
°°°~Happy Reading~°°°
David melangkah lebar memasuki kediamannya, kedua tangannya tak henti merengkuh tubuh mungil yang sudah tak berdaya itu dalam dekapan hangatnya. Perasaannya campur aduk, marah, takut, khawatir, semua beradu menjadi satu.
" Apa Darren sudah sampai? " Tanya David pada pak Yi, laki-laki paruh baya keturunan Tionghoa yang kini menjabat sebagai kepala pelayan di kediamannya.
" Sudah tuan, dokter Darren sudah menunggu anda di lantai atas... "
David mempercepat langkahnya, tiba di lantai 2, laki-laki itupun segera memasuki kamar pribadi miliknya, menidurkan sang putri yang sudah tak sadarkan diri itu di kasur miliknya.
" Cepat periksa putriku! " Titah David, laki-laki itu mengusap wajahnya frustasi, ia merutuki dirinya yang tak becus menjamin keselamatan sang putri, hingga pada akhirnya, gadis mungil itupun kembali terluka hingga sampai tak sadarkan diri.
Dokter berusia 40 tahun itupun segera memulai aksinya, menguras segala pengetahuan nya demi menyelamatkan gadis mungil yang masih bersarang dalam jurang ketidaksadaran. Hingga akhirnya, diputuskannya untuk menancapkan jarum infus itu di punggung tangan Maura yang terkulai tak berdaya.
" Bagaimana keadaannya? "
Belum juga dokter Darren menjawab, pintu kamar itu membuka perlahan, menampilkan sosok Hanna yang tengah berdiri mematung di papah oleh dua pelayan perempuan.
" A-apa... dia baik-baik saja... " Hanna mendekat, raut wajahnya tampak pias penuh akan kekhawatiran, bahkan wajahnya kini sudah basah akan isak yang tak henti mengucur deras.
" Tidak ada yang perlu di khawatirkan, semua baik-baik saja, nona muda hanya perlu istirahat beberapa hari kedepan... " Tutur dokter Darren.
__ADS_1
Hanna menghela nafas lega, di usapnya wajah pucat putri kecilnya yang masih terbaring lemah tak berdaya. Rasa takut akan kehilangan itu kembali menyergap dirinya, bagaimana jika ia benar-benar kehilangan putri paling berharga nya itu untuk selamanya?
Tidak... Tolong jangan lakukan itu...
Sungguh, Hanna tak akan sanggup, membayangkan nya saja membuat hatinya terasa sesak, ia tak akan sanggup jika itu benar-benar terjadi dalam kehidupannya.
" Maafkan mommy sayang... " Lirihnya sembari mengecup lembut kening sang putri yang masih terasa hangat.
" Nona muda memiliki imunitas tubuh yang rendah, jadi akan rentan sakit jika ada suatu hal yang membuatnya tertekan atau bahkan mengusik hatinya, jadi tolong untuk lebih diperhatikan... " Papar dokter Darren, membuat David seketika itu mengernyit.
" Rentan sakit? Bagaimana itu bisa terjadi? Apa kau tak bisa menyembuhkan nya... "
" Mohon maaf tuan, sampai saat ini, belum ada obat khusus yang bisa menangani kasus seperti nona muda. Kondisi nona muda saat ini bisa diakibatkan dari kehamilan yang bermasalah, bisa jadi karena faktor stres yang berkepanjangan, jadi perkara imun ini tidak bisa di sembuhkan secara permanen "
" Hanya bagaimana kita menjaga imunitasnya agar tetap terkontrol. Bisa di siasati dengan mengatur pola hidupnya sebaik mungkin, jangan membiarkan nona muda melakukan aktivitas berat yang membuat nya sampai kelelahan. Jika imunitasnya tubuhnya semakin memburuk, terpaksa kita mengontrolnya dengan konsumsi obat-obatan dan vitamin secara rutin... "
Ungkap dokter Darren apa adanya, membuat Hanna sontak saja di liputi rasa bersalah, air mata itu semakin deras membasahi wajah cantiknya.
Ini memang salah nya, semua ini salah dirinya, dari awal, ini semua adalah kesalahannya.
Bagaimana dulu ia menjadi sosok ibu yang tak bertanggung jawab untuk buah hatinya, membiarkan perasaannya terombang-ambing dalam keputusasaan, tenggelam dalam kesedihan, larut akan cemoohan setiap insan.
__ADS_1
Betapa bodoh dirinya yang tak menyadari masalah dalam kehamilannya, memakan makanan seadanya hingga membuat janin di dalam tubuhnya kekurangan nutrisi padahal hanya dirinyalah sandaran hidupnya.
Betapa egois dirinya yang tak pernah memeriksakan kehamilannya hanya karena tak memiliki cukup uang untuk sekedar menebus obat-obatan.
Hingga akhirnya, buah hatinya itu harus terlahir prematur, tubuhnya sangat kecil, berat badannya pun tak seberapa, bayi mungil itu terlihat begitu lemah hingga membuat setiap insan tak tega untuk sekedar menatapnya.
Bayi mungil itupun harus tumbuh dalam bayang-bayang permasalahan kesehatan, tumbuh menjadi sosok gadis mungil yang begitu cantik, namun juga rapuh di waktu bersamaan.
🍁🍁🍁
Annyeong Chingu
Buat chingu yang budiman, like nya jangan sampai kelewatan ya say...
Di jamin, like banyak, othor tambah semangat
Apalagi kalau di tambah kopi😂
Happy Reading
Saranghaja 💕💕💕
__ADS_1