
°°°~Happy Reading~°°°
"Daddy..." Suara tak asing itu berhasil mengalihkan perhatian David dari setumpuk pekerjaan yang masih memenuhi meja kerjanya.
Terlihat sosok gadis kecil itu berangsur mendekat ke arahnya, Wajahnya terlihat muram, sepertinya gadis kecil itu kesal karena kali ini sang mommy tak pergi menjemputnya. Membiarkannya pulang sendiri hanya bersama dengan supir pribadinya.
"Putri daddy sudah pulang sekolah..." Sambut David pada sang putri yang tampak acak-acakan dengan penampilannya, laki-laki itupun bangkit dari kursi kebesarannya, menyusul sang putri yang tampak mengerucutkan bibirnya.
"Hey, what's wrong girl..." David membawa si kecil Maura dalam gendongannya, laki-laki itu tau betul, putrinya itu pasti kesal karena hanya di jemput sang supir pribadi.
"Daddy, keunnapa mommy eundak demput Molla shekull. Molla eundak nakal-nakal, keunnapa mommy eundak mau demput-demput Molla ladi, mommy mallah shama Molla ya daddy..." Keluh gadis kecil itu menyandarkan kepalanya di bahu lebar sang daddy.
"Tenanglah girl, Maura tidak nakal, untuk apa mommy marah dengan putri daddy yang cantik ini, hmmm..." Sahut David sembari menepuk-nepuk punggung kecil sang putri.
"Daddy beullbohong..." Gadis kecil itu mulai berkaca-kaca.
"Oh no girll... Come on, kita lihat mommy sekarang, mommy hanya tidak sengaja tertidur karena menunggu putri daddy yang paling cantik ini..."
David pun membawa sang putri melangkah memasuki kamar rahasia miliknya, menekan tombol masuk dengan jarinya, hingga tampaklah sosok Hanna yang kini masih bergelung di bawah selimut tebalnya. Membuat Maura sontak memekik.
"Mom..." Pekikan itu tertahan saat David tiba-tiba saja membungkam mulut putrinya, membuat Maura sontak melotot tajam.
"Keunnapa daddy shumpall-shumpall Molla?" Sahut gadis kecil itu menahan kesal.
__ADS_1
"Putri daddy harus pelan-pelan bicaranya, nanti kalau mommy terbangun bagaimana?"
Gadis kecil itu manggut-manggut, "oh iyya..."
"Molla mau tidull shama mommy shitu daddy..." Pintanya.
David menuruti, laki-laki itupun menurunkan tubuh mungil sang putri di atas ranjang dengan gerakan hati-hati.
"Daddy ikut bobo shini..." Gadis kecil itu menepuk tempat di sebelahnya yang masih kosong.
"Baiklah, sekarang kita temani mommy tidur siang..."
David melepaskan jas yang masih membalut tubuh atletisnya, laki-laki itupun ikut berbaring di sebelah sang putri yang sudah lebih dulu merebahkan tubuhnya di sebelah sang mommy yang masih asik mengembara di alam mimpinya.
"Daddy, mau puk-puk..."
Hingga siang yang terik itu, keluarga kecil itu memilih merengkuh sang mimpi di tengah hangat keluarga kecilnya, saling merengkuh erat, tak perduli pada situasi di luar sana yang tampak riuh karena asisten Erick yang di demo para manajer agar mau mengambilkan dokumen yang terperangkap di dalam ruang kerja sang CEO bersama dokumen-dokumen penting lainnya.
🍁🍁🍁
Bola mata itu mulai mengerjap perlahan, Hanna akhirnya terbangun setelah 2 jam lamanya tertidur dengan nyenyak nya.
Perempuan itu meregangkan tubuhnya, uhhh... Nyaman sekali rasanya setelah mengistirahatkan diri di kasur empuk itu.
__ADS_1
Hingga akhirnya bola mata itu jatuh pada dua sosok yang kini saling merengkuh dalam hangat buaian sang mimpi yang tak henti mengalunkan kenyamanan.
Membuat Hanna seketika tersentak, ia telah melupakan putri kecilnya, seharusnya ia menjemput sang putri pulang sekolah, tapi bahkan gadis kecil itu telah asik tidur merengkuh daddy nya?
"Maura..."
Pekikan Hanna sontak membuat kedua sosok yang saling merengkuh itu akhirnya terusik dan mulai mengerjapkan matanya.
"Uuuhhh, mommy beullishik sheukalli..." Gadis kecil itu merenggangkan tubuhnya, bangkit dari tidurnya dengan rambutnya yang terlihat semrawut, bahkan dua kuncir yang tadinya terpasang indah kini sudah lenyap entah kemana.
"Maura sudah pulang sayang?" Pertanyaan bodoh itu lolos begitu saja dari mulut Hanna yang masih tak menyangka jika telah melalaikan sang putri tercinta.
"Shudah... Mommy shih tidull-tidull mulullu jadi lupa demput Molla na kan..."
Hanna menyengir, "maafkan mommy ya sayang..." Sembari melabuhkan ciumannya di dahi sang putri.
"Daddy tidak ikut di kiss, mommy?" Seru David merasa iri pada sang putri yang sudah mendapatkan ciuman selamat siang.
🍁🍁🍁
Annyeong Chingu
Masih semangat ngga nih bacanya
__ADS_1
Happy Reading
Saranghaja 💕💕💕