
Nikmati alur dan ceritanya ya, karena semua misteri akan terbongkar pada waktunya.
Selamat membaca!
Keesokan paginya, Owen yang sudah kembali bekerja, kini sudah berada di rumah kediaman Darren. Owen terlihat sedang termangu di sebuah kursi yang terletak di halaman rumah.
"Apa aku harus menceritakan tentang Nyonya Bella kepada Tuan Darren ya?" batin Owen bergelut dengan bimbang dalam hatinya.
Namun, tiba-tiba suara merdu yang terdengar manis, membuat Owen tersadar dari lamunannya.
"Pagi Owen, ini kopi untukmu."
Owen mulai malu-malu menanggapi kedatangan Erin yang kini sudah berada di hadapannya.
"Selamat pagi Erin, terima kasih ya kopinya."
Erin pun duduk berseberangan dengan posisi Owen, sambil terus menatap pria tampan itu dengan sorot mata tajam penuh selidik.
"Kamu lagi mikirin apa sih?" tanya Erin berusaha perhatian dengan Owen. Pria yang memang sangat dicintainya. Namun, akhir-akhir ini Owen tampak berubah kepadanya.
__ADS_1
"Enggak, bukan apa-apa." Owen coba menutupi segala pikiran yang saat ini menari-nari di dalam kepalanya.
"Benar tidak ada? Tapi dari wajahmu, sepertinya ada yang sedang kamu pikirkan ya?" tanya Erin lagi yang tak puas dengan jawaban Owen.
Owen pun mengambil secangkir kopi yang sudah disajikan oleh Erin di atas meja. Ia mulai menyeruputnya dengan perlahan, berharap kegamangan yang sedang ia rasakan dapat sirna.
"Kamu tidak usah memikirkan biaya pernikahan kita, Owen, tena..." Tiba-tiba Owen tersedak sampai menyemburkan kopi yang diminumnya ke arah wajah Erin. Erin pun beringsut mundur dan merasa sakit di bagian wajahnya, karena semburan kopi itu masih terasa panas di kulit wajahnya.
Owen yang merasa sangat bersalah, langsung mendekati Erin dan mengambil sebuah tisu untuk mengusap wajah wanita itu dari noda kopi yang ia semburkan. "Aku minta maaf ya. Aku benar-benar nggak sengaja, Erin." Owen terus memohon kepada Erin, sampai ada kata iya yang terlontar dari mulut wanita yang saat ini hanya diam menatapnya. Namun, sampai Owen selesai membersihkan seluruh wajah Erin dari noda kopi, Erin tetap membisu tanpa sepatah kata pun dan hanya menatapnya dengan sorot mata yang sendu.
"Sepertinya kamu memang sudah berubah ya Owen!" pekik Erin yang langsung bangkit dan berlari meninggalkan Owen dengan rasa bersalahnya.
Pertemuan dengan wanita di rumah sakit itu, membuat kesan manis dalam ingatan Owen. Semenjak saat itu, keduanya sering berinteraksi setelah bertukar nomor ponsel.
"Erin dan Felisa, dua wanita yang membingungkan mana yang harus aku pilih," batin Owen yang tampak semakin kalut.
Tak berapa lama kemudian, Will yang baru saja tiba, langsung menghampiri Owen dengan mengagetkannya.
"Ya ampun Will, kalau datang tuh ada suaranya atau kasih tanda-tanda gitu. Ini datang udah kaya setan, tiba-tiba nongol aja dari belakang," protes Owen dengan raut penuh kekesalan.
__ADS_1
Will terkekeh lucu, saat melihat wajah tampan Owen, tampak sangat menyebalkan. "Eh, maaf Owen, aku cuma bercanda. Oh ya, jadi gimana penyelidikanmu? Apa wanita yang aku lihat itu benar Nyonya Bella atau dia hantu?" tanya Will yang langsung duduk di sebelah Owen.
"Huss, pelan-pelan kalau ngomong tentang Nyonya Bella. Apakah kau mau ada yang mendengar tentang ini?" Owen menarik kemeja Will dan berbisik di telinganya, untuk memberi peringatan agar Will lebih memelankan suaranya.
"Iya, iya, maaf aku lupa," ucap Will mulai memelankan suaranya sambil melirik ke kiri dan kanan, untuk memastikan tak ada siapapun yang berada didekat mereka berdua.
"Will, menurutmu apa sebaiknya kita ceritakan ini pada Tuan Darren?" tanya Owen berbagi kebimbangannya pada sahabatnya itu, ia sejenak melupakan bimbang di hatinya tentang Erin dan Felisa.
"Lebih baik kau ceritakan pada Tuan Darren, Owen. Kita tidak mungkin menutupinya terus, karena lambat laun pasti Tuan Darren nanti akan tahu dengan sendirinya."
Owen kembali berpikir keras, sebelum ia memutuskan. "Mungkin kau benar Will, kita harus menceritakan semua ini pada Tuan Darren."
Will mengangguk dan membenarkan keputusan Owen, karena itu memang sesuai dengan pikirannya.
🌸🌸🌸
Bersambung✍️
Berikan komentar kalian ya.
__ADS_1
Terima kasih banyak.