Suamiku Calon Mertuaku

Suamiku Calon Mertuaku
Tersulut Amarah


__ADS_3

Selamat membaca!


Kimmy terlihat sudah menunggu di sebuah ruangan yang memang disediakan untuk para pengunjung rumah sakit. Darren yang sudah melihat keberadaan Kimmy, langsung mendekatinya diikuti langkah Dyra yang menyusul satu langkah di belakangnya. Kimmy yang sudah mengetahui kedatangan pria yang memang sudah ditunggunya sejak lama, menatap dengan sorot mata yang tajam ke arah Darren, yang tak pernah melepaskan genggamannya dari tangan Dyra.


"Ternyata sekarang pria itu mengajak istrinya," gumam Kimmy mengernyitkan dahinya, tanda ia tidak suka bila Darren mengajak Dyra.


"Selamat pagi, Kimmy." Darren menyapa untuk mengawali pertemuan mereka.


"Pagi juga Tuan Darren dan Nyonya ...." Kimmy menjeda kalimatnya karena memang ia belum mengetahui namanya.


"Dyra," ucap Dyra menjabat tangan wanita yang saat ini sedang memindai penampilannya dari ujung kaki sampai puncak rambutnya.


Darren duduk sambil mengibaskan jas yang dikenakannya. "Katakan apa maksudmu memintaku untuk menemuimu? Bahkan kau tidak memperbolehkan Owen untuk mewakiliku," tanya Darren tegas dengan kedua alis yang saling bertaut.


Kimmy mendengus kesal dengan ucapan Darren yang terdengar kurang ramah di telinganya. "Sabar Tuan Darren, tidak perlu meninggikan suaramu," ungkap Kimmy dengan santainya.


Dyra pun mengusap lengan suaminya untuk meredakan amarah Darren yang hampir meluap. Entah kenapa Darren tersulut amarah, ketika mengetahui dari Owen, bahwa ia harus datang sendiri untuk menemui wanita itu, padahal semua permintaan yang Kimmy inginkan sudah diberikan oleh Owen lewat perintah Darren.


"Aku hanya ingin mengajukan persyaratan lain. Setelah aku pikir, hanya dengan memiliki harta saja tidaklah cukup untuk membuatku bahagia."

__ADS_1


"Maksudmu? Memangnya apalagi yang ingin kau minta?" tanya Darren mulai memanas gejolak amarah dalam dirinya, yang semakin tersulut mendengar perkataan Kimmy.


Kimmy sejenak melirik ke arah Dyra dengan memicingkan matanya, membuat Dyra yang mengetahuinya, kini dipenuhi oleh beragam pertanyaan yang berputar memenuhi isi kepalanya.


"Apa maksud tatapan wanita itu? Kenapa hatiku tiba-tiba merasa tidak enak ya?" batin Dyra bertanya-tanya.


Darren yang sudah tidak sabar menunggu, semakin mendesak Kimmy untuk mengatakan syarat tambahan yang ingin disampaikannya.


"Jadi apa syarat itu? Cepatlah, jangan buang waktuku!" kecam Darren semakin tegas dengan rahang yang mengeras.


Kimmy menajamkan sorot matanya menatap Darren, setelah ia menarik napas panjang untuk meyakinkan dirinya, bahwa memang ini harus ia katakan.


"Aku ingin kamu menikahiku dan aku tidak masalah bila harus menjadi istri keduamu, tapi aku ingin perlakuan yang sama dengan yang kamu berikan pada istrimu."


"Ya Tuhan, aku pikir semua yang akan aku dengar ini adalah sebuah kabar baik, bahwa Ansel sebentar lagi dapat kembali melihat, tapi pada kenyataan semua berbanding terbalik dengan yang aku harapkan. Wanita ini malah memberikan syarat yang sangat melukai hatiku," batin Dyra bergelut dengan kesedihan dan amarah dalam hatinya.


Tiba-tiba Darren menggebrak meja yang berada di hadapannya dengan sangat keras, hingga membuat beberapa pengunjung rumah sakit menoleh ke arahnya.


"Saya tidak akan menuruti apa yang kau minta! Seharusnya kau tidak usah bermimpi, jika saya akan menuruti semua keinginanmu. Saya bisa mencari pendonor yang lain, walau mungkin membutuhkan waktu yang tidak sebentar, daripada saya harus mengabulkan permintaan bodohmu itu!"

__ADS_1


Darren bangkit sambil meraih tangan istrinya untuk pergi meninggalkan Kimmy begitu saja.


"Silahkan cari saja, Tuan Darren!" ancam Kimmy menyeringai licik dengan suara yang meninggi, agar terdengar oleh Darren yang sudah semakin jauh.


Darren menghentikan langkahnya, Dyra pun mengikutinya. Pria itu lalu menoleh ke arah Kimmy dan menatapnya dengan sorot matanya yang lebih tajam dari sebelumnya.


"Owen akan mengambil semua yang telah saya berikan! Ingat, segala sesuatunya sudah sesuai dengan apa kau tanda tangani, sewaktu serah terima. Jadi jika kornea mata itu batal diberikan kepada anakku, maka kau wajib mengembalikan semua yang telah kau terima dalam kurun waktu 3 hari, jika tidak maka saya akan memperkarakan semua ini dan kamu akan masuk ke dalam penjara." Darren tersenyum tipis lalu kembali melanjutkan langkah kakinya untuk pergi, meninggalkan Kimmy yang saat ini sedang berkutat dengan amarahnya.


"Sial, sial, ternyata surat yang telah aku tanda tangani 3 hari yang lalu itu, adalah sebuah perjanjian! Aku tidak teliti membacanya, karena terpana dengan kemewahan yang telah aku dapatkan dari Owen," geram Kimmy dalam hatinya begitu kesal, saat mengetahuinya semua rencananya akan gagal.


Kimmy tidak menyangka, bahwa Darren sudah menyiapkan surat perjanjian sebagai kesepakatan mereka. Hal yang jauh di luar pikiran Kimmy, karena sewaktu Owen memberikan mobil, rumah dan uang yang dimintanya, Owen tak memberitahu bahwa surat yang ditandatangani itu adalah sebuah surat perjanjian.


Celakanya lagi uang itu selama 3 hari ini sudah Kimmy hambur-hamburkan untuk membeli semua keinginannya, yang sudah sejak lama sangat diinginkannya.


"Jadi, sekarang bagimana caraku untuk mengembalikan uang itu? Sedangkan uang yang aku terima sudah aku gunakan setengahnya," gerutu Kimmy tampak begitu geram.


...🌺🌺🌺...


Bersambung ✍️

__ADS_1


Baca juga One Night Stand With My Boss



__ADS_2