
°°°~Happy Reading~°°°
"Mommy, hiks..." Pekik Maura begitu yakin jika mommy nya itu benar-benar telah tersadar dari tidur panjangnya. Tubuh mungilnya pun kini meronta ingin mendekat pada sang mommy, membuat David sontak bergerak meraih tubuh mungil itu dalam dekapannya, membawa gadis kecil itu untuk duduk bersamanya di kursi sebelah ranjang rawat Hanna.
"Mommy, Molla kangen mommy, kangen banak-banak, hiks..." Adu Maura dalam isak tangisnya, membuat Hanna tak mampu lagi menahan laju air matanya.
"Mommy juga kangen sama Maura..." Lirih Hanna.
"Sini sama mom, ahh..." Rintih Hanna saat mencoba menggerakkan tangan kanannya, membuat David sontak memekik.
"Jangan banyak bergerak, tangan kananmu cedera. Apa sakit, hmmm..." Pekik David khawatir, membuat Hanna sontak menggeleng lemah.
"Tidak, saya baik-baik saja..."
"Molla mau gendong mommy..." Pinta Maura mengiba.
"Tidak bisa girl, mommy masih sakit. Lihat, tadi mommy kesakitan kan?" Sahut David memberi pengertian pada sang putri yang tak lagi bisa menahan segala kerinduan yang semakin membuncah.
"Tapi Molla kangen mommy, mau pelluk mommy daddy, hiks..." Rengek gadis kecil itu sembari menelusupkan wajahnya di dada bidang sang daddy, membuat Hanna sontak tak tega di buatnya.
"Tolong bawa Maura kesini, tidur di samping saya..." Pinta Hanna yang langsung di tolak David mentah-mentah.
"Tidak, nanti kamu akan kesakitan lagi Hanna..." Tolak David merasa khawatir dengan keadaan Hanna yang belum sepenuhnya pulih, apalagi dengan tangan kanannya yang cedera dan harus dibalut dengan gips.
"Tidak apa-apa tuan, tangan kiri saya baik-baik saja. Tolong bawa Maura kesini, saya merindukannya..."
Membuat David hanya bisa menarik nafas dalam, "Baiklah..."
__ADS_1
David bergerak meletakkan Maura di ranjang Hanna dengan gerakan hati-hati, tak lupa laki-laki itu mewanti-wanti sang putri agar tak banyak bergerak, takut jika pergerakan yang berlebihan itu akan melukai Hanna nantinya.
"Maura boleh tidur disini sama mommy, tapi syaratnya tidak boleh banyak bergerak, nanti mommy kesakitan lagi, mengerti girl?"
"Yes daddy..." Angguk Maura.
Gadis kecil itu beralih menatap pada sang mommy yang juga tengah menatap kearahnya, satu kecupan ia daratkan di pipi sang mommy, tangannya kemudian mengulur merengkuh sang mommy melepaskan segala kerinduan yang selama ini harus di pendam dalam-dalam.
"Molla kangen shama mommy, mommy dangan tinggal-tinggal Molla sheundilli ladi ya myh, Molla shayang mommyh..." Ungkap gadis kecil itu dengan suara parau nya, membuat Hanna sontak terenyuh, betapa ia telah melukai hati sang putri dengan kepergiannya.
"Ya sayang, mommy juga kangen sama Maura, mommy sayang sama Maura. Maura baik-baik saja kan, tidak ada yang sakit kan sayang..."
Gadis kecil itu menggeleng dalam dekapan hangat sang mommy.
"Eundak, Molla eundak tatit kok myh... Molla kan anak kuat shepeulti mommy..."
Gadis kecil itu kembali menegakkan tubuhnya, manik matanya kini menatap lekat-lekat wajah sang mommy yang semakin cantik dengan balutan hijab nya.
"Mommy tantik pakai kulludung, Molla shuka..."
Hanna menyunggingkan bibirnya, sekelebat kenangan pahit itu kembali hadir dalam benaknya, disaat takdir harus memisahkannya dengan sang putri tercinta, disaat itulah hidayah menghampiri dirinya, berkomitmen untuk menjadi pribadi yang lebih baik untuk kebahagiaan sang putri, itulah janjinya pada sang pencipta.
"Putri mommy juga cantik, seperti princess..." Sahut Hanna balik memuji.
"Plincess Ana, hihihi..." Timpal Maura dengan cengiran khas nya.
"Peluk mommy lagi sayang..." Pinta Hanna, rasanya kerinduan itu belum bisa terbayarkan hanya dengan sebuah pelukan hangat.
__ADS_1
Gadis kecil itupun menurut, kedua tangannya kembali merentang merengkuh sang mommy.
"Mommy sayang sama Maura. Maura tidak marah kan sama mommy karena mommy tidurnya lama?"
"Eundak kok, Molla eundak mallah shama mommy, Molla kan shayang shama mommy..."
"Tapi..."
"Tapi Molla sheundih sheukalli kalluna mommy na eundak banun-banun. Jadi Molla shuka nanit-nanit shama daddy, tellush daddy puk puk Molla deh, Molla na langshung bobo shama daddy..." Adu Maura membuka fakta yang sebenarnya.
"Mommy dangan bobok lama-lama ladi ya myh... Molla shepian eundak ada mommy, Molla kangen shama mommy banak-banak..."
"Maafkan mommy ya sayang..."
David menatap kedua perempuan yang saling merengkuh itu dengan perasaan teriris, jika saja perpisahan itu tak ia ciptakan, pasti hanya akan ada kebahagiaan. Tidak akan ada kesakitan, tidak akan ada luka yang ia ciptakan.
"Forgive me"
🍁🍁🍁
Annyeong Chingu
Yang malam minggu nya masih di rumah aja, ngga ada yang jemput buat jalan-jalan, yang sabar ya chingu, tunggu jodoh menjemput kita, asikkk...
Happy Reading
Saranghaja 💕💕💕
__ADS_1