
°°°°~Happy Reading~°°°
"Assalamualaikum."
"Mommy..." Teriak si kecil Arshi begitu mendapati sang mommy telah datang bersama dengan adik kecilnya. Beranjak dari duduknya, gadis kecil itu pun segera merengkuh sang mommy, tak lupa gadis kecil itu juga menciumi pipi chubby baby Arshell yang tengah di gendong Anelis.
"Putri mommy tidak nakal kan?" ucap Anelis memastikan, takut jika putrinya malah merepotkan Hanna yang tengah repot sendiri merawat putrinya yang tengah sakit.
"Eundak dong myh... Ashi kan anak pintall dan tomell. Ini Ashi ladi main gamball-gamball shama Molla, biall Molla na teupat shembuh tellus bisha go to shekull lagi deh, hihihi... ."
"Iya, putri mommy memang anak hebat."
"Dedek Acell udah pakai popok kan, Myh... Ashi eundak mau nanti ada aill mantull-mantull di lumah na Molla. Nanti Molla shokket... ."
*Shokket : shocked/terkejut.
"Iya udah dong sayang. Kamu mah itu mulu yang diingetin..." heran Anelis.
"Hehehehe... Shoal na dedek Acell shuka daill, tiba-tiba pipish shemballangan waktu ganti badu na shama Ashi sama mommy. Shuka pipisin Ashi tellush Ashi hallush mandi lagi. No no no... ."
"Sudah sampai An?" Sela Hanna begitu kembali ke ruangan itu dan mendapati Anelis telah berada di sana.
"Iya. Baru saja, Han... ."
Mereka berdua pun melakukan ritual cepika-cepiki. Bukan untuk bergaya seperti kaum-kaum sosialita, tapi untuk semakin mengakrabkan diri antar sesama.
__ADS_1
"Maaf ya, Arshi nya aku pinjem sebentar... ."
"Ahahaha, pinjem aja Han, tapi jangan lama-lama ya. Nanti di rumah jadi sepi gara-gara ngga ada anak bawel nya lagi. ahahaha... ."
"Iya deh iya. Habis ini aku kembalikan, ahahaha..." Mereka memperlakukan Arshi seolah Arshi adalah sebuah barang. Ada-ada saja kelakukan ibu-ibu muda itu.
Sedang Arshi sudah kembali ke tempatnya semula. Pasti membosankan perbincangan ibu-ibu itu. Pikirnya mengantisipasi.
"Ini buat Maura, semoga cepat sembuh ya..." Dengan gerakan mata, Anelis memerintahkan asistennya untuk memberikan buah tangan itu untuk Hanna.
"Jadi ngerepotin, An..." Menerima parsel buah itu dengan sungkan.
Kedua perempuan itu pun mendekat pada dua gadis kecil yang kini disibukkan dengan crayon dan kertas gambarnya. Maura yang kedatangan si kecil Arshi kini pun tampak girang dan tak henti melebarkan senyumnya.
"Arsha mau pulang dulu sama pak Joko?" tawar Anelis. Perempuan itu tahu betul, putranya itu tak akan sanggup berlama-lama berada di tengah keramaian, apalagi bersama dengan orang asing.
Arsha cuek saja. Laki-laki itu benar-benar kekanakan, bagaimana bisa pria dewasa memusuhi anak-anak hanya karena perjodohan sialan yang diserukan oleh daddy nya?
Ck...
Arsha berdecak pelan, refleks. Membuat David sontak mendelik. Arsha benar-benar laki-laki brengsek, bersikap kurang ajar bahkan di depan mommy nya sekalipun.
Lagi-lagi David salah paham dengan bocah jenius itu.
"Maura sakit apa Han?" tanya Anelis membuka percakapan. Karena kalau di lihat-lihat, Maura terlihat baik-baik saja, bahkan terlihat menikmati permainannya dengan sang putri.
__ADS_1
"Kemarin, Maura bertemu dengan orang yang sering menyakitinya dulu An. Dia histeris, dan pingsan. Setelah itu dia demam dan jadi banyak diam, untung ada Arshi. Dia menjadi lebih ceria di banding sebelumnya..." ungkap Hanna tak mampu menahan nyeri di dada saat mengingat kembali bagaimana sang putri histeris akan traumanya.
"Sebaiknya kamu segera membawanya ke psikolog, Han. Sepertinya Maura trauma."
"Iya An, mama juga menyarankan seperti itu. Jadi setelah Maura sembuh, aku berencana membawanya ke psikolog."
Masa lalu tak bisa di ulang, namun terkadang meninggalkan serpihan kenangan yang sulit di lupakan.
Kenangan indah tercipta akan kejadian-kejadian yang membahagiakan. Namun kejadian menyakitkan akan menciptakan trauma yang mendalam.
Di balik tawa yang selalu teruntai di bibir piece itu, ternyata menyimpan kenangan kelam di masa lalu.
Arsha baru menyadari.
Tidak hanya dirinya yang memiliki kenangan pahit di masa lalu.
Maura juga bernasib sama dengannya.
Hanya kisahnya saja yang mungkin lebih indah, hingga tak sampai menimbulkan trauma.
🍁🍁🍁
Annyeong Chingu
Happy Reading
__ADS_1
Saranghaja 💕💕💕