Secret Baby Girl

Secret Baby Girl
Perkara Pempek


__ADS_3

°°°~Happy Reading~°°°


"Mau mama yang beliin," pinta David dengan wajah memelasnya, membuat Hanna sontak mendelik tajam.


"Heh, kok mama sih mas, ngga enak dong mas, masa mas suruh mama yang beliin pempek buat mas..."


"Tapi mas pengennya mama sayang yang beliin, ngga mau yang lain..." cebik David mendapati penolakan dari sang istri.


Hanna menghela nafas dalam, bagaimana bisa ia dengan lancangnya menyuruh sang mertua membelikan makanan untuk suaminya padahal ini adalah tugas dan tanggungjawabnya sebagai seorang istri.


Tapi melihat wajah memelas suaminya, jujur Hanna tak tega. Laki-laki itu bahkan tak berhenti merengek layaknya anak kecil yang meminta permen pada ibunya.


Namun, tiba-tiba pikirannya teringat akan suatu hal, sebelumnya suaminya itu tak pernah meminta hal-hal aneh, namun akhir-akhir ini laki-laki itu memang suka merengek meminta hal tak masuk akal kepadanya.


Apa suaminya itu tengah mengidam? Apa benar seperti itu?


"Sayang, kamu suruh mama beliin mas makanan itu ya sayang..."


"Ya... ya..."


Laki-laki itu masih saja merengek layaknya bayi yang haus akan ASI, membuat Hanna semakin tak tega dan akhirnya mengangguk mengiyakan. "Baiklah... ."

__ADS_1


Mama Agatha menyerahkan tiga kantung plastik itu dengan wajah menekuk setengah tak ikhlas, enak-enak sedang di massage namun tiba-tiba di suruh mencari penjual pempek di tengah terik matahari yang menyengat, membuat perempuan itu sontak dongkol atas permintaan absurd sang putra.


"Maaf ya ma, jadi ngerepotin mama kaya gini..." seru Hanna tak enak pada sang mertua yang sudah ia repotkan seharian ini.


"Tidak apa Hanna, lagian ini bukan salah kamu kok sayang. Tapi anak ngga tau diri ini yang emang suka ngelunjak..." suntuk mama Agatha menatap sinis pada sang putra yang malah asik menyuap kuah pempek ke dalam mulutnya.


"Kamu masih waras kan Dav?" tanya mama Agatha.


Membuat David memicing, laki-laki itu menjeda sebentar suapannya. "Maksud mama David gila?!" sarkasnya.


"Lagian kamu sih aneh-aneh aja Dav, tiba-tiba aja minta di beliin pempek sama mama, mana suruh yang jual harus botak, belum lagi mama harus selfi sambil nyengir sama tuh mang botak, kan aneh banget, jadi itu udah bisa jadi tanda-tanda Dav kalau kamu harus segera periksa ke psikiater..." Rutuk mama Agatha saat mengingat bagaimana perjuangannya memenuhi keinginan sang putra.


"Ck, David ngga gila ya ma... Mama nih jangan asal kalau bicara, bisa terkena pasal pencemaran nama baik..." cerocos David kemudian kembali menyuap kuah pempek ke dalam mulutnya dengan setengah dongkol, siapa yang tak marah jika di sebut gila di depan istrinya.


"Ngga apa-apa ma, Hanna suka di repotin mas David kok ma. Lagian--" Hanna melirihkan kalimatnya. "Mas David sepertinya lagi ngidam ma... ."


Mama Agatha mengernyit.


"Ngidam apaan begitu Han? Kamu tuh jangan percaya-percaya amat sama omongan suamimu itu, bisa aja itu hanya akal-akalan David aja, bisa besar kepala tuh anak... ."


"Ck, mama sirik aja sih sama David. Udah sana mama pulang aja... ."

__ADS_1


"DAVID..."


"MAS..."


Kedua perempuan itu kompak menatap tajam pada laki-laki tak tahu diri itu. Bisa-bisanya David mengusir sang mama setelah merepotkannya dengan segala permintaannya.


"David masih bisa mendengar sayang, David ngga budeg kok..." Tersenyum manis ke arah Hanna yang sudah memerah menahan malu di hadapan sang mertua.


"Nih anak kok lama-lama ngeselin sih, minta di tampol nih supaya cepet sadar..." Mama Agatha mengambil ancang-ancang hendak melemparkan tas branded nya pada wajah menyebalkan David, namun tiba-tiba pergerakannya harus terhenti saat menantunya itu menahan pergerakannya.


"Ma, kasihan mas David..." Bela Hanna dengan mata berkaca-kaca, faktanya perempuan itu memang lebih sensitif dan gampang menangis semenjak hamil anak kedua.


Mama Agatha menghembuskan nafas dalam-dalam berusaha meredam amarah yang kini sudah membuncah. "Kali ini kamu selamat Dave, tapi besok, habis kamu sama mama..." Ancamnya.


"Asshamikum"


🍁🍁🍁


Annyeong Chingu


Happy weekend semua

__ADS_1


Saranghaja 💕💕💕


__ADS_2