Secret Baby Girl

Secret Baby Girl
Tawaran Menggiurkan


__ADS_3

°°°~Happy Reading~°°°


"Tidak usah diperiksa, aku pun sudah bisa menebak apa jenis kelamin calon bayimu Han," tutur Anelis tiba-tiba.


Hanna sontak mengernyit, "benarkah?"


"Yahhh, tentu saja... ."


Anelis mencondongkan kepalanya dan berbisik pelan, membuat Hanna sontak membeliak. "apa benar begitu An? Kamu serius?" tanya Hanna dengan raut wajah penuh keterkejutan, mana bisa jenis kelamin bayi bisa diprediksi hanya dengan penampilan sang ibu saat tengah mengandung.


"Ya, itu terlihat sekali Han, apa kamu tidak merasa demikian?"


"Eemmm... entahlah, aku--sedikit tidak percaya dengan hal-hal seperti itu An..." ucapnya ragu pada argumen Anelis yang tidak mendasar.


"Tidak apa, kamu bisa membuktikannya nanti saat baby nya lahir. Tapi aku bisa pastikan jika tebakanku benar... ."


Dan aksi bisik-bisik itupun tak lepas dari sorot mata tajam para kaum lelaki yang sedari tadi hanya bisa diam menyimak dengan dahi berkerut, tak tahu apa yang tengah di bicarakan para perempuan itu, terlihat asik sekali bahkan sampai melupakan kehadiran suaminya masing-masing, membuat Marvell pun semakin geram, tak tahan untuk melayangkan aksi protes ditengah pembicaraan seru itu.

__ADS_1


"Ohhh, come on sayang... Jangan lakukan itu, setidaknya keraskan suaramu agar kita tidak terkesan menguping pembicaraan kalian. Lagi pula, bisik-bisik kalian itu malah membuat kita semakin penasaran saja, benarkan tuan David..." Protes Marvell mencari pembelaan.


"Yeah, that's true tuan Marvell. Tapi sepertinya mereka tidak paham akan hal itu..." sahut David ikut melayangkan aksi protesnya pada sang istri.


Di tatap seperti itu oleh David, Hanna menyengir, suaminya itu terlihat begitu menggemaskan saat tengah merajuk seperti ini, apalagi dengan cebikan di bibirnya, membuat Hanna kontan saja semakin gemas dibuatnya.


"Kalian berdua tidak boleh iri saat melihat para perempuan sedang merumpi. Jika kalian ingin bergabung, kalian harus berubah jadi perempuan dulu..." timpal Anelis memberikan solusi, membuat Marvell sontak berdecak.


"Sepertinya kita salah ruangan tuan David, lebih baik kita membicarakan bisnis dari pada kita tidak di anggap seperti ini oleh istri sendiri," jengah Marvell mulai memprovokasi rekan bisnisnya itu.


Sontak saja sindiran itu membuat Anelis di buat gelagapan, perempuan itu meringis, "mas... Jangan gitu dong, kan Ane hanya bercanda..." ungkap Anelis mengiba.


"Baiklah... Hari ini, mas bebas meminta apapun..." Anelis memberikan penawaran.


Marvell sontak berbinar, "Deall..." sahutnya penuh semangat, siapa yang akan menolak jika diberikan penawaran menggiurkan itu.


"Lalu bagaimana dengan kita sayang?" sahut David menatap Hanna dengan tatapan tak terbaca.

__ADS_1


"Maksud mas..." Hanna memang terlalu polos, bahkan perempuan itu tak paham dengan apa yang di maksud dengan suaminya saat ini.


"Dua hari..." ucap David ambigu.


"Huh, apa nya yang dua hari mas?" Hanna semakin dibuat bingung saja, perempuan itu sepertinya memang masih polos, berbeda dengan Anelis yang kini sudah terpoles.


"Kamu harus menurutiku, dua hari kedepan," titah David tanpa kompromi, membuat Marvell sontak berdecih, laki-laki itu salah strategi.


"Wow, tuan David... you are so amazing. this time I might lose to you, but not next time" (wow, tuan David... kamu sangat luar biasa. kali ini aku mungkin kalah darimu, tapi tidak untuk lain kali) tantang Marvell.


"Okey, kita lihat saja nanti..." balas David, di tantang seperti itu, jiwa kompetitif nya pun melonjak naik.


🍁🍁🍁


Annyeong Chingu


Happy Reading

__ADS_1


Saranghaja 💕💕💕


__ADS_2