
°°°~Happy Reading ~°°°
Pagi-pagi sekali, gadis kecil itu sudah selesai dengan penampilannya. Penampilannya tampak begitu cantik dengan dress selutut berwarna merah muda dipadukan dengan tas selempang yang menggantung di pundaknya.
Kali ini Maura melakukannya sendiri, tanpa bantuan sang mommy, hanya dipantau oleh beberapa pelayan yang pastinya akan siap sedia membantu dirinya yang baru-baru ini belajar mandiri.
"Mommyh, myh... Cummon, ceupat-ceupat. Nanti bullu kullosh..." Teriak gadis kecil itu berlari memasuki kamar sang mommy.
*kullosh : close/tutup
Baru saja membuka pintu, gadis kecil itu sudah di buat mendelik.
"Atapilulloh..." sentak Maura seketika saat mendapati sang mommy yang kini tengah mengeringkan rambut sang daddy dengan sehelai handuk di tangannya. Jangan di tanya soal hair dryer, David tidak suka menggunakannya karena akan mengurangi adegan romantis yang akan tercipta nantinya.
"Mommy koo bellum lidy-lidy shih... ."
*Lidy : ready/siap
Sungut gadis kecil itu saat mendapati sang mommy yang masih belum siap dengan penampilannya. Bahkan sehelai handuk itu masih bertengger cantik di kepala sang mommy yang menandakan jika perempuan itu baru saja selesai berkeramas.
"Iya, sebentar sayang. Ini kan masih pagi, toko nya juga belum buka..." Hanna masih melanjutkan aktifitasnya, kalau belum kering, pasti suaminya itu akan terus merengek. Kalau begitu apa gunanya hair dryer wahai tuan muda.
"Kan nanti hallush naik kall dullu myh, kallau beullangkat nanti-nanti mallah teullambat, toko na nanti bullu kullos..." rutuk Maura mendekat pada kedua orangtuanya yang masih saja sibuk dengan aktifitasnya.
*Kall : car/mobil.
"Daddy shudah dangan minta mommy bantu kelling lambut na daddy. Molla aja tadi shiap-shiap sheundilli eundak bantu mommy, daddy manjah..." sergah Maura tak ingin jika perjalanannya kali ini tertunda lebih lama lagi akibat ulah manja sang daddy.
__ADS_1
"Tenang girl, nanti daddy suruh Kevin ngebut."
"Eundak bolleh but-butan daddy. Nanti kena llazia sama om pollais, Molla eundak mau masuk jalla. Kata Ashi jalla itu shullam, banyak hantu na... ."
*Pollais : police/posisi
"Kamu tuh jangan ngajarin anak yang nggak bener dong mas, untung Maura nya ngerti," rutuk Hanna sembari menghentikan aktifitasnya.
Baru saja hendak beranjak mengambilkan pakaian untuk suaminya, namun tangannya sudah di cekal oleh David.
"Sudah, biar mas saja." Laki-laki itu bangkit dari ranjangnya, dengan masih mengenakan handuk di pinggangnya, ia berjalan melenggang masuk ke ruang closet. Rupanya sedari tadi David belum berpakaian sama sekali. Hanya bagian bawahnya yang terbalut handuk yang jelas tak seberapa menutupi.
"Putri mommy cantik sekali. Tadi siap-siap sendiri?" Tau jika sang putri tengah bersungut marah, Hanna lantas membawa sang putri duduk di sebelahnya.
"Iya dong myh, kan Molla anak mandilli, eundak shepeulti daddy. Daddy shuka mallash-mallash shama mommy."
"Mau mau... ."
Kemudian tangan terampil itupun mulai bergerak lincah menyusun helai demi helai rambut sang putri. Hingga sepuluh menit berlalu, kini Maura tampak semakin cantik dengan rambutnya yang lebih tertata rapi.
"Maacih mommy na Molla yang tantik bidadalli, hihihi... ."
"Sama-sama putrinya mommy yang paling cantik seperti bidadari..." balas Hanna mencium gemas pipi chubby sang putri.
"Tok tok tok... Dedek bayi oek-oek ladi apa?" sahut gadis kecil itu tiba-tiba sembari menduselkan wajahnya di depan perut buncit sang mommy.
Perut Hanna yang tadinya tenang tanpa menunjukkan banyak gerakan, kini tiba-tiba berdenyut pelan. Bayinya menendang.
__ADS_1
"Woahhh, pullut mommy geullak-geullak myh..." sahut Maura menatap perut sang mommy penuh binar bahagia.
"Iya sayang, itu tandanya adek lagi ngajak kakak Maura bermain sayang... ."
Seketika itu Maura mengernyit.
"Kan dedek bayi oek-oek na mashih dalam pullut na mommy. Main na gimana?" sahut gadis kecil itu penuh tanda tanya.
"Kamu usap-usap aja perut nya mommy, nanti adek nendang lagi... ."
Tanpa pikir panjang, tangan mungil itu kembali bergerak mengelus lembut perut sang mommy. Dan ajaib, perkataan mommy nya itu benar, perut Hanna kembali bergerak-gerak mengikuti usapan tangan si kecil Maura, membuat gadis kecil itu sontak terkikik.
"Hihihi, dedek bayi oek-oek shuka main shama kakak Molla ya, hihihi..." kekeh Maura menatap lucu pada perut sang mommy yang terlihat berdenyut pelan.
"Loh kok malah pada main. Katanya mau cepat pergi, ini daddy udah siap loh... ."
🍁🍁🍁
Annyeong Chingu
Double up untuk hari ini
Jangan lupa like ya
Happy Reading
Saranghaja 💕💕💕
__ADS_1