
°°°~Happy Reading~°°°
"Mas, ini pake selimutnya," titah Hanna menyodorkan selimut yang kini membalut tubuhnya.
Tak apa jika helai selimut itu tak lagi menutupi tubuhnya, auratnya masih bisa di jaga. Tapi aurat sang suami, harus segera diselamatkan. Itu sudah terumbar kemana-mana. Apalagi dada bidang yang tercetak jelas itu. Hanna bergidik tak bisa membayangkan jika pikiran li*ar itu mengusik orang-orang yang menatapnya.
Mau tak mau, suka tidak suka. David akhirnya mengambil alih selimut sang istri untuk di balut ke tubuh kekarnya. Dari pada mendapat amukan sang istri karena menolak usulannya, lebih baik ia menahan malu untuk sementara waktu.
Gaduh terdengar mengusik indra pendengarannya, membuat sosok gadis kecil yang tengah terlelap di rengkuhan tuan Sebastian sontak terbangun. Dengan sisa kantuk yang masih mendera, gadis kecil itu menatap sekeliling.
"Mommy... ."
Gadis kecil itu sontak terlonjak dari pangkuan sang grandpa. Langsung berlari merengkuh sang mommy yang masih terbaring di ranjangnya.
"Sayang... Berisik ya? Kaka Maura jadi kebangun?" Mengusap lembut surau rambut sang putri. Hanna sadar, disaat-saat seperti ini, gadis kecil itu membutuhkan perhatian lebih, apalagi setelah kelahiran sang adik bayi, ia takut sang putri akan merasa tersaingi.
"Mommy lamma sheukalli dallam shana," keluh Maura bergelayut manja di rengkuhan Hanna yang masih tak dapat bangkit dari ranjangnya.
"Kaka Maura ngga mau lihat adik bayi?" tawar Hanna berusaha mengalihkan topik pembicaraan.
"Dedek bayi oek-oek na udah mullutush?" wajah muram itu seketika berbinar. Apa adik bayi yang selama ini sudah di tunggu-tunggunya telah meletus?
Hanna terkekeh. Ajaran sesat si kecil Arshi benar-benar di serap baik oleh sang putri.
"Iya, itu dia adiknya Maura lagi bobok." Tunjuk Hanna pada sebuah ranjang bayi mewah yang khusus di pesan David dari brand ternama.
Membuat Maura sontak mendekat, menatap pada sosok mungil yang tengah terlelap di dalamnya.
"Woahhh, dedek bayi oek-oek na keucill sheukalli ya myh, hihihi... Tomell, shepeulti dedek Achell... ."
__ADS_1
"Ya sudah, sekarang kita ke ruangannya mommy dulu yuk," ajak mama Agatha.
Setibanya di ruang VVIP, Hanna segera dipindahkan ke ranjang mewahnya. Sebuah ranjang king size berukuran besar David siapkan demi kenyamanan sang istri tercinta.
Sedang Maura, gadis kecil itu bahkan tak henti memperhatikan sang adik bayi yang tengah terlelap nyenyak di ranjangnya. Tak beranjak sedikitpun, gadis kecil itu bahkan dengan setia menunggu sang adik sampai membuka mata.
"Dedek bayi oek-oek na kok tidull tullush myh. Banun na kapan? Kan kaka Molla udah eundak shaball mau beullmain shama dedek bayi oek-oek..." keluh Maura menatap bayi kecil itu jengah. Menunggu sedari tadi, namun nyatanya bayi mungil itu tak kunjung membuka mata.
"Iya, adeknya masih mengantuk sayang. Nanti kalau udah bangun nanti main sama kaka Maura ya..." timpal Hanna menenangkan.
"Ahhh, dedek bayi oek-oek na molloll tullush. Kaka Molla tapek tunggu-tunggu na..." keluhnya mulai putus asa.
"Ya udah, kalau gitu Maura main dulu sama granny yuk," tawar mama Agatha.
"Eundak mau. Kata daddy, glanny udah tua, eundak bisha main keudall-keudall shama Molla lagi. Nanti glanny entok."
*Entok : encok
"Mama tidak setua itu tau..." sergah mama Agatha tak terima. Putranya itu memang kurang ajar. Selalu saja membuat reputasinya buruk di mata sang cucu juga menantunya.
"Lalu kerutan-kerutan di wajah mama itu apa?" remeh David yang kini sudah berpakaian rapi.
"Ngga ya, mama itu rajin perawatan. Mana mungkin ada kerutan. Iya kan pa. Mama masih cantik kan?"
"Your'e so beautiful honey," timpal tuan Sebastian tanpa pikir panjang.
Mendadak mama Agatha merona, "Ahhh, papa mah, suka bikin mama jadi melayang."
"Cih, dasar bucin," cibir David.
__ADS_1
"Kayak yang ngomong nggak!" balas mama Agatha.
"Uhhh... Kok pada libut-libut sheundilli? Tullush Molla main na shama shiapa? Molla shepian tau..." gadis kecil itu memberengut kesal merasa diabaikan.
Eaaa... Oeeek... .
Terusik, bayi mungil yang awalnya tertidur lelap itu akhirnya terbangun saat bising itu begitu mengusik.
Oekkk... Oekkk... .
Suaranya semakin lantang menggema, menjadi pertanda jika bayi mungil itu ingin segera di timang.
"Yeay, dedek bayi oek-oek na udah banun. Ashik ashik ashik..." jelas saja gadis kecil itu terlonjak histeris. Adik kecilnya telah bangun dari tidurnya.
"Daddy, teupat-teupat. Itu dedek bayi oek-oek na udah eundak shaball mau main-main shama kaka Molla..." sahut Arshi tak sabar.
Oekkk... Oekkk... .
"Dav, kenapa bengong aja. Itu anak kamu nangis," gerutu mama Agatha saat sang putra hanya membisu di tempat.
"Hah... I-itu Mah, Mama aja deh yang ambil."
"Kamu kan daddy nya!"
🍁🍁🍁
Annyeong Chingu
Padahal othor udah upload semalem, tapi ngga tau kenapa review nya lama sekali
__ADS_1
Happy reading
Saranghaja 💕💕💕