
°°°~Happy Reading ~°°°
"Kau sudah selesai boy?"
Setelah sekian lama bersemedi, bocah laki-laki itu akhirnya keluar juga dari tempat persembunyiannya. Jangan ditanya Arsha dari mana, bocah laki-laki itu lebih memilih membaca buku dari pada harus menghabiskan waktu bersama dengan kedua gadis perusuh itu.
Dengan wajah dingin tanpa ekspresinya, Arsha pun mengangguk, " yes daddy... ."
Bola matanya kini menelisik ke seluruh sudut ruangan, tatapannya menyipit, 'tidak ada.'
"Kau mencari Maura?" tebak Marvell dengan seringai liciknya, laki-laki itu benar-benar gencar memprovokasi sang putra agar mau menerima perjodohannya.
"Daddy jangan asal bicara," sengak Arsha tak suka dengan candaan sang daddy.
"Mereka sedang bermain di kamarnya Arshi..." celetuk Marvell tanpa memperdulikan tatapan tajam sang putra yang sudah menghunuskan genderang perang.
"Daddy hanya memberi tahu boy," ucap Marvell mencari pembelaan.
Arsha memutar bola matanya malas. Bocah laki-laki itu lebih memilih duduk di samping sang mommy dari pada menanggapi celotehan sang daddy yang ujung-ujungnya akan menjurus ke arah perjodohan.
Pucuk dicinta, ulam pun tiba. Baru saja dibicarakan, kedua gadis kecil itu kini muncul dengan penampilannya yang tak biasa.
"Sayang..." Seketika Anelis mendelik menatap pantulan wajah sang putri yang sudah sangat mengenaskan, wajah yang tadinya terlihat imut dengan kuncir pita di kepalanya, kini terlihat belepotan dengan noda merah di bagian mata, pipi dan bibirnya.
__ADS_1
"Kalian habis ngapain sayang..." Hanna turut mendekat pada sang putri yang kini sama mengenaskannya dengan si kecil Arshi. Disentuhnya noda merah di pipi sang putri kemudian menelitinya.
Berbau manis dan sedikit lengket.
"Kalian pakai apa? Kok bisa jadi merah-merah gini?"
Anelis menghela nafas dalam. Pagi-pagi sekali si kecil Arshi sudah heboh meminta dibuatkan makeup buah seperti biasanya, bahkan Arshi request sendiri jika rona merahnya ingin lebih banyak lagi dari pada biasanya. Hingga akhirnya terjadilah kekacauan ini.
"Ini liash-liash shehat onty. Mommy yang buatin Ashi shama lluit naga. Ashi shama Molla tantik kan, hehehe..." ujar gadis kecil itu penuh percaya diri.
*liash-liash : rias/make up
*lluit : fruit/buah
Arshi sontak memberengut.
"Hihhh, Ashi eundak millip undell-undell. Asha tuh yang shepeulti shekiwed, eundak bisha lengkung bibill, muka tembok..." sahut gadis kecil itu bersungut-sungut.
*lengkung bibill : senyum.
*shekiwed : Squidward (kartun di Spongebob)
"Sayang, kok malah pada berantem..." sahut Anelis berusaha menengahi.
__ADS_1
"Itu myh, Asha..." Adu Arshi.
"Sekarang udah ya berantemnya. Masa lagi ada temannya malah pada berantem, kasihan Maura dong sayang..."
"Iya deh iya..."
Pertengkaran pun berakhir, Hanna yang masih tak paham dengan asal muasal make up perusuh itu pun kembali bertanya pada sang empu.
"Sebenarnya mereka pakai apa sih An, sepertinya bukan make up biasanya?"
Anelis tersenyum hambar.
"Itu An-- sebenarnya makeup yang di pakai mereka itu buatanku sendiri, pakai buah naga. Tadi pagi-pagi sekali, Arshi ribut minta di buatin, ku kira untuk dia sendiri, tapi malah..." Anelis menatap pantulan Maura prihatin, pasti putri kecilnya yang berulah hingga membuat anak sahabatnya itu jadi ikutan belepotan tak karuan.
"Hahaha, tidak apa-apa An. Lagi pula-- mereka tampak cantik, hahaha..." gelak Hanna menatap lucu pada kedua gadis kecil yang kini hanya berkedip-kedip dengan lingkaran merah memenuhi sekitar matanya.
Hingga tanpa di duga, terdengar alarm berbunyi, tanda baby Arshell bangun dari tidur lelapnya.
🍁🍁🍁
Annyeong Chingu
Happy Reading semuanya
__ADS_1
Saranghaja 💕💕💕