Secret Baby Girl

Secret Baby Girl
Mas...


__ADS_3

°°°~Happy Reading~°°°


"Tidak sebelum kau menghabiskan sarapanmu!" Sergahnya.


"Come on Dave, kau sudah dewasa. Jangan menjadi pemaksa untuk istrimu..." Mama Agatha beralih menatap pada Hanna, " Dan kamu Hanna, apa selama ini kamu masih memanggil suamimu dengan sebutan tuan?"


Deg


Hanna tertegun, manik matanya seketika beralih menatap pada sang suami yang terlihat masa bodoh.


"Bukankah kalian seperti majikan dan bawahan? Satunya pemaksa, satunya manggil tuan-tuan aja. Kalian jangan kekanakan gini dong, pikirkan Maura juga..."


"Maaf ma, setelah ini... Saya akan perhatikan panggilan saya pada mas David..."


Membuat David seketika itu beralih menatap pada istri yang tengah dilanda rasa bersalah.


"Not bad..." Batinnya.


"Nahhh, itu kan lebih baik..." Puji mama Agatha menyunggingkan senyumnya.


"Mama ada keperluan apa kesini?"


Mama Agatha berdecak tak suka, benar-benar putranya itu bicara tanpa berpikir, langsung to the point tanpa ingin memikirkan perasaan yang lain.


"Emang salah mama mau bertemu menantu dan cucu mama, harus nunggu ada perlu dulu baru kesini gitu..." Sindir mama Agatha.


"Ck, Ya bukan seperti itu ma..."


"Daddy, dah keunyang..." Lapor Maura saat David akan memasukkan makanan kedalam mulutnya.


"Baiklah..."


"Sekarang usap mulutnya..."


Membuat gadis kecil itu sontak mengusap mulutnya dengan lengan kanannya, alhasil membuat noda saus di mulutnya semakin melebar ke pipi kirinya.


"No girl, it's dirty..." Sahut David frustasi.


"Lain kali jangan pakai tangan lagi, tapi pakai ini, faham..." Sahut David sembari menunjukkan selembar kain khusus yang digunakan untuk menghapus jejak makanan di mulut.


"Huum, maafin Molla daddy..." Angguk Maura dengan wajah sendunya, gadus kecil itu sadar akan dirinya yang salah dan kini tengah dimarahi oleh sang daddy.

__ADS_1


"Ohhh, no... I'm sorry. Daddy tidak memarahimu girl, jangan menangis lagi, daddy minta maaf, hmmm..." Panik David saat menyadari akan raut wajah sedih sang putri.


"Shius daddy eundak mallah shama Molla?" Sahut Maura takut-takut.


"Yes, of course. Maafkan daddy, daddy tidak sengaja membentakmu girl, cup..." Satu kecupan David bubuhkan di kening sang putri.


"Nah kan, kamu sih Dave, biasa bentak-bentak orang jadi kebawa ke anak. Makannya, mulai sekarang ngga usah ketus lagi sama orang. Muka juga jangan di bikin serem, nakutin..." Saran mama Agatha.


"Ngga sengaja mam..."


"Yah... Sekali ngga sengaja, selanjutnya jadi keterusan..." Sindir mama Agatha tanpa sungkan-sungkan.


"Ck... Terserah mama, i don't care..."


David bangkit dari kursinya, lalu mendudukkan sang putri di kursinya seorang diri.


"Daddy mau keumana?"


"Daddy harus bekerja girl, kamu di rumah sama mommy, oke..." Sahutnya sembari mengusap wajah sang putri yang mulai diliputi aura sendu.


"Mau ikut daddy..." Pintanya.


"Tidak sayang, daddy harus bekerja. Nanti Maura bermain sama mommy ya..." Hanna mencoba menenangkan sang putri yang mulai gelisah, tak ingin ditinggalkan.


"Lain kali nanti Maura ikut daddy bekerja, sekarang putri daddy di rumah dulu sama mommy. Pulang bekerja nanti daddy belikan mainan, oke girl?"


Gadis kecil itu mengangguk dengan terpaksa.


"Good girl..."


David menegakkan tubuhnya, hendak melangkah, langkahnya terhenti saat Hanna tiba-tiba bersuara.


"Salim dulu sama daddy sayang..."


Membuat gadis kecil itu mengulurkan tangan kanannya, "shalim daddy..."


David berbalik, membalas uluran tangan sang putri, kemudian mengecup pipinya.


Hendak melangkah lagi, tanpa ia duga, perempuan itu ikut mengulurkan tangannya, membuat David ragu untuk menyaut tangan kecil itu.


"Mas..."

__ADS_1


Dengan hati gamang David mengulurkan tangannya, membuat Hanna langsung menyaut tangan besar itu, mengecupnya penuh hormat layaknya bakti seorang istri kepada suaminya.


David membeku, hangat sentuhan itu membuat tubuhnya meremang, sentuhan lembut itu membuat dirinya terperdaya tak mampu berkata-kata.


"Mas..."


Membuat David seketika itu tersadar dari lamunannya.


"Baiklah, aku pergi..." Sembari melepas tangan sang istri, laki-laki itupun membalik badan, namun lagi-lagi langkahnya harus terhenti.


"Mas tidak salim sama mama?" Pertanyaan polos itu datang dari Hanna, membuat mama Agatha sontak berdecak.


"Ck, dia mana pernah pake acara salim-saliman segala Han... Yang ada nanti tangannya kapalan" Sindir mama Agatha, tinggal sendiri di rumah besar, membuat David melupakan tradisi masa kecilnya.


David melangkah mendekati mama Agatha dengan perasaan dongkol, lalu mencium tangan sang mama dengan tak ikhlas.


"Please don't make me bad in front of them mom" (Tolong jangan buat aku buruk dihadapan mereka mam...)


"Baiklah, satu tas branded keluaran terbaru, maka kamu akan aman..." Syarat mama Agatha.


"Ck, mama selalu mengancamku dengan itu. Mama kan bisa minta papa..."


"Kalau minta papa, harus ada imbalannya..."


David hanya memutar bola matanya malas, lalu segera berlalu pergi keluar dari kediamannya menyisakan mama Agatha, Hanna, dan juga Maura.


"Mommy, daddy pulang na eundak lama-lama kan. Nanti daddy pulang ladi kan myh?" Belum juga lima menit di tinggal, gadis kecil itu sudah mencari keberadaan sang daddy.


"Iya, nanti daddy pulang sayang... Kan daddy tadi sudah janji sama Maura..." Sahut Hanna menenangkan, namun gadis kecil itu masih saja murung menegaskan dirinya tak ingin ditinggalkan oleh sang daddy, membuat mama Agatha sontak ikut turun tangan.


"Emmm... Bagaimana kalau Maura main sama granny?" Timpal mama Agatha.


"Huum, mau main bellbi shama glanny..."


🍁🍁🍁


Annyeong Chingu


Double up untuk yang kemarin ya, ehehe


Happy Reading

__ADS_1


Saranghaja 💕💕💕


__ADS_2