
°°°~Happy reading~°°°
Fokus menyantap hidangan di depannya, David sampai tak sadar jika kini pintu ruangannya berangsur terbuka menampilkan sosok Hanna yang terlihat terkejut akan pemandangan di depannya.
"Mas..." Hanna mengernyit, perempuan itu benar-benar terkejut akan kelakuan sang suami yang tengah asik menyantap kuah bakso di pagi hari.
"Sayang..." David menyengir, laki-laki itu seperti sedang ketahuan berselingkuh dari sang istri tercinta.
"Mas, makan lagi?" Sahut Hanna tak percaya, jelas-jelas jika suaminya itu sudah sarapan di rumah, bahkan meminta nambah tanpa malunya, lalu apa ini, suaminya itu menyantap sarapan lagi? Untuk yang ketiga kalinya?
"Hehehe, iya sayang. Mas masih lapar sih..."
"Kamu mau, mas suapin ya?" Tawar David pada sang istri yang kini sudah duduk di sampingnya, laki-laki itupun menyodorkan sisa baksonya yang tinggal satu bulatan kecil untuk sang istri tercinta.
Hanna menggeleng, "mas saja..." Sahutnya tak tega.
Laki-laki itu langsung saja meraup bakso terakhir miliknya. Tangannya lalu mengulur mengusap perut sixpack nya terasa penuh dan semakin mengeras saja.
"Mas kenyang sayang..." Keluh laki-laki itu menyandarkan tubuhnya di badan sofa.
__ADS_1
Hanna menarik nafas dalam, "bagaimana tidak kenyang, mas di rumah sudah makan dua piring nasi goreng, di tambah bakso, belum sama es kelapa muda nya. Gimana mas tidak kenyang? Mas rakus..." Sahut Hanna menggeleng tak percaya akan kelakuan sang suami. Biasanya laki-laki itu hanya memakan sandwich atau salad di pagi hari. Tapi hari ini, Hanna benar-benar tak habis pikir.
"Pekerjaan mas banyak banget sayang, jadi mas harus ada asupan maksimal..." Kilah David menyusupkan wajahnya di pelukan sang istri.
"Bukannya selesai, nanti mas malah ketiduran kalau sampai kekenyangan mas..." Peringat Hanna, jemari lentiknya kini mengusap-usap kepala sang suami yang kini bersandar di dadanya.
"Bukan makanan saja, ini juga termasuk asupan lezat sayang..." Laki-laki itu menunjuk bibir kenyal sang istri, lalu tak lama laki-laki itu memilih menikmatinya dengan penuh sensasi.
Hanna mendorong dada bidang itu saat dirasa permainan itu semakin menjadi.
"Mas..." Peringat Hanna.
"Sebaiknya mas segera lanjutkan pekerjaan mas, Hanna disini saja, kalau Hanna ikut mas duduk disana, bukan mengerjakan pekerjaan kantor, mas malah melakukan pekerjaan ranjang..." Sahut Hanna frontal, kalau tidak begitu, suaminya pasti akan kalap seperti kemarin-kemarin.
"Kalau saja pekerjaan mas tidak menumpuk, mas lebih suka kalau melakukan pekerjaan ranjang bersama kamu sayang..." Keluhnya sembari mengecup bibir piech itu lamat-lamat, berdiri dengan tak rela, laki-laki itupun memilih melanjutkan pekerjaannya.
Hanna memutar bola mata malas, suaminya itu tidak pernah berubah, masih saja mesum seperti biasa.
🍁🍁🍁
__ADS_1
Berjam-jam berkutat dengan pekerjaannya, David kini berhasil menyelesaikan seperempat dari berkas yang menumpuk di mejanya. Laki-laki itu melirik ke arah sofa di mana sang istri masih setia menunggunya menyelesaikan pekerjaan. Hingga laki-laki itu di buat terperangah.
"Tidur lagi?"
Sontak David bangkit dari kursinya, melangkah mendekati sang istri yang kini terlihat merebahkan tubuhnya di atas sofa ruangannya dengan sedikit tak nyaman.
Di kecupnya bibir piech yang terkatup itu dengan gemasnya.
"Kenapa akhir-akhir ini kamu hobby sekali tidur sayang..."
Keluh David tak habis pikir, istrinya itu benar-benar gemar sekali tidur, di manapun perempuan itu mendudukkan pantatnya, pasti akan berakhir dengan memejamkan mata.
Laki-laki itupun mengangkat sang istri dalam dekapannya, membawanya ke dalam kamar rahasia miliknya, lalu menidurkannya tanpa berniat berbuat lebih seperti biasa, pekerjaannya menumpuk, ia harus segera menyelesaikannya atau harus lembur karena di kejar deadline.
🍁🍁🍁
Annyeong Chingu
Happy Reading guys
__ADS_1
Saranghaja 💕💕💕