
°°°~Happy Reading~°°°
"Ahhh..."
"Brakkk..."
Hampir saja Hanna terhempas membentur dinginnya lantai, untung saja David dengan sigap menangkap tubuh ramping istrinya itu dengan cekatan, membuat tubuh Hanna seketika tertahan dalam dekapan sang suami yang selama ini tak pernah ia dapatkan.
Kedua insan itupun saling menatap dalam debaran jantung yang sulit dikendalikan, keduanya sama-sama tenggelam dalam hanyut lamun yang tak berkesudahan, saling membisu, menatap satu sama lain dalam debaran jantung yang kian lama kian menggila.
"Mommy shama daddy kok tumpuk-tumpuk?"
Membuat Hanna tersadar jika kini tengah menindih tubuh kekar suaminya, berusaha melepaskan, namun tubuhnya tertahan akibat di rengkuh erat.
"M-mas..."
Memaksa David keluar dari lamunannya, ia pun segera melepas rengkuhannya, membantu Hanna untuk bangkit dari semua keterkejutan.
"Kau tidak apa-apa?" Ucapnya penuh khawatir.
Hanna menggeleng, "tidak apa mas..."
"Mas... Mas tidak apa kan? Punggung mas sakit? Apa Hanna berat?" Sekumpulan pertanyaan itu Hanna lontarkan dengan raut wajah khawatir, rasa bersalah seketika berkubang di dalam hatinya, bagaimana jika suaminya itu terluka? Atau bahkan ada cidera karena telah ia tindih dengan begitu keras.
David masih tak bergeming, pikirannya masih belum sepenuhnya waras, lamunannya masih mengembara entah kemana, wajah khawatir sang istri benar-benar mengusik hatinya yang telah lama bertapa, cantik dan menggemaskan, rupanya David mulai terpesona.
Hingga acara tatap-tatapan itu kembali terjadi, memberikan kesempatan gadis kecil itu untuk kembali menyerang tanpa henti.
"Shellang..." Gadis kecil itu kembali mengarahkan shower itu ke arah sang mommy, membuat David tanpa sadar maju melindungi tubuh Hanna dari terpaan air, memeluknya erat, membuat tubuh Hanna sontak ikut basah karena terkena lelehan air dari bajunya sendiri.
__ADS_1
"Stop girl!!!" Peringat David masih dengan memeluk sang istri.
"Eundak mauuu, daddy tullang, daddy beulteuman shama mommy, Molla sheundillian eundak ada beshtie..." Protes Maura mengetahui dirinya hanya sendiri tanpa pangeran berkuda putih.
"Lepasin mas, nanti Maura makin ngambek..." Saran Hanna berusaha melepaskan rengkuhan sang suami.
"Tidak, nanti kau akan basah Hanna..."
Membuat Hanna menghela nafas dalam.
"Hanna sudah basah karena mas..." Dan itulah kenyataannya, baju basah yang kini di kenakan David nyatanya menempel lekat di tubuh Hanna, membuat tubuh depannya sontak basah kuyup.
David mematung, rahangnya tiba-tiba mengeras, kata-kata sang istri yang ia artikan lain, membuat pikirannya kembali berkeliaran ke entah berantah, membuat Hanna kembali menginterupsi.
"Mas, lepas dulu..."
"Sayang, sudah dong. Kasihan daddy, daddy kan baru pulang bekerja, daddy nya capek..." Tegur Hanna pada sang putri yang masih memborbardir punggung David dengan air shower.
Membuat gadis kecil itu sontak menghentikan pergerakannya.
"Kata daddy, daddy mau main peullang-peullang shama Molla..." Cebik nya.
"Iya, main perang-perang nya lain kali lagi ya sayang, ini sudah sore, kasihan daddy belum mandi, ya..."
Berpikir sejenak.
"Baiklah mommy..."
Sahut Maura pada akhirnya, gadis kecil itupun beralih menatap pada sang daddy.
__ADS_1
"Daddy... Peullang-peullang na shudah sheleshai, daddy kelluall shaja, Molla mau mandi shama mommy shaja..."
Sahut gadis kecil itu berbaik hati karena tau jika sang daddy pasti akan capek jika terus menemaninya bermain, membuat David sontak mendesah kesal, ia merasa di campakkan begitu saja, membuat laki-laki itu sontak berlalu tanpa menatap pada sang istri atau bahkan putri tercinta.
"Mommy, daddy ngambek kalluna eundak jadi mandi shama Molla ya myh..." Heran Maura karena merasa di acuhkan.
"Tidak sayang, daddy hanya kedinginan, jadi ingin cepat-cepat ganti baju..."
"Mommy duga bashah, eundak ding-ding?"
Hanna mengangguk seketika.
"Mommy dingin sekali sayang, Maura sini peluk mommy biar mommy hangat..." Sahut Hanna mengetatkan tubuhnya pura-pura kedinginan, membuat gadis kecil itupun maju merengkuh sang mommy memberikan kehangatan.
"Mommy na Molla yang tantik udah eundak ding-ding ladih kan myh, kan udah Molla pulluk?"
Angguk Hanna, "iya sayang, mommy sudah tidak dingin lagi. Putri mommy hebat sekali..."
"Molla gitu loh, putulli na mommy Hanna, hihihi..."
🍁🍁🍁
Annyeong Chingu
Yok semangat yok, bentar lagi mau ramadhan nih
Happy Reading
Saranghaja 💕💕💕
__ADS_1