Secret Baby Girl

Secret Baby Girl
Kita Operasi Saja, Heummm...


__ADS_3

°°°~Happy Reading~°°°


"Kau tak mendengar perintahku? Keluarkan bayinya sekarang!!!"


"Tidak bisa tuan. Pembukaannya belum lengkap. Kita harus menunggu sampai pembukaan 10." Keukeh sang dokter. Ingin marah namun bagaimana, laki-laki didepannya adalah pemilik rumah sakit tempatnya kini bekerja.


"Lalu kau akan membiarkan istriku kesakitan seperti ini tanpa tindakan apapun. Apa kau gila?!"


"Jika tidak ingin membuat nona Hanna menunggu selama itu untuk melahirkan normal, maka kita bisa melakukan operasi caesar--"


"Ya, kita lakukan itu saja!"


"Mas..." Hanna mendelik, tak setuju dengan usulan David yang terkesan seenaknya sendiri.


"Sayang--"


"Hanna ngga mau-- Hanna mau lahiran normal."


"Tidak sayang. Mas ngga bisa lihat kamu kesakitan seperti ini. Kita lakukan operasi itu saja, heummm..." bujuk David.


"Tidak, Hanna-- euhmmm..." Perempuan itu kembali merintih saat kontraksi itu kembali terjadi. Jemari tangannya mencengkeram erat lengan kekar sang suami berusaha menguarkan rasa sakit yang kembali menyeruak tanpa permisi.


"Sayang, mana yang sakit, huemmm..." Laki-laki itu menciumi wajah Hanna yang tengah merintih kesakitan. Tangannya pun tak henti mengusap perut membuncit itu agar sang baby tak lagi membuat ulah.


Kedua kelopak matanya memejam, ia sungguh tak tega jika harus melihat sang istri tersiksa akan kesakitan.

__ADS_1


Kontraksi pun perlahan mereda. Hanna menghela nafas dalam-dalam. Melelahkan sekali rasanya saat harus menahan sakitnya kontraksi melahirkan.


"Sayang, kita operasi saja ya, heummm..." Suaranya lirih, kedua matanya mengabur. Air mata itu bahkan terlihat menggenang. David benar-benar tak sanggup lagi jika harus melihat sang istri kembali merintih kesakitan.


"Mas... Mas percaya kan Hanna bisa melalui ini?"


Sejenak David terdiam, "yah, kamu perempuan kuat sayang. Tapi--"


"Kalau begitu, izinkan Hanna melahirkan anak kita mas. Izinkan Hanna berjuang untuk dia yang akan menjadi malaikat kecil kita, heummm... ."


David memejam, tak rela sebenarnya, namun ia pun tak bisa mengabaikan permintaan istrinya.


"Baiklah. Mas izinkan. Tapi tolong baik-baiklah. Berjanjilah untuk tidak pernah meninggalkan mas dan anak-anak kita, heummm... ."


Hanna mengangguk puas, meski kesakitan itu harus ia rasakan berjam-jam lamanya, namun semua akan terbayar saat buah hati mereka lahir nantinya.


"Mas-- sakit... ."


"Iya sayang, kamu kuat. Kamu perempuan kuat..." Laki-laki itu menciumi wajah Hanna yang menegang menahan rasa sakit. Bulir air mata itu bahkan kembali meloloskan diri dari pelupuk matanya. David terisak dengan tidak tau malunya bahkan di depan beberapa perawat.


"Pembukaan sudah lengkap. Nona Hanna siap melahirkan."


Setelah beberapa perawat selesai mempersiapkan alat medisnya, sang dokter pun kini bersiap untuk membantu Hanna dalam proses kelahirannya.


"Tolong ikuti instruksi saya, Nona."

__ADS_1


Hanna mengangguk dalam kesakitan yang semakin nyata terasa. Sebelah tangannya mencengkeram lengan tangan David, sedang yang lainnya memilih berpegang pada alas ranjangnya.


"Sekarang. Dorong... ."


Sekuat tenaga, Hanna mengikuti instruksi sang dokter. Namun nyatanya, ia harus menelan pil pahit saat di percobaan pertama ia harus mengalami kegagalan.


"Atur nafasnya bu. Ibu tidak boleh sampai kehabisan tenaga. Tetap fokus."


Hanna berusaha mengatur nafasnya. Benar kata dokter, ia tidak boleh sampai kehabisan tenaga. Nyawa bayinya bisa menjadi taruhannya.


"Kamu bisa sayang, kamu kuat. I love you honey... ."


Ungkapan-ungkapan cinta itupun tak henti David ungkapkan selama proses melahirkan yang tentunya tak mudah itu.


Hingga pada akhirnya, tangis menggelegar itupun mendengung memecah ketegangan. Bayi mungil itu akhirnya lahir dengan selamat.


Oekkk... Oekkk... .


🍁🍁🍁


Annyeong Chingu


Mon maap nih, othor belum berpengalaman dalam melahirkan dedek bayi oek oek, jadilah othor bingung mau nulis gimana itu prosesnya 🤣


Jangan di bully ya othor sholehah ini, hihihi

__ADS_1


Happy reading semua


Saranghaja 💕💕💕


__ADS_2