Secret Baby Girl

Secret Baby Girl
Bagaimana Takdir Mempertemukan


__ADS_3

°°°~Happy Reading~°°°


"Sepertinya rumus itu hanya berlaku untuk tuan Marvell saja, saya tidak semudah itu untuk ditaklukkan..." Angkuhnya, pernikahan dengan Hanna nyatanya tak sampai membuatnya lupa ingatan atau bahkan tergila-gila hingga melupakan kerjaan.


Marvell mengedikkan bahunya, "kita lihat saja nanti..."


Dan di tengah perdebatan sengit itu, ponsel milik David tak henti berkedip menandakan ada panggilan masuk, namun nyatanya laki-laki itu tak berniat untuk mengangkatnya atau bahkan menilik siapa gerangan yang tak henti meneleponnya, membuat Marvell sontak bersuara.


"Angkat saja tuan David..."


"Ahhh, tak apa tuan Marvell. Saya bisa meneleponnya nanti..." Timpal David sungkan, bisa menjalin kerja sama dengan Marvell saja sudah sebuah keajaiban, bagaimana ia bisa mengacuhkan pengusaha ternama itu begitu saja.


"Tak apa, mungkin saja itu penting..." Sembari menenggak minumannya, minuman halal yang hanya bisa menghilangkan dahaga, bukan akal pikiran.


David pun menyaut ponselnya yang ia letakkan di atas meja, bola matanya seketika memicing saat didapatinya nama sang istri kini tertera di layar ponsel, ini adalah panggilan pertamanya dari perempuan yang baru beberapa minggu ini ia persunting, ada apa sebenarnya hingga istrinya itu sampai meneleponnya hingga berkali-kali.


Di gesernya tombol hijau dan panggilan pun tersambung.


"Daddy..." Pekikan suara sang putri seketika mendengung di gendang telinga, membuat David sontak menjauhkan ponsel dari telinganya yang tiba-tiba berdenging hebat.


"Daddy kok lamma sheukalli angkat phon-phon na?" Terdengar pekikan kesal dari si kecil Maura, sedari tadi melakukan panggilan, baru panggilan ke tujuh daddy nya itu bersedia menjawab sambungan teleponnya.


"Sorry girl, daddy sedang ada tamu. Kamu ada apa menelepon daddy, hmmm..." Sahut David tak enak hati karena telah menyembunyikan fakta bahwa dirinya telah menikah bahkan memiliki putri yang menggemaskan.

__ADS_1


"Molla mau tullita waktu tadi di shekullah daddy. Di shana, Molla ada beshti ballu, Molla sheunang sheukalli, Molla eundak shaball beshok mau beullangkat shekullah ladi, hihihi..." Kikik Maura.


"Ahhh, benarkah?"


"Huum, nama na Ashi daddy. Ashi tullewet sheukalli, tapi Molla shuka..."


"Baiklah. Saat daddy pulang nanti, ceritakan pada daddy, oke girl..."


"Shiap daddy..."


Panggilan pun terputus, reaksi yang diterima David setelah itu adalah picingan mata dari Marvell yang masih setengah tak percaya.


"So you already have a wife, even a daughter?" (Jadi kau sudah memiliki istri, bahkan seorang putri?)


"Yeah, that's how it is. I recently found out that I have a daughter, so I decided to take responsibility by marrying her. What a crazy decision, isn't it?" (Yeah, begitulah. Aku baru-baru ini mengetahui bahwa aku memiliki seorang putri, jadi aku memutuskan untuk bertanggungjawab dengan menikahinya. Keputusan yang sangat gila bukan?)


"No, it's the right decision mr. David" (Tidak, itu keputusan yang tepat tuan David)


"I've been in that position before, marrying women just because of past responsibilities. I thought I would regret making that crazy decision, but in fact, they are my happiness"


(Dulu aku pun pernah berada di posisi itu, menikahi perempuan hanya karena pertanggungjawaban di masa lalu. Ku pikir dulu aku akan menyesal mengambil keputusan gila itu, tapi nyatanya, merekalah kebahagiaanku...)


"Entahlah, mungkin akan sedikit sulit untuk benar-benar menjadi keluarga bahagia, bahkan sampai sekarang pun aku belum pernah menyentuhnya setelah menikahinya..." Keluh David mengusap wajah frustasi.

__ADS_1


"What... Apa kau bercanda? Bagaimana kau bisa menaham diri sampai saat ini tuan David..."


"Bukan sepenuhnya menaham diri, hanya terkadang merasa tergoda..."


"Ck, rupanya anda tidak bisa memanfaatkan situasi yang ada tuan David..." Decak Marvell menyalahkan sikap David yang tak berani mengambil inisiatif.


"Itu dua konsep yang berbeda tuan Marvell, aku hanya memberikan istriku waktu untuk beradaptasi dengan keadaan kita sekarang..." Kilah David, padahal di benaknya tersemat berjuta keinginan untuk mengukir malam indah bersama.


"Ck, omong kosong..." Decak Marvell.


"Apa anda sadar tuan David jika kisah kita hampir sama? Apa kita telah ditakdirkan Tuhan untuk menjalin hubungan yang lebih serius, menikahkan anak-anak kita misalnya, hahaha..." Tawa Marvell menggelegar, jarang-jarang laki-laki berwajah dingin itu menunjukkan emosinya pada orang asing, namun sekarang laki-laki itu bahkan tak sungkan untuk meluncurkan canda tawa.


"Putriku sangat berharga tuan Marvell, jadi jika anda ingin menjodohkan putra anda dengan putri saya, putra anda harus memiliki kualifikasi yang bagus..."


"Anda tak akan pernah menyesal jika anda menyerahkan putri anda pada putraku tuan. Putraku sangat genius, bahkan di usianya yang baru 4 tahun saja dia telah menguasai buku-buku bisnis milikku, bukankah itu sudah cukup untuk putri anda tuan, ahahaha..."


"Kita lihat saja nanti bagaimana takdir mempertemukan mereka..."


🍁🍁🍁


Annyeong Chingu


Ini nih asal-usul perjodohan si dingin Arsha dan si pemalu Molla, ehehehe

__ADS_1


Happy Reading


Saranghaja 💕💕💕


__ADS_2