Secret Baby Girl

Secret Baby Girl
Tolong Jagain Maura


__ADS_3

°°°~Happy Reading~°°°


"Perut Hanna-- sakit mas..." rintih Hanna penuh kesakitan saat merasakan nyeri yang teramat pada perut bagian bawahnya.


"Kita ke rumah sakit sekarang!" Seru David lalu membawa sang istri dalam gendongannya.


"Jangan!" Membuat langkah David sontak tertahan.


"Di sini-- Hanna ingin di sini aja mas," pintanya dengan ringisan kecil di bibirnya, rasa sakit di perut bagian bawahnya benar-benar menyiksa. Hanna benar-benar kesakitan.


"Tapi kamu kesakitan sayang. Kita ke rumah sakit ya, heummm..." bujuk David tak tega akan raut wajah sang istri yang kini meringis menahan sakit.


"Perutnya mau di usap-usap aja," pinta Hanna enggan meninggalkan sang putri seorang diri.


"Sayang--."


"Adek mau di usap-usap aja mas... ."


Mendapati penolakan Hanna berulang kali, David dengan terpaksa membawa sang istri berbaring di atas ranjangnya.


Dengan sigap, tangannya kini mulai mengusap-usap perut membuncit itu, menciuminya, berharap sang janin kembali tenang dan tak lagi membuat istrinya itu mengaduh kesakitan.


"Tenanglah baby, jangan membuat mommy kesakitan, heummm..." batinnya saat satu kecupan itu kembali ia labuhkan di atas perut Hanna.

__ADS_1


"Mas..." lirih Hanna memanggil sang suami.


"Iya sayang..." Laki-laki itu bahkan melembutkan suaranya, mengusap lembut surai rambut sang istri yang dibiarkan tergerai menyapu bantal, menunjukkan betapa cintanya laki-laki itu pada sang istri yang tengah hamil besar.


"Mas tolong jagain Maura. Kalau Maura bangun, Hanna bangunin ya," suaranya bahkan terdengar lemah, namun perempuan itu masih saja menghawatirkan keadaan sang putri yang masih saja terlelap.


"Iya. Kamu istirahat saja, biar Maura mas yang jagain... ."


"Mau di usap-usap lagi," pinta Hanna membawa tangan sang suami kembali bertengger di atas perut buncitnya.


Faktanya, usapan lembut dari tangan besar David itu berhasil mengurangi rasa sakit di area perutnya. Sepertinya calon bayinya itu begitu menyayangi daddy nya.


David kembali mengusap lembut perut membuncit itu, hingga dirasakannya janin dalam perut istrinya itu terasa bergerak, calon bayinya kembali menendang saat usapan hangat itu ia labuhkan di perut sang istri. Membuat Hanna yang setengah terlelap kini sedikit melenguh tanpa sadar.


Setelah melontarkan kalimat bernada ancaman itu, David kembali mengusap surai rambut sang istri, berharap istrinya itu tak sampai terbangun akibat ulah sang calon bayi yang kini kembali aktif.


Selang beberapa menit kemudian, seorang dokter perempuan kini tampak memasuki ruang kamarnya.


Dengan Hanna yang masih terlelap nyenyak, dokter itu memulai pemeriksaannya. David sang suami siaga itupun dengan setia menemani Hanna melewati pemeriksaannya, tangannya bahkan tak henti menggenggam erat jemari tangan Hanna yang tergeletak lemah.


"Bagaimana?" lirihnya tak ingin membangunkan istri juga putrinya yang sama-sama terbaring di atas ranjang kamarnya.


"Sejauh ini kondisi nona Hanna tidak ada yang perlu di khawatirkan. Kram yang tadi di alami nona Hanna, diakibatkan oleh faktor kelelahan dan juga stress berlebih. Jadi untuk kedepannya, tolong di jaga suasana hatinya dan untuk menghindari pekerjaan-pekerjaan berat."

__ADS_1


"Tadi istriku menggendong putriku yang sedang menangis, apa karena itu istriku jadi kesakitan?"


"Bisa jadi tuan. Saat putri anda menangis, mungkin saja kakinya tidak sengaja menyenggol perut nona Hanna. Jadi untuk selanjutnya, hindari untuk menggendong nona muda atau bahkan mengangkat benda-benda berat."


"Heummm, baiklah."


"Satu lagi, tuan."


Membuat David sontak mengernyit.


"Tolong untuk beberapa hari ini, tuan tidak melakukan hubungan suami istri dengan nona Hanna sampai keadaan nona Hanna benar-benar pulih."


Membuat David sontak membeliak.


"Shhit... ."


🍁🍁🍁


Annyeong Chingu


Siapa yang kena prank🤣


Happy reading

__ADS_1


Saranghaja 💕💕💕


__ADS_2