Secret Baby Girl

Secret Baby Girl
Pertama Kalinya


__ADS_3

°°°~Happy Reading~°°°


Mobil melaju perlahan membelah keramaian ibukota, Hanna dengan ditemani sang putri tengah menuju ke perusahaan sang suami mengantarkan berkas penting yang tak sengaja tertinggal di rumah.


Dinginnya AC yang berhembus menerpa kulit di tengah hawa panas kota Jakarta, membuat Hanna akhirnya terhanyut dalam mimpi indah di sepanjang jalan.


Hingga tepukan halus itu berhasil mengusik tidur nyenyak nya.


"Myh, mommyh... Banun banun... Shudah shampe itu..."


Terpaksa Hanna membuka kelopak matanya saat suara bising itu semakin menghujam indra pendengarannya, memaksanya keluar dari mimpi indah yang tak sengaja di rengkuh nya.


"Mommyh, itu udah shampe llusahaan na daddy. Mommy teupat-teupat banun, daddy pashti udah tunggu-tunggu di dalam..." Ucap Maura tak sabar bertandang ke kantor sang daddy untuk pertama kalinya.


"Euhmmm, udah shampe ya sayang..." Hanna sedikit meregangkan tubuhnya yang sedikit pegal karena tidur bersandar bangku mobil.


"Iya myh... Mommy shih tidull-tidull mulullu, jadi na eundak tahu kalau udah shampe llusahaan..." Protes Maura.


Hanna menyunggingkan bibirnya, lucu sekali wajah putrinya jika tengah memberengut kesal.


"Baiklah, sekarang kita turun dan temui daddy..."


Hanna menggandeng tangan sang putri memasuki gedung perusahaan milik suaminya, hingga mereka tiba di meja resepsionis, salah seorang resepsionis menyambutnya dengan ramah.


"Selamat siang nona, ada yang bisa saya bantu?" Tawar sang resepsionis begitu menyadari kedatangan Hanna bersama seorang gadis kecil.


"Ehmmm, saya ada keperluan dengan mas David..."

__ADS_1


Seketika ketiga resepsionis itu saling mengernyitkan dahi, saling pandang penuh tanda tanya.


Mas? Perempuan itu memanggil sang pemilik perusahaan besar dengan panggilan mas? Apa ada hubungan khusus antara kedua insan itu? Atau kali ini hanya tipu daya seorang penipu yang berusaha mengambil keuntungan semata?


Ketiga resepsionis itu saling membatin.


"Apa anda sudah membuat janji dengan tuan David nona?"


Hanna menggeleng "tidak, tapi saya di minta datang mengantarkan berkas yang di minta sua... Ehmmm... maksud saya, mas David meminta saya mengantarkan berkas ini, katanya berkas penting untuk bahan meeting..."


"Anda bisa memberikan dokumen nya kepada saya, nanti akan saya sampaikan pada sekretaris tuan David..." Pinta resepsionis itu, ia tak ingin mengambil resiko dengan memperbolehkan sosok asing itu menemui sang pimpinan.


Hanna menimbang.


"Tapi mas David meminta saya menyerahkannya sendiri, bisakah saya menemuinya secara langsung?"


"Baiklah nona, mohon tunggu sebentar..."


Cepat-cepat ketiga resepsionis itu keluar dari meja resepsionis nya, membungkuk hormat, "selamat siang tuan David. Ada yang bisa saya bantu..." Tawar salah satu resepsionis pada sang pemilik perusahaan, jarang-jarang laki-laki dingin itu memilih berbelok menghampiri meja resepsionis.


David tak menghiraukan keberadaan ketiga resepsionis itu, laki-laki itu terus melangkah mendekati keberadaan sang istri yang masih berdiri mematung di depannya.


"Daddy..."


Gadis kecil itu langsung menghambur ke pelukan sang daddy, membuat ketiga resepsionis itu sontak tercengang.


Daddy? Gadis kecil itu memanggil sang pemilik perusahaan dengan sebutan daddy? Jadi, gadis kecil itu adalah... .

__ADS_1


"Hai girl. Putri daddy sudah menunggu lama?" Bincang David pada sang putri yang kini berada di gendongannya.


Putri? Apa laki-laki itu memanggil gadis kecil itu dengan sebutan putri? Sejak kapan laki-laki arogan itu memiliki seorang putri?


Ketiga resepsionis itu semakin di buat tercengang.


"Eundak daddy, ballu shaja. Tadi mommy tidullan di mobil lama sheukalli, jadi Molla hallush bangunin mommy dullu..." Adu Maura, membuat Hanna sontak terbakar rasa malu yang membara.


"Sayang..." Rengek Hanna pada sang putri, putri kecilnya itu memang selalu mengadu pada sang daddy akhir-akhir ini.


David mengalihkan pandang pada sang istri yang kini semakin merona.


"Apa kamu lelah?" Tanyanya, jarang-jarang istrinya itu sampai tertidur di mobil saat perjalanan.


Hanna menggeleng, "tidak kok mas..."


"Kita ke ruanganku saja kalau begitu..."


David menggiring Hanna ikut melangkah bersamanya, meninggalkan area lobi di tengah tanda tanya besar yang menyeruak di benak sang resepsionis dan beberapa karyawan yang tak sengaja melintas.


Desas-desus pun berangsur tersebar ke seluruh penjuru perusahaan, tentang seorang gadis kecil yang tak segan memanggil laki-laki dingin itu dengan sebutan daddy, hingga sikap hangat sang CEO pada sosok perempuan asing.


🍁🍁🍁


Annyeong Chingu


Harap maklum ya chingu, masih suasana libur lebaran, hehehe

__ADS_1


Happy Reading


Saranghaja 💕💕💕


__ADS_2