Secret Baby Girl

Secret Baby Girl
Mau Hanna Pijitin?


__ADS_3

°°°~Happy Reading~°°°


Malam semakin larut, jarum jam kini menunjukkan pukul sebelas malam.


David meregangkan tubuhnya, berjam-jam berkutat dengan pekerjaan, rupanya melelahkan juga.


Laki-laki itupun bangkit dari duduknya, melangkahkan kakinya kembali ke kamar utama dimana sang istri dan putri kecilnya mungkin telah terlelap disana.


Dibukanya pintu itu perlahan, menatap ke arah ranjang dimana putri kecilnya itu telah merengkuh sang mimpi indah.


Namun, dimana istrinya itu berada? Mengapa ranjang itu kosong hanya terisi sang putri tercinta?


"Mas sudah selesai kerjaannya?" David tersentak saat didapatinya sang istri yang tiba-tiba muncul dari balik punggungnya.


"Belum tidur?"


Hanna menggeleng.


"Hanna kira mas masih kerja, jadi Hanna buatin teh hangat buat mas..." Sembari menatap iba pada secangkir teh hangat ditangannya.


Tanpa permisi, David langsung meraih cangkir itu dari tangan Hanna, menyesap teh hangat itu sampai tandas, membuat Hanna hanya bisa melongo melihat kelakuan suaminya itu.


"Kenapa belum tidur?"


Hanna tersenyum simpul.

__ADS_1


"Hanya belum ingin tidur..."


"Mas pasti capek karena lembur sampai larut malam..." Sambung Hanna prihatin.


"Tidak juga, hanya sedikit pegal saja..." Sembari memijit tengkuknya yang terasa pegal setelah semalaman menatap layar laptop.


"Mau Hanna pijit?" Tawar Hanna tak tega menatap pada sang suami yang terlihat sangat kelelahan.


"Baiklah, tolong pijit pundakku. Disini sangat pegal Hanna..."


David mulai melangkah menuju ke arah ranjang king size nya, di susul Hanna yang memilih duduk di belakang sang suami berniat melakukan tugasnya.


Hanna berangsur mengulurkan tangannya, jemari lentiknya mulai bergerak memijit pundak suaminya yang telah siap diposisinya.


"Kamu pernah kursus massage?" Tanya David tiba-tiba.


"Massage, kursus pijat..."


Membuat Hanna sontak menggeleng, "ohhh... tidak, memang kenapa mas?"


"Pijitan kamu enak..."


Membuat Hanna sontak berbinar, senyum indah melengking di bibir piech nya, tidak sia-sia dulu ia rajin memijat sang ibu bahkan ketika dirinya sendiri sedang sangat lelah.


"Dulu Hanna sering pijitin ibu, jadi mungkin karena sudah terbiasa..." Wajahnya berubah sendu, pijitannya mulai melemah seolah tak mampu lagi mencengkeram pundak kekar itu, kenangan-kenangan yang terukir bersama sang ibu, kini kembali berputar di antara kumpulan memori yang mulai meredup.

__ADS_1


Dan David sadar akan itu, helaan nafas yang terdengar tak beraturan itu, menunjukkan jika istrinya itu tengah merasakan kesedihan yang terasa begitu menyiksa.


"Akhir pekan ini kita ziarah ke makan orang tuamu, kau mau kan?"


Membuat Hanna sontak berbinar.


"Benarkah? Mas tidak berbohong kan?" Girang Hanna, selama tinggal di sini, Hanna belum pernah bertandang ke makan orang tuanya, tak berani meminta izin adalah alasan terbesarnya.


"Iya, mana pernah aku berbohong. Kamu bisa memegang kata-kataku..."Sahut David dengan tegasnya, memproklamirkan diri jika dirinya adalah laki-laki sejati.


"Terimakasih..." Sahut Hanna dengan tulus nya, bahkan kini bola matanya mulai berkaca-kaca, terharu akan sikap sang suami yang entah mengapa berhasil meluluhkan hatinya.


"Bagaimana Maura tadi di sekolah?"


"Alhamdulillah lancar mas, sebelumnya Hanna khawatir jika Maura nanti tidak bisa menyesuaikan diri dengan teman-teman barunya, tapi Alhamdulillah berkat Arshi, sedikit demi sedikit, Maura bisa membuka diri..."


"Yah, dia sedikit pendiam saat di luar, aku juga sempat mengkhawatirkan hal itu..."


"Lalu bagaimana dengan pekerjaan mas? Apa... Semua baik-baik saja?"


🍁🍁🍁


Annyeong Chingu


Double up nih buat nemenin chingu tarawih

__ADS_1


Happy Reading


Saranghaja 💕💕💕


__ADS_2