut Maura pada sang granny dengan isakan lirihnya.


"Ohhh, cucu granny kenapa menangis lagi sayang..." Sahut mama Agatha menatap iba pada sang cucu semata wayangnya itu.


" Glanny... Ayo kita calli mommy na Molla... Molla eundak mahu mommy meunninggal, Molla eundak mahu mommy peulgi-peulgi tinggal Molla, hiks..." Maura menggeleng-gelengkan kepalanya, tak rela jika mommy yang begitu dicintainya itu benar-benar meninggalkan dirinya untuk selamanya.


"Meninggal? Tidak sayang, mommy nya Maura baik-baik saja kok. Mommy kan sedang membeli mainan buat Maura, hmmm..."


"Glanny beulbohong!!! Kata encus mommy na Molla meunninggal, Molla eundak shuka glanny bohong-bohong Molla, hwa..."


Membuat mama Agatha sontak mengerutkan dahi, apa yang sebenarnya terjadi hingga gadis kecil itu menyebut bahwa sang mommy telah menghembuskan nafas terakhir?


"Apa yang sebenarnya terjadi David..." Sergah mama Agatha menginginkan penjelasan.


David mengalihkan pandangannya, menatap pada perawat yang sedari tadi tertunduk tak berdaya itu dengan tatapan nyalangnya.


"Perawat sial*n itu..."


Membuat kedua perawat itu sontak menjatuhkan dirinya, bersimpuh di atas dinginnya lantai marmer itu dengan penuh penyesalan.


"Maafkan kami tuan, kami tidak sengaja, kami kira nona muda saat itu masih tertidur dan..."


"Cukup!!! Kalian keluar!!! Aku tidak ingin melihat wajah kalian lagi, atau kalian akan benar-benar hancur..." Lirihnya dengan menahan gejolak amarah yang terasa begitu membuncah dada.


Maura masih saja terisak, kesedihan semakin membelenggu hatinya, kedua sosok yang begitu disayanginya kini telah dengan tega membohongi dirinya, membuat Maura sontak beralih menatap pada grand pa yang baru-baru ini ditemuinya.

__ADS_1


"Glandpa, Molla mau glandpa, hiks...


"Oh, come on princess... Sini grand pa gendong..." Sambut tuan Sebastian dengan ramahnya.


Dengan berat hati, akhirnya David menyerahkan si kecil Maura dalam dekapan tuan Sebastian.


"Stop, don't cry again princess..." Sahut tuan Sebastian sembari mengusap wajah sang cucu, mengenyahkan segala isak yang begitu membekas disana.


"Glandpa, ayo kita calli mommy na Molla, Molla eundak mahu mommy meunninggal, Molla shayang mommy, hiks..." Pinta Maura penuh harap.


"Baiklah, kita cari mommy mu, oke..."


Membuat Maura sontak berbinar, gadis kecil itupun kini mengangguk lega sembari mengeratkan rengkuhannya, " Molla shayang glandpa, hiks..."


Sedang mama Agatha, perempuan itu seketika meradang, bagaimana mereka memperlihatkan keadaan Hanna yang masih tak sadarkan diri di hadapan gadis kecil itu.


"Sebaiknya kita pertemukan mereka, mungkin ini akan membuat Hanna lebih cepat pulih..."


"Tapi..."


"Papa benar..." David memutus sanggahan sang mama dengan penuh putus asa, laki-laki itu memijit kepalanya frustasi, tak ada jalan lain yang kini bisa diambilnya selain mempertemukan sepasang ibu dan anak itu yang telah lama terpisah.


"Kita... Pertemuan saja mereka, aku tak tega melihatnya menangis lagi mencari mommy nya ma..." putus David tak ingin dibantah.


David melangkah mendekati sang papa, tangannya mengulur berniat mengambil alih gendongan sang putri.


"Girl... Ayo ikut daddy, kita lihat mommy, hmmm..."


"Daddy beulbohong, Molla eundak mau shama daddy, hiks..." Tolak Maura mentah-mentah, gadis kecil itu semakin mengeratkan rengkuhannya pada sang grand pa.

__ADS_1


"No, daddy serius girl..."


Maura tak bergeming seolah kepercayaan pada sang daddy kini telah lenyap tak berbekas.


"Come on girl, daddy tidak berbohong. Ayo kita bertemu mommy, hmmm..." Pinta David, suaranya melemah, tak sanggup bila putri kecilnya itu benar-benar membencinya.


Perlahan Maura mulai mengangkat kepalanya, manik matanya kini beralih menatap pada sang daddy yang terlihat begitu tulus dengan ucapannya.


Membuat Maura akhirnya mengangguk setuju, tangan kecilnya kini tak keberatan menyambut uluran tangan sang daddy untuk dibawa dalam rengkuhannya.


"Good girl, i love you my little princess..." Dikecupnya kening sang putri penuh sayang.


"Pikirkan sekali lagi David, itu tidak baik untuk psikologis nya. Bagaimana jika..." Cegah mama Agatha untuk yang kesekian kalinya.


"Kita tak akan bisa menyembunyikan itu selamanya ma, aku berharap apa yang dikatakan papa benar..."


Mama Agatha menarik nafas berat.


"Hmmm... Baiklah, mama hanya berharap semua akan baik-baik saja..."


🍁🍁🍁


Annyeong Chingu


Double update done


Happy Reading


Saranghaja 💕💕💕

__ADS_1


__ADS_2