Secret Baby Girl

Secret Baby Girl
Masih Umpik-umpik


__ADS_3

°°°~Happy Reading ~°°°


"Asshamikum" lengkingan suara itu berhasil mengambil alih seluruh perhatian penghuni ruangan, membuat ketiganya sontak menoleh menatap pada sosok gadis kecil yang kini tengah berdiri di ambang pintu dengan senyum lebarnya.


"Wouw, glanny shini..." Gadis kecil itu sontak berlari mendekat pada sang granny yang beberapa hari ini tak dapat ia temui, merengkuhnya erat, gadis kecil itu terlihat begitu antusias saat mendapati sang granny kini ada di kantor sang daddy.


"Unch unch... Cucu granny udah pulang sekolah rupanya..." sambut mama Agatha tak kalah antusias, jemari lentiknya pun kini bergerak menjembel pipi chubby Maura yang tampak semakin menggelembung besar.


"Sayang, salim dulu dong nak..." peringat Hanna, membuat gadis kecil itupun meringis memperlihatkan deretan gigi-gigi kecilnya, "hehehe, sholli-sholli mommyh. Molla loget, hihihi..."


*sholli-sholli : sorry/maaf


*loget: forget/lupa


Tangan kecilnya pun mengayun meraih tangan sang granny lalu menciumnya, tak lupa setitik air liur itu turut ia daratkan di punggung tangan sang granny, membuat mama Agatha sontak saja meringis.


"Granny trauma kalau tangan granny kamu cium sayang, lihat, tangan granny jadi basah..." tunjuk mama Agatha pada punggung tangannya yang sedikit basah.


"Hihihi, liull na Molla banak-banak sheukalli glanny, jadi Molla mau shelling-shelling duga shama glanny. Kata Ashi kita hallush geumall shelling-shelling biall kubullan na eundak shumpit, hihihi..." Kekeh gadis kecil itu mengelak dari kebiasaan buruknya.

__ADS_1


*shumpit : sempit


*shelling-shelling : sharing-sharing/bagi-bagi


Hingga pandangan gadis kecil itu tertuju pada sang daddy yang sesekali menyeruput makanan di mangkuk nya.


"Daddy itu lagi mamam apa?" tanya Maura menilik pada makanan sang daddy yang hanya menyisakan bulatan-bulatan kecil.


"Eummm, apa ya... cobek? Entahlah daddy juga tidak tau girl. Ini namanya apa sayang..." tanya David frustasi, laki-laki itu bahkan tak mampu menyebutkan nama makanan yang kini telah berhasil membuatnya kekenyangan itu.


"Pempek mas..." ingat Hanna.


"Umpik-umpik? Daddy kok eundak shelling-shelling shih shama Molla?" cebik Maura menatap iri pada makanan yang hanya tersisa kuah dan segelintir isinya.


"Oh iya, sini... Daddy suapin girl..." Panggil David melambaikan tangan agar gadis kecil itu mendekat dan duduk di pangkuannya.


Maura mengernyit. "Umpik-umpik na itu aja, eundak ada enjin?"


Angguk David. "Yeah, daddy tidak sengaja menghabiskannya tadi, soalnya tadi daddy sangat lapar dan sekarang daddy sudah kenyang, jadi ini untuk kamu saja..." Tak ada akhlak, laki-laki itu bahkan tega menawarkan sisa makanannya pada putri kecilnya, membuat mama Agatha sontak berdecih.

__ADS_1


"Ngga jadi anak ngga jadi bapak, kamu kok ngga ada bagus-bagusnya ya Dave, masa anak sendiri kamu kasih sisa?! Padahal mama tadi sengaja beli 5 bungkus biar cucu mama itu bisa ikut makan tapi malah kamu habisin sendirian?! Dasar ngga ada akhlaq!!!" umpat mama Agatha merutuki tingkah rakus sang putra, membuat si kecil Maura sontak mendelik.


"Wouw, daddy lakush velli-velli shampe habish 5 umpik-umpik... Nanti kalau daddy mashih lakush-lakush enjin, tullush eundak mau shelling-shelling Molla, nanti daddy jadi tambah endut shepeulti cek gu beushall, hihihi..." sahut Maura menyumpahi sang daddy, membuat David seketika memberengut, wajahnya berubah memelas.


*velli : very/sangat


*lakush velli-velli : sangat-sangat rakus


"Sayang, gimana kalau nanti mas jadi gendut beneran, terus perut mas ngga sixpack lagi gimana..."


🍁🍁🍁


Annyeong Chingu


Gimana nih, masih mau ngga sama bang David, hehehe


Happy Reading


Saranghaja 💕💕💕

__ADS_1


__ADS_2