
°°°~Happy Reading~°°°
"Nona Maura dan nona Arshi ada di kamar tuan Arsha, tuan." Lapor sang pelayan. Membuat David sontak mendelik.
"Apa?!!!"
"Bagaimana bisa?!!" sentak David tak terima. Rahangnya mengeras, bola matanya semakin tajam menghunus apa saja yang dilaluinya. David benar-benar tak terima jika sampai putri kecilnya itu bermalam bersama bocah tengil itu.
Di lihatnya rekaman CC TV itu dengan seksama, hingga terlihatlah saat-saat dimana si kecil Arsha tengah berusaha membobol kamar sang putri dengan lihainya. Membuat dadanya seketika bergemuruh.
Brengs*k.
Berani-beraninya bocah tengil itu bermain-main dengannya.
"Shiiit, sial*n!"
Dengan hati bergemuruh, David pun melenggang keluar berniat membuat perhitungan dengan bocah tidak tau diri itu.
"Awas saja jika dia berani tidur bersama dengan putriku. Akan ku buat dia menyesal seumur hidup!" peringat David menatap geram pintu kamar didepannya.
Dibukanya pintu kamar itu dengan hati bergemuruh hebat.
Klek... .
Pinta pun terbuka, menampilkan sebuah ranjang besar dengan dua sosok gadis kecil tengah terlelap di atasnya.
Pandangannya kemudian mengedar, hingga didapatinya sosok bocah mungil itu tengah terlelap di atas sofa tanpa sehelai selimut yang menutupi tubuhnya.
Tanpa hati juga pikiran waras David mendekat, hatinya sudah menggelap, ia ingin membuat perhitungan pada bocah kurang ajar itu.
"Biarkan mereka tidur mas!" peringat Hanna yang sepertinya tau apa yang akan dilakukan suaminya.
"Tapi sayang, dia sudah lancang."
__ADS_1
"Salah mas sendiri mengunci mereka. Membuat mereka sampai ketakutan. Mas sudah keterlaluan. Tidak seharusnya mas seperti ini."
"Hanna sudah pernah bilang, mereka masih kecil mas, dan perjodohan itu tidak berarti apa-apa. Anak-anak hanya akan menikah dengan seseorang yang benar-benar mereka cintai. Bukan karena perjodohan."
"Iya mas ngerti sayang. Tapi masalahnya bocah tengil itu selalu mendekati putri mas, mas ngga terima."
"Astaghfirullah mas, mas aja yang selalu negatif thinking sama Arsha. Arsha di sini hanya untuk menemani Arshi, kembarannya, bukan untuk mendekati Maura mas... ."
Kalimat Hanna yang penuh penekanan itu membuat sosok kecil itu tak sengaja terbangun dari tidurnya. Arsha akhirnya membuka mata setelah merasa terusik akan perdebatan sepasang suami istri itu.
"Ohh, maafkan aunty sayang. Apa kami berisik? Kalau masih mengantuk, tidur lagi saja..." sahut Hanna tak enak hati.
"Tidak aunty, Arsha memang sudah mau bangun." Lalu pandangannya beralih ke arah ranjang.
Kedua gadis kecil itu masih terlelap nyenyak, nyenyak sekali, bahkan sampai tak sadar jika tengah terjadi huru-hara.
"Arshi sama Maura tidur di kamarnya Arsha ya?" pancing Hanna meminta penjelasan.
"Iya, pasti kamu kan yang paksa mereka tidur di sini? Pakai acara bobol kamar segala!" sungut David menatap sinis ke arah Arsha.
"Iya aunty, semalam mereka berisik sekali. Arsha kira mereka sedang bermain, ternyata mereka terkunci, setelah Arsha buka pintunya, mereka malah minta tidur di sini." jelas Arsha paham akan permintaan Hanna.
"Oh iya, suami aunty ngga sengaja kunciin mereka. Maaf ya Arsha, jadi buat Arsha tidur di sofa."
"Tidak apa aunty. Sepertinya uncle David sedang kurang kerjaan..." Seloroh Arsha menatap David penuh kemenangan.
Membuat David seketika itu mendelik tak terima. Ia merasa dilecehkan.
"Kau--"
"Mas..."
Membuat David seketika itu bungkam. Ia tak cukup berani melawan sang istri tercinta, bisa-bisa ia nanti tidur di luar.
__ADS_1
"Eunghhh..." Lenguhan terdengar dari si kecil Arshi yang terlihat meregangkan tubuhnya dengan nyaman seperti di rumahnya sendiri. Di susul oleh si kecil Maura, kedua gadis kecil itu meregangkan tubuh bersama bagaikan kembaran yang selalu kompak dalam segala hal.
"Gadis-gadis mommy sudah pada bangun..." Hanna mendekat ke arah ranjang. Terlihat dua gadis kecil itu kompak mengucek kedua matanya. Benar-benar serasi seperti kembar identik.
"Euhmmm, mommy shama daddy keunnapa shini?"
"Mau bangunin Maura sama Arshi. Ini sudah siang sayang... ."
"Euhmmm, iya. Molla nunak sheukalli. Tadi mallam eundak bisha tidull. Pintu na Molla kena shihill nenek shihill dahat myh. Pintu na eundak bisha opun-opun. Molla tatut sheukalli... ."
"Iya onty. Nenek shihill na dahat sheukalli, kita tellkunci eundak bisha opun-opun pintu na. Untung Asha bisha opun-opun pintu na pakai mantla. Asha hebat ya kan Molla... ."
Angguk Maura sependapat, "Iya Ashi... ."
Hanna menarik nafas dalam, di lihatnya sang suami yang terlihat tak berdaya.
"Setelah ini mas yang akan Hanna kunci di luar!"
"Tapi sayang--"
"Ayo sayang, kita mandi..." ajak Hanna pada Maura dan Arshi seolah tak memperdulikan keberadaan sang suami.
"Sayang--"
Tamat sudah riwayat daddy... .
🍁🍁🍁
Annyeong chingu
Double up nih
Happy reading
__ADS_1
Saranghaja 💕💕💕