Secret Baby Girl

Secret Baby Girl
Semua Akan Baik-baik Saja Hanna...


__ADS_3

°°°~Happy Reading~°°°


" Bicaralah... "


Hanna menatap punggung itu dengan tatapan penuh luka, bahkan laki-laki itu memilih menghindarinya, menjauhi tubuhnya yang kotor penuh akan dosa, membelakanginya seolah enggan menatap pada wajahnya yang begitu tak tahu malu karena telah menumpang di kediaman nya.


Hanna menghela nafas dalam, berusaha menguatkan hatinya yang tak henti diterpa rasa sesak yang kian mendera.


" Malam ini... Saya akan keluar dari kediaman anda tuan... " Hanna memejamkan matanya rapat, air mata itu kembali jatuh membasahi wajah cantiknya, rasa sesak itu tak henti membelenggu hatinya yang tengah rapuh dan tak berdaya.


Mengapa ini begitu sulit ya Allah...


Mengapa ia masih tak rela melepaskan sang putri dari sisinya...


Mengapa ia masih begitu sulit menerima takdir yang telah engkau gariskan untuknya...


Kumohon, kuatlah Hanna...


" Saya titip Maura pada anda tuan... Tolong anda jaga putri saya baik-baik... Tolong jangan pernah anda sakiti hatinya sedikitpun, Maura gadis yang baik, percayalah... " Suara itu bergetar menahan tangis yang kian dalam, hatinya sesak, nafasnya tersengal menahan setiap siksa derita yang kian menghujam jiwa rapuhnya.


" Maura takut gelap, tolong jangan matikan lampunya saat ia tidur. Dan jika ia sulit tidur, tolong anda bacakan cerita untuknya, dekap tubuhnya, gadis kecil itu mudah terbangun saat malam hari, jadi tolong jangan anda tinggalkan dia sendirian... " Mengingat masa-masa kebersamaannya dengan sang putri, membuat Hanna semakin terisak, akankah ingatan itu hanya akan menjadi kenangan indah tanpa bisa terulang lagi? Menjadi lebur oleh waktu yang terus bergulir tanpa henti?

__ADS_1


Hanna mengusap wajahnya yang di penuhi lelehan air mata, sungguh hatinya terasa begitu sesak, ia masih tak rela, mengapa ini terasa begitu menyakitkan untuk ia hadapi, begitu berat untuk ia lalui, hingga membuat hatinya terasa begitu sesak dan sakit.


" Satu permintaannya yang belum bisa saya kabulkan... Tolong anda lakukan untuk saya tuan... tolong anda ajak dia ke taman bermain. Dulu... dulu dia selalu ingin pergi ke sana, namun saya belum mampu mengabulkannya. Maura... Maura pasti senang... " Lengkingan senyum itu mengembang di tengah derai air mata yang tak henti luruh dari wajahnya, membayangkan senyum indah sang putri, membuat Hanna sejenak melupakan rasa sakit yang kini membelenggunya tanpa henti.


Mungkin inilah jalan yang terbaik yang harus kamu lalui, Hanna. Melepaskannya, adalah hal terbaik yang bisa kamu lakukan untuk putri kecilmu, tidakkah kamu ingin putri kecilmu itu hidup bahagia? Dan bahagia itu hanya bisa tercipta bersama dengan sang daddy yang penuh akan materi, tidak bersama dengan dirimu yang penuh akan kemiskinan dan kekurangan.


Bersamamu hanya akan menciptakan derita, menghasilkan isak yang tak terkira, membuatnya terpenjara dalam kubangan rasa sakit yang kian dalam mendera.


" Hanya itu yang ingin saya sampaikan. Sebisa mungkin, saya akan menahan diri untuk tidak lagi menemuinya. Jadi anda tidak perlu khawatir, saya tidak akan lagi merebutnya dari anda. Terimakasih karena anda mau merawatnya. Saya harap, Maura bahagia bersama anda... "


Untuk yang terakhir kalinya, Hanna menatap David yang masih setia membelakanginya, laki-laki itu masih membisu, tiada satu kata yang terucap dari mulutnya, membuat Hanna semakin rendah diri, sebegitu muak kah laki-laki itu untuk sekedar menatapnya, bahkan untuk yang terakhir kalinya.


Setetes air mata itu jatuh untuk yang terakhir kalinya, sebelum akhirnya Hanna memilih undur diri, menyingkir dari laki-laki yang begitu tak mengharapkan kehadirannya, memilih meruntuhkan tubuhnya dari pada menjadi benalu yang tak tahu malu.


Menyerah pada takdir yang telah Tuhan gariskan untuk nya...


Ia mengaku kalah...


Kalah karena tidak mampu mempertahankan sang putri untuk tetap di sisinya.


Biarlah semua berakhir bahagia, Maura bersama dengan sang daddy yang begitu di rindukannya, sedang dirinya, bersama dengan kesendirian yang akan tercipta.

__ADS_1


Semua akan baik-baik saja Hanna...


Percayalah...


🍁🍁🍁


END....


-


-


TAPI BOONG😜


🍁🍁🍁


Annyeong Chingu


Mau di lanjut apa sampai disini saja😥


Jangan lupa like nya

__ADS_1


Happy Reading


Saranghaja 💕💕💕


__ADS_2