Suamiku Calon Mertuaku

Suamiku Calon Mertuaku
Rahasia Evran


__ADS_3

Selamat membaca!


Setelah menelepon sahabatnya yang bernama Nisa, tibalah hari dimana Irene akan pergi ke Birmingham.


"Apakah keputusanmu sudah bulat?" tanya Evran sambil terus mengendarai mobilnya.


"Iya, lagipula Nisa sudah membelikanku tiket, jadi aku akan tetap pergi ke sana," jawab Irene yang masih menatap kosong ke luar jendela mobil.


Evran tak bisa lagi mencegah kepergian Irene yang sudah yakin dengan keputusannya.


"Ya mungkin ini yang terbaik untukmu, Irene. Seandainya kamu belum menikah, mungkin aku yang akan menikahimu, tapi sayangnya kita baru mengenal dan cinta itu datang terlambat untukku," batin Evran menarik napasnya panjang lalu menghempaskan dengan perlahan.


Kala itu kondisi lalu lintas tampak renggang, hingga membuat perjalanan tidak memakan waktu terlalu lama. Mobil yang dikendarai oleh Evran pun, mulai memasuki pelataran bandara.


"Kita sudah sampai, jadi apa kau tidak berubah pikiran?" tanya Evran kembali untuk yang terakhir kalinya.


"Sudahlah Dokter, berapa kali pun kau bertanya, jawabanku tetaplah sama." Irene keluar dari mobil dengan membawa rasa kesal, karena pertanyaan yang dilontarkan oleh Evran berulang kali.


"Oke, oke, semoga di sana kau bisa memulai hidupmu yang baru. Hubungi aku kapan pun kau butuh aku!" ucap Evran menawarkan dirinya bahwa ia siap sepanjang waktu, bila Irene membutuhkannya.


"Terima kasih, Dokter atas semua kebaikanmu."


"Tidak perlu sungkan Nona Irene, karena kita sebagai manusia harus saling tolong menolong."

__ADS_1


Sebuah senyuman pun mulai mengembang dari kedua sudut bibir Irene, saat mendengar apa yang dikatakan oleh Evran.


"Panggil aku Irene saja, Dok. Tidak perlu Nona segala, oke."


Keduanya kini menyusuri lobi bandara secara beriringan. Situasi inilah yang dilihat oleh Ansel dan Owen saat menyelidiki CCTV di bandara.


๐Ÿ‚๐Ÿ‚๐Ÿ‚


Darren yang sudah mendengar semua cerita Evran, kini langsung menghubungi Ansel. Namun, beberapa kali pun ia mencoba Ansel sama sekali tak menjawab panggilan teleponnya.


"Kenapa Ansel malah memblokir teleponku?" tanya Darren dengan nada yang kesal.


"Pasti saat ini Tuan Ansel sudah berada di Birmingham, Tuan," ucap Evran memberitahu.


"Okelah kalau begitu, nanti saya akan minta bantuan salah satu rekan kerja saya yang kebetulan memang tinggal di Birmingham."


"Semoga saja Ryan, bisa menolongku untuk menemukan Irene," batin Darren penuh harap.


Namun, tiba-tiba terbesit dipikiran Darren tentang ponsel Evran yang diberikan kepada Irene. Ponsel yang mungkin saja bisa menjadi petunjuk dimana keberadaan Irene.


"Evran, bukankah kau memberikan ponselmu pada Irene, apakah GPS ponsel itu aktif, jika benar berarti aku bisa melacaknya."


Evran pun menggelengkan kepalanya. "Maaf Tuan, tapi Irene juga mengembalikan ponsel yang aku berikan."

__ADS_1


"Jadi begitu, okelah sayang sekali ya." Darren mengusap rahangnya dengan sorot mata yang tajam, menilik raut wajah Evran yang seperti menutup-nutupi sesuatu darinya.


"Mungkin Irene tidak mengizinkan Evran untuk memberitahu pada siapapun dimana dia berada, jika bukan lewat Evran, aku akan mencari tahunya sendiri," batin Darren menautkan kedua alisnya.


Setelah beberapa lama kemudian, Evran pun pamit kepada Darren. "Sepertinya sudah saatnya saya pergi, Tuan, karena hari ini ada schedule operasi yang harus saya jalani satu jam ke depan."


Darren pun bangkit dengan menjabat tangan Evran yang mengarah padanya.


"Baik Evran, saya ucapkan terima kasih banyak atas segala ceritamu dan semua kebaikanmu terhadap menantu saya."


"Tidak masalah Tuan Darren, saya itu seorang Dokter, jadi saya sudah terbiasa menolong banyak orang," jawab Evran dengan senyuman di wajahnya.


Evran akhirnya melangkah menuju keluar rumah, ditemani oleh Darren yang melangkah sejajar bersamanya. Setelah tiba di pelataran rumah, Evran langsung masuk ke dalam mobilnya dan tak lama berselang, mobil itu pun mulai melaju pergi dengan kecepatan yang sedang.


"Maafkan aku Tuan Darren, jika aku berbohong tentang ponsel itu. Aku tidak bisa memberitahumu, karena Irene melarangku untuk mengatakan keberadaannya padamu," gumam Evran yang mulai mempercepat laju mobilnya saat sudah berada di jalan utama.


๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ


Bersambungโœ๏ธ


Berikan komentar kalian ya.


Terima kasih banyak.

__ADS_1


Jika kalian ingin tahu tentang Nisa, sahabat Irene, kalian bisa baca novel yang satu ini :



__ADS_2