
°°°~Happy Reading~°°°
"Ma, Hanna izin cari Maura dulu ya..." Izin Hanna beralasan, tak mungkin jika dirinya mengeluh pusing karena terlalu lelah menjamu para tamu undangan.
Mama Agatha mengangguk menyetujui, Hanna pun pamit undur diri, melangkahkan kaki mencari keberadaan sang suami agar memperbolehkannya untuk mengistirahatkan diri, perempuan itu benar-benar tak kuasa jika harus bertahan di dalam ruangan itu lebih lama lagi.
"Mas..." Sahut Hanna begitu mendapati keberadaan sang suami yang masih sibuk berbincang dengan dua rekan bisnisnya.
Laki-laki itupun menoleh, "sayang..."
Sambut David, laki-laki itupun membawa sang istri mendekat ke arahnya, melingkarkan tangannya merengkuh erat di pinggang rampingnya.
"Sayang, perkenalkan, ini tuan Bryan, salah satu rekan bisnis mas juga..."
"Tuan Bryan, perkenalkan istriku, Hanna..."
Sahut David memperkenalkan keduanya tanpa tahu jika sang istri kini tengah merasakan pusing yang teramat, wajahnya yang mulai memucat pun kini tersamarkan oleh make up yang semakin mempercantik paras cantiknya.
Hanna berusaha menyunggingkan senyumnya meski kepalanya sudah terasa pusing tak karuan, setidaknya ia tak ingin membuat suaminya malu dengan sikap angkuhnya.
"Ahhh, sekarang tuan David benar-benar tidak bisa jauh dari istrinya rupanya..." Sindir Marvell menatap jengah pada tangan kanan David yang kini melingkar erat di pinggang ramping sang istri.
__ADS_1
"Hahaha, tuan Marvell sepertinya iri dengan kebahagiaan saya hari ini..."
"Iri? Ck, untuk apa saya iri pada anda, tuan David. Bagaimanapun saya jauh lebih berpengalaman di banding anda. You should ask me for tips so you can get your wife pregnant again, hahaha..." (Seharusnya anda meminta tips dari saya agar anda bisa membuat istri anda mengandung lagi, hahaha...).
David mengedikkan bahu merasa kalah dalam perdebatan, sebaiknya ia mengalihkan topik pembicaraan jika tak ingin semakin kalah omongan.
"Oh ya sayang, istri tuan Marvell telah melahirkan dua hari lalu, he got a baby boy..."
"Oh ya mas? Alhamdulillah, selamat tuan Marvell. Tolong sampaikan salam dan selamat saya pada istri anda..."
"Tentu, pasti istriku akan senang sekali mendapat ucapan darimu..."
"Tapi saya lihat-lihat, sepertinya tuan Marvell tidak terlalu bahagia setelah mendapatkan putra baru..." Nilai tuan Bryan pada rekan bisnisnya itu.
Dan keduanya pun tergelak di tengah nasib buruk yang kini harus Marvell alami, kesal, laki-laki itupun menenggak habis minuman di tangannya.
"Awas saja kalian..." Sengak David memperingati kedua rekan bisnisnya itu, dan tawa pun semakin menggelegar, wajah masam Marvell benar-benar suatu hiburan.
Dan di tengah-tengah gelak tawa yang masih membahana, Hanna merasakan pusing yang semakin mendera, kepalanya terasa berputar, matanya mulai berkunang-kunang, memaksanya untuk segera meminta izin pada suaminya, atau ia akan segera tumbang nantinya.
"Mas..." Lirih Hanna menghentikan tawa David yang masih membahana.
__ADS_1
"Ya sayang..."
"Disini ada kamar kosong tidak? Hanna ingin istirahat sebentar..." Sahut Hanna tak ingin menyulut kekhawatiran sang suami.
"Sayang, ini masih terik. Tidak enak jika meninggalkan tamu hanya untuk bersenang-senang di atas ranjang..." Timpal David tanpa memperdulikan tatapan jengah dari kedua rekan bisnisnya.
"Tidak, Hanna tidak mau itu. Hanna cuman mau istirahat sebentar. Mas disini saja, tidak enak dengan tamu undangan..." Hanna benar-benar tak sanggup jika harus menimpali kemesuman suaminya, kepalanya semakin berputar hebat, kedua kakinya terasa lemas, Hanna mulai kepayahan menyeimbangkan tubuhnya.
"Tidak apa tuan David, temanilah istrimu..." Saran Marvell.
"Mas..."
Belum selesai Hanna mengucapkan kalimatnya, tubuhnya kini limbung tak sadarkan diri, membuat David sontak merengkuh tubuh lemah itu dalam dekapannya, wajahnya sontak diliputi kekhawatiran yang teramat saat didapatinya sang istri tiba-tiba saja tak sadarkan diri.
"Sayang..." .
🍁🍁🍁
Annyeong Chingu
Happy Reading guys
__ADS_1
Saranghaja 💕💕💕