
Selamat membaca!
Darren masih bersama Dyra duduk di kursi panjang. Saat ini yang ada di pikiran Darren adalah membawa Dyra untuk berkenalan dengan Bella.
"Sayang, ayo ikut aku! Bella harus tahu bahwa saat ini aku memiliki seorang istri yang sangat kucintai, jadi dia tidak akan lagi mengharap untuk kembali denganku."
Dyra coba menolak dengan halus permintaan Darren. Namun, saat suaminya terus mendesak, Dyra pun tak dapat menolaknya lagi untuk ikut bersamanya.
Kini Darren meraih tangan Dyra dan menggenggamnya dengan erat.
"Ayo, sayang!" titah Darren sambil bangkit terlebih dahulu dari posisi duduknya.
Ajakan Darren disambut dengan sebuah senyuman kecil di wajah Dyra. Walau saat ini hatinya masih ragu, tapi ia pun mengikuti langkah Darren untuk menuju ruang rawat Bella.
Setibanya di ruang rawat Bella, Owen terlihat sedang berjaga di depan pintu ruangan. Raut wajah pria itu tampak kaget, saat melihat Dyra berada di samping Darren melangkah semakin mendekat ke arahnya.
"Kenapa Tuan Darren bersama Nyonya Dyra?" batin Owen heran dengan kening yang sudah berkerut dalam.
Owen masih terus menatap wajah kedua majikannya itu. Hingga sebuah teguran menyadarkan Owen dari lamunannya.
"Hai Owen, darimana saja kau baru kelihatan?" tanya Darren sambil menepuk pundak asistennya itu.
"Maafkan saya, Tuan. Tadi saya pergi ke toilet tanpa seizinmu, sepertinya pencernaanku sedang tidak baik. Ini pun saya baru saja kembali, Tuan."
__ADS_1
"Jangan dibiarkan Owen, lebih baik kau periksa! Sudah cepatlah, tidak ada yang perlu kau jaga di sini, karena semua aman." titah Darren yang tak berani dibantah oleh Owen.
"Baik Tuan. Terima kasih banyak, kalau begitu saya permisi dulu, Tuan," ucap Owen dengan setengah membungkuk, lalu ia mulai melangkah pergi.
Darren kini sudah menggenggam handle pintu dan membukanya dengan perlahan. Saat pintu telah terbuka, kedua mata Darren terbelalak kaget, ketika melihat seorang pria berada di samping ranjang Bella. Pria itu pun menoleh ke arah pintu.
"Tuan Darren," ucap Isco menatap Darren dengan menautkan kedua alisnya.
"Kau, kenapa kau bisa ada di sini?" tanya Darren yang membagi pandangan matanya dengan melihat Isco dan Bella secara bergantian.
Isco terkekeh lucu dengan pertanyaan yang terlontar dari mulut Darren.
"Aku adalah suami Bella, Tuan. Maafkan aku jika saat pertemuan kita tadi, aku tidak membicarakan masalah Bella terhadapmu."
Darren mulai menerbitkan sebuah senyuman dari kedua sudut bibirnya. Ia kini dapat bernapas dengan lega, karena itu artinya Bella tidak akan lagi mengganggu ataupun berharap banyak untuk kembali padanya.
Isco pun menyambut dengan penuh senyuman, atas niat yang telah Darren utarakan padanya. Ia pun memberikan ruang pada Dyra dan Darren yang kini mulai mendekati Bella.
"Bella, kenalin ini istriku Dyra. Satu-satunya wanita yang berhasil mencuri hatiku, saat aku kesulitan untuk melupakanmu dulu."
Dyra mengerucutkan bibirnya, karena merasa sangat risih harus mendengar kalimat romantis itu dari mulut Darren.
"Hubby, jangan bicara seperti itu di depan mereka, aku malu," bisik Dyra dengan mendekatkan bibirnya pada daun telinga Darren.
__ADS_1
"Aku kan bicara sesuai kenyataan, sayang," jawab Darren yang juga dengan berbisik.
"Kamu ini!" ucap Dyra sambil melabuhkan sebuah cubitan pada perut Darren, hingga wajah pria tampan itu tampak meringis kesakitan.
"Sakit, sayang," Darren menggenggam tangan Dyra yang saat ini masih coba untuk mencubitnya kembali.
"Makanya kamu berhenti jangan gombal terus ya," bisik Dyra lebih mendekat pada daun telinga Darren, karena ia tak ingin jika Bella sampai mendengar apa yang dikatakannya.
Isco yang memang sedang memperhatikan gerak-gerik keduanya, menjadi begitu iri ketika melihat keromantisan yang sedang di pertontonkan oleh keduanya.
Bella pun berdeham keras, hingga membuat Dyra semakin tak nyaman berada di ruangan ini, begitu pun dengan Darren yang saat ini langsung menatap wajah Bella.
"Maafkan aku Bella. Kalau begitu sebaiknya aku permisi. Semoga kamu lekas sembuh, karena Ansel pasti akan sangat bahagia bila ia mengetahui bahwa kamu ternyata masih hidup."
Dyra mengulas sebuah senyuman sambil terus menatap Bella. Namun, wanita itu sama sekali tak membalas senyum manisnya, Bella hanya melihat Dyra dengan wajah datarnya dan nyaris tanpa expresi.
"Wanita itu sangat beruntung, karena sudah memiliki Darren sepenuhnya, sedangkan aku apa! Pria yang telah aku pilih malah mengkhianatiku, tapi aku tidak boleh pasrah begitu saja dengan keadaan ini, aku harus rampas kebahagiaanku kembali," batin Bella dengan memicingkan sebuah senyum licik pada wajahnya.
Pandangan matanya saat ini masih menatap kepergian Darren dan Dyra yang semakin menjauh darinya.
🌸🌸🌸
Bersambung✍️
__ADS_1
Berikan komentar kalian ya.
Terima kasih banyak.