Secret Baby Girl

Secret Baby Girl
Hanna, Kau Mendengarku?


__ADS_3

°°°~Happy Reading~°°°


David kembali duduk di kursinya, manik matanya tak henti menatap lekat wajah cantik Hanna yang masih betah mendiami alam mimpinya.


Rasa bersalah itu kembali menyelusup dalam relung hatinya, jika saja dulu ia mencegah kepergian Hanna, pasti semua ini tak akan terjadi, perempuan itu tidak akan menderita, dan putrinya pun akan hidup bahagia.


Lagi-lagi ini karena ego nya, membuat hidupnya kini terombang-ambing dalam rasa bersalah yang tak berkesudahan.


"Maafkan aku Hanna, bangunlah... Putrimu merindukanmu..." Di kecupnya tangan Hanna yang tergeletak lemah, terasa sedikit dingin, membuat David kini tak segan menggenggamnya, memberikan kehangatan di tengah udara dingin yang menyeruak di tengah kegelapan malam.


Hingga pergerakan kecil itu membuat David tersentak, laki-laki itu sontak bangkit dari kursinya, mendekati Hanna yang tadi terlihat menggerakkan jari tangannya dengan gerakan lemah.


"Hanna, kau mendengarku? Hanna..." Panggil David berharap perempuan itu benar-benar akan membuka matanya, sedang sebelah tangannya sibuk memencet tombol nurse call dengan tidak sabaran.


"Hanna, kumohon buka matamu Hanna. Maura, kau tidak ingin bertemu dengannya, dia merindukanmu..." David tak patah arang, laki-laki itu tetap berusaha memancing Hanna agar segera membuka matanya.

__ADS_1


Hingga akhirnya, kelopak mata yang sudah berhari-hari terpejam itu mulai membuka perlahan, membuat David sontak diliputi kebahagiaan, bahkan tanpa sadar laki-laki itu kini meneteskan air mata haru saat didapatinya Hanna benar-benar telah tersadar dari koma nya.


"Syukurlah, akhirnya kau sadar, kau benar-benar membuka matamu... Terimakasih Hanna, terimakasih..." Haru David menatap pada Hanna yang masih terlihat lemah, begitu lemah hingga kini tak sanggup mengeluarkan suaranya.


Tak lama, seorang dokter dan beberapa perawat pun berduyun memasuki ruang rawat Hanna, mereka bergerak cepat tak ingin membuat emosi laki-laki itu sampai tersulut, apalagi akhir-akhir ini tuan muda itu menjadi sangat sensitif hingga tak jarang memaki bahkan tak segan memecat perawat disana hanya karena masalah sepele.


"Lihat... Dia membuka matanya, apa dia sudah tidak apa? Dia akan baik-baik saja kan?" Pertanyaan bodoh itu lolos begitu saja sangking girangnya David menatap Hanna yang telah sadarkan diri dari koma nya.


"Saya akan memeriksa nona Hanna lebih dulu tuan..." Izin dokter itu, bagaimana bisa ia menyentuh istri tuan muda itu tanpa permisi, bisa-bisa ia di gantung, apalagi setelah melihat bagaimana posesif nya laki-laki itu tadi, membuat dokter itu bergidik ngeri.


Apa? Istri? Ohhh, tidak... Pasti gosip itu telah menyebar tak terkendali.


Hanna mengangguk perlahan, benar kata dokter itu, tubuhnya terasa berat meski hanya untuk bergerak ringan.


Dokter itupun melakukan pemeriksaan menyeluruh untuk Hanna, tak lupa ia memberikan suntikan khusus pada infus Hanna untuk mempercepat kesembuhannya.

__ADS_1


"B-bagaimana keadaannya..." Sambar David dengan tidak sabaran, membuat dokter itu tertegun, baru saja ia ingin membuka mulutnya, tuan muda itu sudah menyambarnya lebih dulu.


"Syukurlah, nona Hanna telah keluar dari koma. Keadaan nona Hanna kini mulai stabil, hanya membutuhkan perawatan intensif untuk memulihkan kondisinya..."


"Syukurlah, terimakasih sudah bertahan, Maura pasti akan senang melihatmu telah membuka mata..."


"Maura..."


🍁🍁🍁


Annyeong Chingu


Huhu, mommy Hanna dah sadar tuh chingu


Nggak ada yang mau jenguk bawa bunga nih, Ehehe

__ADS_1


Happy Reading


Saranghaja 💕💕💕


__ADS_2