Secret Baby Girl

Secret Baby Girl
Keluarkan Bayinya Sekarang!!!


__ADS_3

°°°~Happy Reading ~°°°


"Dedek bayi oek-oek na mau mullutush?"


Meletus? Apa kalimat itu cocok digunakan untuk sang bayi yang akan segera lahir?


"Yes, kamu tunggu di rumah sama nanny, oke?"


"No, ikut."


"Mau ikut."


"Molla eundak mau tinggal-tinggal sheundilli shini. Hwaaa... ."


Situasi itupun menjadi kacau seketika. Istrinya merintih kesakitan, sedang sang putri malah menangis histeris tak karuan. Membuat David semakin dibuat frustasi.


Apa yang harus ia lakukan?


Otaknya buntu hingga hanya bisa membisu tanpa pergerakan.


"Maura mandi dulu ya sayang. Itu badannya masih basah. Nanti diketawain adek gimana?"


Dalam situasi itupun, Hanna masih bisa tenang di sela kontraksinya. Ia cukup berpengalaman setelah dulu pernah melahirkan sang putri tercinta.


"Eundak mau. Sruk..." Gadis kecil itu mengusap ingus dengan lengan tangannya. Ia tak ingin terlihat jelek di depan adiknya nantinya.


Tapi, bukankah gadis kecil itu malah terlihat jorok?

__ADS_1


"Kalau begitu Maura mandi dulu, setelah itu nyusul mommy sama daddy, heummm... ."


"Tapi mandi aill na eundak mau shama busha-busha biall eundak lamma-lamma," sungut Maura setengah tak ikhlas.


Seorang pelayan pun menuntun nona kecilnya untuk di bawa ke dalam kediaman.


Sedang David dan Hanna kini memilih melaju ke rumah sakit dimana David telah membuat persiapan disana. Bahkan ruangan yang nantinya di gunakan Hanna sudah di kosongkan beberapa hari yang lalu demi menyambut calon bayi sang pemilik rumah sakit.


"Percepat, Kevin!!!" Sentak David saat dirasa laju mobil itu bahkan lebih lamban dari pada kura-kura.


"Mas yang tenang. Hanna ngga apa-apa... ."


Bahkan di situasi itu, bukan David yang menenangkan sang istri. Melainkan Hanna yang berusaha menenangkan sang suami yang tengah di landa gugup luar biasa.


Bagaimanapun ini adalah pengalaman pertamanya.


Sesampainya di rumah sakit, David langsung membawa sang istri memasuki bangunan megah itu.


Kedatangannya sontak menjadi pusat perhatian. Semuanya mengernyit bingung.


Sosok itu, mengapa begitu tak senonoh dengan hanya menggunakan handuk kimono yang bahkan mencetak tubuh atletisnya. Dengan rambut yang masih setengah basah, sosok itu benar-benar terlihat begitu menggoda mata para wanita.


"Istriku mau melahirkan. Cepat siapkan ruangannya!" Sentak David kala sosok laki-laki berjas putih mulai mendekatinya.


Hanna langsung dilarikan menuju ruangannya. Sosok dokter perempuan yang dipercaya untuk menuntun proses kelahirannya pun kini mendekat. Memeriksa keadaan Hanna yang sesekali tampak merintih kesakitan.


"Nona Hanna sudah pembukaan 5, nanti akan saya cek secara berkala sampai nanti pembukaan ke-10, baru nona Hanna siap untuk melahirkan."

__ADS_1


"Berapa lama?!" Tukas David.


"Karena nona Hanna sudah pernah melahirkan sebelumnya, jadi tidak akan lama. Hanya 3-5 jam, tuan."


"Apa!!! 5 jam katamu?!" Sentak David menatap sang dokter dengan tatapan nyalang.


5 jam? Dokter itu akan membiarkan istrinya itu kesakitan selama itu tanpa tindakan? Hanya membiarkannya begitu saja tanpa melakukan apapun itu untuk meredakan rasa sakitnya?


"Kau ingin membuat istriku menahan sakit selama itu, huh..." Sentak David penuh amarah.


"Itu memang waktu yang harus dilalui nona Hanna dalam proses melahirkan normal, tuan."


"Tidak! Keluarkan bayinya sekarang!" Sentak David berkacak pinggang.


"Mas..." Hanna menggenggam jemari tangan sang suami berusaha menguarkan rasa sakit juga menenangkan laki-laki arogan itu.


"Tidak sayang. Mas tidak tega melihat kamu kesakitan seperti ini." Dikecupnya dahi sang istri kemudian kembali menatap sang dokter dengan tatapan tak bersahabat.


"Kau tak mendengar perintahku? Keluarkan bayinya sekarang!!!"


🍁🍁🍁


Annyeong Chingu


Yang request mau double up, ini nih othor cantik turutin, xixixi


Happy reading chingu

__ADS_1


Saranghaja 💕💕💕


__ADS_2