Secret Baby Girl

Secret Baby Girl
Istriku...


__ADS_3

°°°~Happy Reading~°°°


Niat hati ingin meminta izin pergi ke mall dengan sang putri, kini David malah ikut serta dalam rombongan, meninggalkan pekerjaannya di kantor, laki-laki itu lebih memilih menghabiskan waktu dengan keluarga kecilnya dari pada berkutat dengan dokumen-dokumen yang selalu membuatnya sibuk seharian.


"Gimana pekerjaan mas kalau mas malah ikut kami mencari kado?"


Sedari tadi Hanna berusaha meyakinkan hati sang suami jika ia bisa menjaga diri, namun suaminya itu tetap keukeh ingin ikut walau harus meninggalkan pekerjaannya begitu saja.


"Tidak apa, aku bisa menyuruh Erick meng-handle beberapa pekerjaan, sisanya nanti bisa dikerjakan di rumah..." Sahut David penuh alasan.


"Kan... Kalau mas ikut nanti mas malah jadi kerja lembur di rumah, nanti mas capek gimana?"


"Kalau mas tidak kerja, emang kamu suruh mas ngapain di rumah, hmmm..." Goda David dengan smirk yang kini menyungging di bibirnya, membuat Hanna sontak menutup wajah rupawan sang suami dengan telapak tangannya, tatapan suaminya itu terlihat meresahkan.


"Ihhh, mas udah deh. Jangan mulai..." Kesal Hanna.


Beberapa minggu menjadi sepasang suami-istri "sungguhan", kini ia cukup tau bagaimana kepribadian suaminya yang sesungguhnya, kepribadian yang ternyata jauh berbeda dari image sang suami sebelum benar-benar jatuh dalam pelukannya.


"Ya udah, kamu aja yang mulai..." David tak menyerah, ia tahu, istrinya akan semakin merona jika ia semakin menggodanya habis-habisan.


"Mas... Ih nyebelin deh..." Decak Hanna, perempuan itu kini mengacuhkan suaminya, Hanna lebih memilih menatap pemandangan luar dari pada menatap wajah suaminya yang semakin meresahkan saja.


"Tapi suka kan?"


"Ngga..."


"Bener?"


"Tau ah..."


"Dosa loh nyuekin suami..."

__ADS_1


Skakmat, David tahu apa kelemahan istrinya.


"Mas..." Rengek Hanna tak mampu lagi menahan setiap godaan yang kini dilontarkan suaminya.


"Iya, apa sih sayang... Dari tadi manggil-manggil terus..."


Hanna menghela nafas dalam, kalau ia masih menimpali, suaminya akan semakin giat menggodanya tanpa henti.


Lebih baik mengacuhkannya dari pada ia semakin terjerumus dalam lembah godaan suaminya.


"Sayang..."


"Sayang, kok diem sih..."


"Sayang..."


"Hanna sayang..."


Ahhh, wajah Hanna semakin memerah saja. Bibirnya bahkan tak tahan untuk tersenyum lebar saat suaminya tak henti memanggilnya dengan panggilan mesranya.


"Mas udah deh, Hanna malu... Itu ada pak Jaka lihatin ihhh..." Gemas Hanna pada kelakuan sang suami yang semakin menggod*nya tanpa henti.


"Pak, tidak lihat kan?"


"Tidak tuan, saya tutup mata tutup telinga..."


Membuat Hanna memutar bola mata malas, ya pantas supir suaminya itu berkata demikian, memang berani ia membantah, atau ia mungkin secara suka rela menyerahkan pekerjaan menjanjikan itu begitu saja.


🍁🍁🍁


Manik mata biru itu tak henti meniti satu persatu mainan yang terpajang di etalase toko, Maura, gadis kecil itu masih sibuk mencari mainan yang cocok untuk diberikan kepada sang sahabat di acara ulang tahunnya.

__ADS_1


"Mommyh, itu badus myh... Ashi shuka plincess Elsha..." Tunjuk Maura pada salah satu mainan yang terletak di rak paling atas.


Hanna mengulurkan tangannya berniat mengambil mainan itu, namun nyatanya, tangannya tak sampai untuk bisa meraih mainan berkardus besar itu.


"Ayo myh, sheudikit ladih, mommy... sheumangat... go... go... sheumangat..." Sorak Maura menyemangati sang mommy yang masih berusaha menjangkau mainan itu


Hingga salah satu pegawai laki-laki kini berangsur mendatangi mereka.


"Ada yang bisa saya bantu nona?" Tawarnya ramah.


Membuat Hanna bisa bernafas lega, "tolong ambilkan mainan yang itu..." Tunjuk Hanna.


Pegawai laki-laki itupun mengangguk patuh, tangannya kemudian terulur hendak mengambilkan mainan itu untuk sang calon pembeli.


Belum sempat mainan itu menyentuh kulitnya, tiba-tiba ia dikagetkan dengan suara dingin yang begitu mengintimidasi menyeruak dari balik punggungnya.


"Enyahlah..."


Pegawai laki-laki itupun mengurungkan niatnya, memilih menarik diri dan menatap pada wajah dingin berahang tegas itu.


"Ada yang bisa saya bantu, tuan?" Tawar pegawai laki-laki itu tak kalah ramah, membuat David berdecak.


"Ck, pakai senyum-senyum segala. Apa dia mau menggoda istriku. Awas saja kalau berani..." Batin David menatap sinis pada pegawai laki-laki itu.


🍁🍁🍁


Annyeong Chingu


Masih semangat puasanya ngga nih


Happy Reading

__ADS_1


Saranghaja 💕💕💕


__ADS_2