Secret Baby Girl

Secret Baby Girl
Pos Satpam


__ADS_3

°°°~Happy Reading~°°°


"Glanny glanny, shebeuntall ladi Molla mau puna dedek bayi oek oek loh..."


Uhuk uhuk...


Hanna yang tengah asik mengunyah makanannya itupun sontak dibuat tersedak, membuat David seketika bergerak cepat menepuk halus punggung sang istri yang kini naik turun akibat batuk yang tak kunjung mereda, menyodorkannya minum, memperlihatkan kepeduliannya yang kini sudah meningkat jauh.


"Are you oke?"


Hanna mengangguk sembari mengusap bawah matanya yang berair, "tidak apa-apa mas, uhuk uhuk..."


"Sudah, jangan bicara dulu. Ini minum airnya lagi..." Iba David, laki-laki itupun menuntun sang istri untuk kembali meminum air putih yang tadi di ambilnya.


Sedang mama Agatha, perempuan itu terlihat terkejut luar biasa, tak bisa di pungkiri jika perempuan itu nyatanya mengkhawatirkan status pernikahan sang putra yang pada awalnya hanya di landasi rasa pertanggungjawaban.


Namun kekhawatiran itu seketika sirna saat didapatinya kabar yang begitu menggembirakan, menantunya kini tengah mengandung, membuktikan bahwa kehidupan pernikahan sang putra tidak seburuk yang ia duga.


Harmonis dan romantis.


Tak ada lagi kecanggungan yang terlihat, semua lebur bersama bukti cinta yang kini tumbuh subur didalam rahim sang menantu idaman.


"Syukurlah Hanna, akhirnya kamu hamil sayang..." Pekik mama Agatha penuh binar bahagia.


Hanna membeku di tempatnya, mulutnya bagai terkunci, susah sekali untuk memberikan penjelasan pada sang mertua yang sudah terlanjur salah paham.


"I-itu ma... Hanna... Sebenarnya Hanna..." Belum selesai Hanna menjelaskan, mama Agatha kembali bersuara, perempuan itu bahkan bergerak lincah menuangkan semua makanan ke atas piring sang menantu tercinta.

__ADS_1


"Sudah sudah, kamu makan yang banyak, biar nanti kandungan kamu sehat, dan David junior bisa tumbuh dengan baik ya sayang..."


"Mommy duga makan puna na Molla eundak papa, biall dedek bayi oek oek eundak lapal-lapal, hihihi..." Timpal Maura tak ingin ketinggalan


"Maura sepertinya senang sekali mau punya dedek bayi oek-oek..." Kekeh mama Agatha menirukan gaya bicara sang cucu yang masih saja amburadul.


"Sheunang sheukalli glanny. Sheunang banak-banak. Molla udah llikuesh shama daddy Molla mau dedek bayi oek-oek yang gull, biall shama-shama Molla, tullush kita main mashak-mashak deh, hihihi..."


*llikuesh : request


Kesalahpahaman itu semakin bergulir panas, namun Hanna, perempuan itu masih saja kesulitan untuk menjelaskan.


Di liriknya sang suami berniat mencari bala bantuan, namun Hanna seketika mengernyit, kenapa suaminya itu malah asik senyum-senyum sendiri.


"Mas..." Lirih Hanna, namun suaminya itu hanya mengedikkan bahu pura-pura tidak tahu, benar-benar suaminya tak dapat di andalkan.


Hanna menghela nafas dalam-dalam, kali ini ia harus bisa meluruskan semua kesalah pahaman.


Mama Agatha malah tergelak.


"Sudah Han, jangan coba-coba ngerjain mama. Ngga mempan..."


"Tapi Hanna serius..." Wajah mama Agatha seketika berubah sendu, "Hanna benar-benar tidak sedang hamil ma. Maura hanya salah faham, dia sangat menginginkan adik..."


"Hanna..." Mama Agatha kehilangan kata-kata, ada rasa kecewa juga sedih yang kini menyeruak bersamaan.


"Maafkan Hanna ma..." Cicit Hanna menundukkan wajahnya.

__ADS_1


"Dave, bener yang dikatakan Hanna?" Selidik mama Agatha pada sang putra yang sejak tadi hanya diam membisu.


"Bener ma, buatnya aja baru kemarin. Gimana bisa langsung jadi bayi..." Seloroh David tidak pada tempatnya.


Membuat Hanna sontak membulatkan bola matanya lebar, susah payah ia menutupi rahasia itu, namun sang suami kini dengan seenak jidatnya membuka rahasia besar itu, bahkan di depan kedua mertuanya.


"Jadi yang kamu bilang kemarin Hanna sempat sakit sampai ngga bisa bangun, itu semua gara-gara kamu kerjain?" Mama Agatha sudah berkacak pinggang.


"Exactly..." Bangga David.


Plak...


"Au..." Pekik David saat mama Agatha menghadiahi satu pukulan di lengan kanannya.


"Ma..." Rutuk David tak terima.


"Apa, hah... Berani sama mama?" Tantang mama Agatha.


"Lagian kamu ya Dave, ngga pernah sedikitpun mikirin gimana jadi istrimu... Dimana-mana laki-laki itu emang sama aja, ngga peka, cuman mikir enaknya aja..." Rutuk mama Agatha pada sikap sang putra.


"Hanna, setelah ini kamu harus bangun pos satpam biar suami kamu ngga bisa asal masuk semaunya aja, ya sayang..."


Membuat Hanna sontak melongo, apa hubungannya pos satpam dengan pembahasan mereka saat ini?


🍁🍁🍁


Annyeong Chingu

__ADS_1


Happy Reading ya


Saranghaja


__ADS_2