Secret Baby Girl

Secret Baby Girl
Kullash-kullash Daddy


__ADS_3

°°°~Happy Reading~°°°


"Iya ma, padahal jauh-jauh hari mas David sudah janji mau ajak Maura jalan-jalan..." Kesal Hanna mencatut nama sang putri. Padahal dirinya sendiri yang ingin menghabiskan waktu bersama suaminya.


"Sudah, tidak apa-apa. Biarkan saja anak kurang ajar itu pusing mikirin kerjaan, kita jalan-jalan saja Han..." Smirk mama Agatha.


"Sayang, ayo kita jalan-jalan, kita kuras hartanya daddy..." Ajak mama Agatha memprovokasi sang cucu.


"Shiap glanny, ayo kita kullash-kullash daddy..." Seru Maura asal ceplos tanpa tau makna sebenarnya, yang penting sekarang ia akan jalan-jalan bersama mommy dan granny nya.


Selesai bersiap diri, mereka pun segera melaju ke sebuah salon kecantikan langganan mama Agatha. Ketiganya pun melakukan berbagai treatment kecantikan, tak terkecuali si kecil Maura, gadis kecil itu terlihat begitu antusias saat kuku-kuku mungilnya kini dihias dengan kutek berwarna-warni begitu cantiknya.


"Woahhh, lihat myh... Dalli-dalli na Molla dadi tantik sheukalli, ada kitty-kitty na, Molla shuka Molla shuka..." Girang gadis kecil itu sembari menunjukkan ke sepuluh jari tangannya yang di hias dengan tema kartun hello kitty.


"Iya sayang, Maura diam dulu. Biar kutek nya kering dulu ya..." Saran Hanna pada sang putri yang bergerak-gerak tak mau diam, gadis kecil itu memang terlalu aktif jika tengah antusias seperti ini.


"Silahkan anda ikut saya untuk di make up nona..." Seru salah satu karyawan setelah berhasil menyelesaikan treatment manicure pada jemari tangan Hanna.


Membuat Hanna sontak tercenung.


"Emmm... Saya tidak minta untuk di make up mba, mungkin mba salah orang..."


"Mama yang minta Han, kamu di-make up ya, sekali-kali, biar suami kamu nyesel karena udah nganggurin kamu di hari libur..."


Membuat Hanna sontak saja tersulut, kekesalan kembali hadir dalam relung hatinya, benar juga yang di katakan sang mertua, ia harus menjadi lebih cantik dari yang biasanya agar suaminya itu menyesal karena telah meninggalkannya hanya karena urusan pekerjaan.


"Baik ma..." Hanna pun mengangguk menyetujui usulan sang mertua.


Selesai menjalani perawatan yang tak murah itu, ketiganya beralih ke sebuah butik ternama langganan para pejabat dan crazy rich lainnya.


Mama Agatha benar-benar menepati janjinya, perempuan itu memborong berbagai pakaian branded hanya untuk menguras kantong tebal sang putra.


"Ma, sudah cukup. Ini sudah sangat banyak. Kasihan mas David..." Sesal Hanna.


"Maksud kamu kasihan kalau David nanti jadi miskin? Sudah, jangan terlalu khawatir. Dia tidak akan miskin hanya karena baju-baju ini Han..." Sahut mama Agatha santai tak perduli akan nasib sang putra nantinya.

__ADS_1


"Tapi ini juga tidak baik untuk Maura ma. Emmm... maaf, bukan maksud Hanna untuk menggurui mama, tapi..." Perempuan itu tercekat, takut tegurannya sampai melukai harga diri sang mertua.


"Tidak apa, mama ngerti kok maksud kamu. Kamu benar-benar ibu yang hebat Han..." Salutnya sembari mengusap lengan sang menantu.


Hanna menyunggingkan senyumnya, syukurlah mama mertuanya itu tak sampai tersinggung akan ucapannya.


"Mama juga mama yang hebat, terbukti mama bisa membesarkan mas David menjadi laki-laki sehebat ini..." Puji Hanna tulus, tiba-tiba perempuan itu jadi rindu akan kehadiran suaminya, ingin rasanya mendapatkan rengkuhan hangat dari laki-laki yang sudah berhasil membuatnya kesal seharian ini.


"Ya udah, kita akhiri sesi belanja hari ini" putus mama Agatha.


"Sayang, sudah cukup memilihnya..." Seru mama Agatha mengkomando sang cucu agar mengakhiri sesi memilih bajunya.


"Glanny, Molla mau pakai badu ini, bolleh..." Sahut Maura menyodorkan dress mini berwarna piech yang terlihat begitu cantik dengan hiasan kain tille yang mengembang besar. Di belakangnya terdapat pita besar yang membuat gaun itu semakin terlihat indah penuh keglamoran.


"Tidak apa sayang. Kamu minta bantu sama tante itu untuk pakai ya..."


Menunggu sang cucu mengenakan bajunya, tiba-tiba mama Agatha menepuk jidat nya, "Ya ampun..."


Membuat Hanna sontak menoleh menatap sang mertua.


"Mama ada arisan Han..." Sahut nya penuh kepanikan, bagaimana nenek-nenek itu bisa lupa jika hari ini ada arisan geng sosialita... .


"Hari ini ma?"


"Iya..."


"Kamu temani mama pergi arisan ya Han..." Pinta mama Agatha.


Hanna menimbang, "tapi Hanna takut buat mama malu, gimana kalau Hanna nanti malah buat masalah..."


"Tidak. Tidak apa-apa Han. Tidak akan ada orang yang berani sentuh mantu mama, kamu temani mama ya Han, please..."


Lama-lama, Hanna di buat tak tega menatap pada sang mertua yang sudah memohon-mohon seperti ini, tapi... .


"Tapi ma..." Sembari menatap pada sekujur tubuhnya yang hanya berbalut gamis sederhana dari brand ternama.

__ADS_1


"Tinggal ganti baju aja. Kamu kan udah di make up sayang, udah cantik, pasti nanti pada iri sama mama karena mama punya menantu secantik kamu, ya Han..."


"Hmmm, iya ma..."


Hanna pun menurut, perempuan itu memilih mengganti baju sesuai dengan pilihan dari sang mertua.


Dahinya sedikit berkerut, gaun yang dipakainya ini di rasa terlalu mewah untuk sekedar mendatangi tempat arisan. Apa jangan-jangan memang seperti ini arisan para kaum sosialita?


"Masyaallah... Cantiknya mantu mama..." Puji mama Agatha menatap pada sang menantu yang sudah cantik dengan dress berwarna piech nya.


Hanna tersipu, " terimakasih ma..."


"Woahhh... Mommy tantik sheukalli, millip dadalli. Tantik tantik tantik..."


*Dadalli: bidadari


"Ya sudah, kalau begitu kita meluncur..."


Setengah jam perjalanan, akhirnya mereka sampai di sebuah hotel ternama salah satu aset milik David, suaminya. Memandang dengan penuh takjub, perempuan itu tak sadar jika hotel dengan bangunan tinggi menjulang itu milik sosok laki-laki yang kini berstatus sebagai suaminya.


Sampai di lantai 20, Tiba-tiba mama Agatha meremas perutnya dengan wajah pias.


"Aduh..." Perempuan itu mengaduh tepat di depan pintu dimana acara akan segera dilangsungkan. Membuat Hanna sontak panik luar biasa, pasalnya dari tadi mama mertuanya itu terlihat baik-baik saja.


"Mama kenapa?"


🍁🍁🍁


Annyeong Chingu


Masih semangat ngga nih, hehehe


Happy Reading


Saranghaja 💕💕💕

__ADS_1


__ADS_2