Secret Baby Girl

Secret Baby Girl
Jenis Kelamin


__ADS_3

°°°~Happy Reading~°°°


Mobil mewah itu menghentikan lajunya tepat di halaman mansion CEO De Enzo Corp, sepasang kaki mungil itupun mulai melangkah menuruni mobil dengan penuh antusias.


"Mommyh, cummon hully-hully, Molla udah eundak shaball mau beultemu shama Ashi shama dedek Acell gemoyi..." pekik gadis kecil itu penuh antusias.


Baru saja Maura mengatupkan bibirnya, sebuah pekikan kembali mendengung dari dalam mansion, membuat Maura sontak menoleh menatap pada sosok kecil yang kini tengah berlari ke arahnya.


"Molla... Molla dah Kaming..." Binar Arshi, gadis kecil itu bahkan tak segan merengkuh erat tubuh mungil Maura.


*Kaming : coming/datang.


"Hehehe iya Ashi... Molla lama yah? Tadi Molla hallush shumedi dullu..." aku Maura menandakan jika dirinya baru saja selesai membuang hajat di kamar mandi.


*Shumedi : semedi.


"Hooh, Ashi witing-witing Molla ellong sheukalli, Ashi shampe habish 3 pilling pengkek, fiuhhh..." Keluh gadis kecil itu merutuki kerakusannya.


*witing-witing : waiting/menunggu.


Ellong: long/lama.


Pengkek : pancake.


"Hihihi, Ashi dangan mamam banak-banak nanti pullut na Ashi jadi tambah beushall loh, hihihi..." Gelak Maura menertawakan kesengsaraan sang sahabat.

__ADS_1


Arshi mencebik, "Ashi eundak mau Molla, nanti Asha kata-katain Ashi shepeulti budut..." keluh Arshi dengan wajah memelas, membuat Maura sontak tergelak, wajah sahabatnya itu benar-benar sangat lucu dan menghibur.


"Sayang, kok tamunya ngga di ajak masuk..." Setelah sekian lama bercakap-cakap di halaman mansion, akhirnya Anelis keluar bersama dengan sang suami-Marvell. Keduanya terlihat begitu romantis dengan Marvell yang selalu melingkarkan tangannya di pinggang sang istri.


"Sudah dari tadi Han?"


Hanna menyunggingkan senyumnya. "Tidak An, baru saja... ."


"Akhirnya anda berkunjung ke kediaman saya tuan David..." sapa Marvell pada rekan kerjanya." lain kali giliran saya yang akan bertandang ke kediaman anda, sekalian untuk melamar putri anda..." gelak Marvell menertawakan rencana gilanya, entah apa yang membuat laki-laki itu begitu ngotot untuk menjadikan Maura sebagai menantunya.


"Yeah, anda bisa melamar putriku jika sampai putramu itu bisa mengembangkan senyumnya di depanku, tuan Marvell..." syarat David.


Membuat Marvell sontak menggeleng penuh--tidak mungkin, "sepertinya syarat itu terlalu berat tuan David, apa tidak ada syarat lain, misalkan saja--dengan saham De Enzo.." tawar Marvell.


"Ouhhh, come on tuan David, kau terlalu mempersulit diriku..." keluh Marvell. Membuat putranya tersenyum di depan orang lain? Tidak mungkin. Putranya itu terlalu dingin bahkan dengan dirinya sekalipun.


Ck, entah gen siapa yang di turunkan pada bocah laki-laki itu, Arsha terlalu dingin untuk ukuran anak kecil.


"Sayangnya putriku terlalu berharga tuan Marvell..." sanggah David berusaha mempertahankan sang putri agar tak sampai dinikahi bocah songong itu.


"Tapi..."


"Mas... Udah dong. Masak tamunya ngga di suruh masuk..." Tegur Anelis, saking asiknya mereka berbincang, mereka bahkan tidak sadar jika kini masih berada di teras.


"Oh... I'm so sorry tuan David... ."

__ADS_1


Kedua pasang suami-istri itupun beriringan memasuki bangunan megah itu dengan di kawal oleh si kecil Arshi dan si kecil Maura yang sudah lebih dulu melenggang masuk dengan saling bergandengan tangan.


Sedang Arsha, bocah laki-laki itu bahkan tak menunjukkan batang hidungnya, entah apa yang dilakukan bocah laki-laki itu hingga tak sempat menyambut "calon istrinya".


"Terus baby Arshell nya mana An, lagi tidur?" tanya Hanna mengawali pembicaraan begitu tiba di ruang tamu.


"Yaaah, mungkin sebentar lagi akan bangun..." papar Anelis sembari menatap pada jam dinding, putra bungsunya itu memang memiliki jam tidur yang teratur, berbeda jika tengah di ganggu si kecil Arshi, putranya itu pasti akan rewel dan tak mau di di gendong yang lain.


"Ku dengar dari suamiku kamu sedang hamil Han?"


Hanna mengangguk malu-malu. "Iya An, sudah masuk minggu ke-15."


"Woahhh, selamat..." Girang Anelis ikut merasakan kebahagiaan. "Sudah bisa di lihat jenis kelaminnya?"


Hanna menggeleng. "kata dokter minggu ke-16..."


"Tidak usah diperiksa, akupun sudah bisa menebak apa jenis kelaminnya Han..."


🍁🍁🍁


Annyeong Chingu


Happy Reading guys


Saranghaja 💕💕💕

__ADS_1


__ADS_2