Suamiku Calon Mertuaku

Suamiku Calon Mertuaku
Birmingham


__ADS_3

Selamat tahun baru 🥳🥳🥳


Selamat membaca!


Setelah tiba di rumah sakit tempat dokter itu bekerja, Ansel dan Owen segera menuju ruangannya yang terletak di lantai 5 dengan menggunakan lift. Setelah lift tiba di lantai 5 dan pintu lift terbuka, dengan cepat Ansel dan Owen keluar dari lift dan segera melangkah menyusuri lorong rumah sakit.


"Semoga Dokter itu mau memberitahu kita, kemana tujuan Irene," ucap Ansel penuh harap.


"Jika dia tidak mau, tenang saja Tuan, aku akan membuat dia untuk mengatakannya."


Ansel menatap Owen dengan sorot mata yang tajam, ia menolak keras apa yang dikatakan Owen padanya.


"Tidak perlu Owen. Kekerasan itu bukan cara yang baik untuk menyelesaikan masalah, apalagi semua ini karena ulahku. Jadi biar aku saja yang masuk ke dalam ruangannya, kau tunggulah di luar!" titah Ansel bersamaan dengan langkah keduanya yang tepat berhenti di depan pintu ruang dokter.


"Tuan Ansel memang sudah sangat berbeda. Aku yakin setelah in dia bisa membuat Nona Irene bahagia dan menjadi Ayah yang baik untuk anaknya. Semoga semua belum terlambat," gumam Owen sambil melihat punggung Ansel yang sudah masuk ke dalam ruangan, setelah suara dokter mempersilahkannya untuk masuk.


Ansel sudah melangkah masuk dan sang dokter yang melihat kedatanganya, seketika langsung menampilkan raut wajah penuh keterkejutan.


"Tuan Ansel, untuk apa dia datang ke sini? Apa jangan-jangan dia sudah tahu, jika aku adalah orang yang menolong istrinya," batin dokter itu yang saat ini penuh pertanyaan dalam pikirannya.


"Dokter, bagaimana kabar Anda?" tanya Ansel dengan sangat ramah.

__ADS_1


"Hai Tuan Ansel, kabar saya sangat baik. Oh ya, silahkan duduk Tuan."


Ansel pun menggeser sebuah kursi lalu duduk di sana, kini keduanya sudah saling berhadapan.


"Ada perlu apa Tuan Ansel, hingga Anda datang ke sini dan ingin bertemu dengan saya?"


"Begini dokter, saya ingin menanyakan tentang istri saya. Kemana tujuannya pergi?"


"Apa maksud Anda, Tuan?" kilah dokter itu masih menutupi, namun saat ini keterkejutannya tampak jelas tersirat di raut wajahnya.


"Aku mengerti bahwa mungkin kau diminta oleh Irene untuk tidak memberitahukan padaku kemana ia pergi, tapi aku sudah tahu dari CCTV bandara dan Anda terlihat bersamanya."


Dokter itu tercekat kaget. Ia sejenak diam untuk berpikir.


"Saya mohon dokter, beritahu kemana Irene pergi? Saat ini saya sangat kehilangannya, saya ingin menemuinya dan membawanya kembali ke rumah. Jika dulu saya tidak pernah menganggap keberadaannya penting untuk hidup saya. Namun, sekarang saya menyadari bawah Irene adalah wanita yang harus saya lindungi dan cintai dengan sepenuh hati."


Perkataan yang terlontar dari mulut Ansel, membuat sang dokter tersentak tak menyangka dengan perubahan yang saat ini Ansel tunjukkan padanya.


"Kalau dilihat dari perkataannya, sepertinya Tuan Ansel sudah benar-benar berubah. Mungkin inilah waktu yang tepat untuk saya mengatakan padanya, karena mau bagaimana pun mereka masih berstatus suami-istri," batin dokter yang berusaha meyakinkan dirinya, bahwa ia harus mempersatukan Irene kembali dengan Ansel.


Dokter berwajah tampan itu mengembangkan sebuah senyuman dari kedua sudut bibirnya. Tatapan matanya memancarkan keyakinan atas keputusan yang akan diambilnya.

__ADS_1


"Anda harus memesan tiket penerbangan dulu Tuan, jika Anda ingin menjemput Nona Irene. Hanya saja, saya tidak tahu pasti alamatnya, tapi satu yang saya tahu, jika dia tinggal dengan sahabat wanitanya di sebuah apartemen."


Raut wajah Ansel seketika bahagia saat mendengar apa yang dokter itu katakan padanya. Harapan dalam dirinya, seketika membuncah hingga membuatnya semakin bersemangat untuk segera menyusul Irene dan membawanya kembali pulang ke rumah.


"Katakan dokter, kemana dia pergi?" tanya


"Birmingham, Inggris, Tuan Ansel."


Ansel langsung terdiam dengan segala pikiran di kepalanya. Namun, saat ini perasaan Ansel sudah lebih lega dari sebelumnya, karena ia sudah mengantongi informasi dimana keberadaan Irene saat ini, walau ia masih harus mencarinya.


"Seberapapun jauh kamu melangkah pergi, aku akan tetap datang untuk menjemputmu pulang, Irene," batin Ansel penuh tekad yang kuat.


🌸🌸🌸


Bersambung ✍️


Berikan komentar kalian ya.


Terima kasih.


Jika kalian ingin tahu kelanjutan Partner Ranjang, kalian bisa mulai ikuti di YouTube, caranya tinggal search saja "Partner Ranjang". Oh ya di sana, saya akan update setiap hari, jadi jangan lupa like, komen dan subscribe ya!

__ADS_1



__ADS_2