
°°°~Happy Reading~°°°
"Molla mau adek bayi oek oek..." Cicit Maura tak berani menatap pada mata elang sang daddy.
Deg...
Membuat David sontak membelalakkan bola matanya lebar, apa ia tak salah dengar, benarkah jika putri kecilnya itu menginginkan, itu?
Apa ini adalah kesempatan baginya untuk menjalin hubungan suami-istri yang sebenarnya bersama istrinya?
Sedang Hanna, perempuan itu tak kalah terkejut akan penuturan putri kecilnya itu, Hanna bahkan merona, jantungnya berdebar hebat, apa yang salah dengan dirinya, mengapa ia menjadi seperti ini, bagaimana jika suaminya itu mendengar detak jantungnya yang berdetak kencang tak karuan?
"Adik bayi?" Sahut David masih setengah tak percaya.
"Huum..." Angguk Maura.
"Molla mau adik bayi oek oek shepeulti Ashi daddy. Kata na Ashi, kalau mau puna adik bayi oek oek hallush tidull sheundilli, eundak bolleh tidull shama mommy shama daddy, nanti mommy shama daddy eundak bisa buat adik bayi oek oek buat Molla..." Curhat gadis kecil itu tanpa sedikitpun memikirkan bagaimana situasi kedua orangtuanya yang kini tengah diliputi kecanggungan, salah tingkah sendiri, dan tak dapat berpikir selogis biasanya.
Ekhmm...
David berdeham, tenggorokannya tiba-tiba mengering tak mampu mengeluarkan suara, laki-laki itu bahkan melepaskan dua kancing baju piyama nya, panas menjalar tubuhnya.
"Oke girl, kita bahas adik bayi nya lain kali lagi. Sekarang Maura harus tidur, hmmm..." Sahut David cari aman.
"Mau tidull shini aja..." Menunjuk sofa yang kini tengah didudukinya.
"Nanti lehernya Maura bisa sakit sayang kalau tidur disini..." Hanna mencoba merayu sang putri, bagaimana dirinya bisa tega membiarkan putri kecilnya itu meringkuk di sofa itu seorang diri, sedang dirinya enak-enakan merebahkan diri di atas kasur empuk?
__ADS_1
"Eundak apa-apa, ashalkan mommy shama daddy buatkan Molla adik bayi oek oek..." Rengek Maura sekali lagi, membuat David tak mampu lagi mencegah kemauan putri kecilnya itu.
Dan lagi, bukankah ini kesempatan emas untuknya?
"Putri daddy ingin tidur sendiri?" Tawar David tak punya opsi lain.
"Huum, Molla eundak mau tidull shama mommy shama daddy ladih..."
"Baiklah, ikut daddy. Kita ke kamar barumu girl..." Ajak David.
"Eundak mau kamall na mommy shama daddy..." Elak gadis kecil itu takut akan di bawa ke kamar utama.
"Tidak girl. Come on, kita ke kamar barumu..."
David mengulurkan tangannya mengambil sang putri dalam gendongannya, langkah kakinya mulai mengalun meninggalkan ruang kerjanya, meninggalkan Hanna yang masih saja berdebar.
"Kenapa mas David memperbolehkan Maura tidur sendiri, apa jangan-jangan... " Sahut Hanna was-was.
Hanna berusaha mengenyahkan segala pikiran buruknya, perempuan itupun mengikuti langkah sang suami yang kini berjalan melewati kamar mereka, kemudian berhenti di satu pintu yang terletak tepat disebelah kamarnya.
Klek...
Pintu terbuka, ruangan yang awalnya gelap gulita kini seketika terang benderang setelah lampu di nyalakan, membuat gadis kecil itu sontak berbinar menatap indahnya ruangan yang ada di hadapannya.
"Daddy..." Sahut Maura tak mampu lagi berkata-kata.
"Yes girl, ini kamar barumu. Kamu suka?" Tanya David pada sang putri yang tampak terkejut bukan kepalang.
__ADS_1
Pasalnya, meski kamar itu di desain bahkan sebelum putri kecilnya itu tinggal di mansion, David tak pernah sekalipun memperlihatkan kamar indah itu pada sang putri.
Gadis kecil itupun mengangguk tanpa basa-basi. Kamar barunya itu terlihat begitu indah, berbeda sekali dengan kamarnya dulu di perkampungan.
Lihat saja ornamen-ornamen princess Ana yang kini memenuhi kamarnya, boneka-boneka super besar yang di pajang di ujung ranjangnya, gadis kecil itu begitu terpesona dengan kamar barunya.
"Huum, Molla sheunang sheukalli daddy. Kamall na Molla badus sheukalli, Molla shayang daddy banak-banak..." Di kecupnya pipi sang daddy dengan penuh sayang.
"Malam ini tidur dengan daddy sama mommy dulu, biar kamarnya di bersihkan dulu, oke girl..." Tawar David basa-basi.
Gadis kecil itu menggeleng, tetap keukeh dengan permintaannya.
"Eundak mau daddy, Molla nanti bisha beulshih-beulshih sheundilli kok..."
Membuat David hanya bisa menyunggingkan senyum samar, putri kecilnya itu memang memiliki pendirian yang kuat, tak gampang untuk digoyahkan, bahkan dengan iming-iming nya sekalipun.
"Baiklah..." Sembari mendudukkan sang putri di atas ranjangnya.
"Maura mau ditemani mommy?" Tawar Hanna, perempuan itu masih saja mengkhawatirkan putri kecilnya yang sebelumnya tak pernah tidur seorang diri.
"Eundak mau myh, Molla mau tidull sheundilli shaja. Mommy shama daddy tidull beulldua shaja, tellush buatkan Molla adik bayi oek oek yang banak..."
🍁🍁🍁
Annyeong Chingu
Berhasil ngga yah misi si tomell Molla
__ADS_1
Happy Reading
Saranghaja 💕💕💕