
°°°~Happy Reading~°°°
Kotak besi itu mulai merangkak naik menuju lantai tertinggi dari gedung pencakar langit perusahaan Brisson group.
David, laki-laki itu tak sedikitpun membiarkan istrinya jauh dari jangkauannya, tangannya tak henti merengkuh posesif istri cantiknya meski sebelah tangannya tengah menggendong gadis kecilnya sekalipun.
"Maaf ya mas Hanna tadi lama, mas pasti sudah menunggu dari tadi..." Sahut Hanna penuh putus asa.
"Tidak kok sayang, kenapa kamu bicara begitu, hmmm..." Sembari mengecup pucuk kepala Hanna yang kini terbalut kerudung berwarna peach, sedang tangannya semakin erat saja merengkuh pinggang ramping itu.
"Hanna tadi tidak sengaja ketiduran di mobil, padahal tadi sudah tidur di rumah sebelum kesini, ngga tau kenapa Hanna malah ketiduran lagi..." Sesal Hanna.
"Tidak apa sayang, lagian meeting nya masih setengah jam lagi kok. Dan, ini pasti karena mas kan, mas minta maaf karena semalam mas lupa waktu sampai kamu seperti ini sayang..."
Hanna menghela nafas dalam. Sekarang saja bilang menyesal, tapi saatnya tiba, suaminya itu pasti akan melupakan penyesalan nya. Memang dasar laki-laki tidak bisa di pegang kata-katanya, apalagi kalau urusan ranjang.
Ting...
Pintu lift pun terbuka menampilkan sebuah lorong yang langsung menghubungkan dimana ruangan David berada, di depannya tampak sebuah meja di mana kedua sekretaris David biasa mengerjakan pekerjaannya. Sedang asisten Erick, laki-laki itu berada di ruangannya tersendiri.
"Selamat siang tuan David, nona Hanna..." Sapa kedua sekretaris itu membungkukkan badannya penuh hormat.
__ADS_1
Sebelumnya, keduanya telah diinformasikan asisten Erick jika istri sang bos akan datang ke perusahaan. Meski masih dalam suasana keterkejutan karena laki-laki dingin itu tiba-tiba membawa wanitanya, namun keduanya berusaha bersikap tenang, dan sebisa mungkin tak menyebarkan kabar itu jika tak ingin di pecat dengan tidak hormat.
"Siang juga mbak..." Timpal Hanna ramah. Perempuan itu bahkan tak segan menyunggingkan senyum indahnya.
Sedang David, laki-laki itu lempeng saja, tak sedikitpun David merespon sapaan kedua sekretaris nya itu, melirik saja tidak, bahkan wajahnya kini tampak begitu angkuh, berbeda sekali saat mereka masih berada di dalam lift tadi.
Membuat Hanna sontak mencubit kecil perut sixpack itu dengan jemari lentiknya.
"Akhhh, sayang..." David memekik menatap sang istri penuh tanya.
Bukan karena sakit laki-laki itu mengaduh, David hanya merasa terkejut dengan aksi impulsif sang istri yang telah dengan berani mencubit perutnya. Apalagi istrinya adalah sosok pemalu yang tak pernah berinisiatif sebelumnya.
"Itu disapa kok gitu mas..." Cicit Hanna tak enak jika tegurannya itu sampai terdengar ke telinga kedua sekretaris yang kini saling pandang dalam keterkejutan, terkejut akan sikap manja sang CEO yang tak segan merengek kepada perempuannya.
"Mas..."
"Siang... Sudah kan sayang..." Ucap David dengan senyum lebar menyungging di bibirnya, tatapannya tak sedikitpun berpaling dari istrinya seolah sapaan hangat itu hanya untuk istrinya tercinta.
"Iya, sudah mas..." Hanna menyengir, ia tahu betul jika suaminya itu sedikit jengkel akan tegurannya. Salah sendiri suaminya itu tak bersikap ramah pada karyawan nya sendiri. Aneh.
Puas memenuhi keinginan sang istri, David segera menggiring istri dan putrinya itu masuk ke dalam ruangannya.
__ADS_1
Seketika Maura di buat terperangah akan desain interior dari kantor sang daddy yang terlihat begitu mewah. Jajaran rak buku yang terbentang di sisi kiri ruangan, lukisan besar yang tergantung di sebelah kanan sofa-sofa mahal yang berjajar menyambut para tamu undangan, hingga jendela kaca yang membentang memperlihatkan pemandangan kota Jakarta.
"Woahhh, tantik sheukalli ya myh. Molla mau shitu aja daddy..." Tunjuk Maura pada jendela besar di belakang kursi kerja sang daddy.
David pun melepaskan putri kecilnya itu dari kungkungan nya, membiarkan gadis kecil itu untuk menjelajahi ruang kerjanya yang begitu luas bahkan hampir setara luas lapangan sepak bola.
"Kenapa sayang..." Sahut David mengajak sang istri untuk duduk di bangku sofa.
Hanna menggeleng.
"Tidak apa-apa mas. Hanya saja, mas pasti merasa kesepian karena ruangan mas sebesar ini..."
🍁🍁🍁
Annyeong Chingu
Huhu, maapken othor yang baru bisa up lagi 😭
Nanti insyaallah up lagi deh, hehehe
Happy Reading
__ADS_1
Saranghaja 💕💕💕