Suamiku Calon Mertuaku

Suamiku Calon Mertuaku
S2 : Awal Kebahagiaan


__ADS_3

Selamat membaca!


Malam dengan cahaya bintang yang berpijar, tampak begitu cerah menyinari semesta. Tak ada warna hitam yang pekat, walau kelam masih tampak terlihat. Kini bulan dan bintang benar-benar memainkan peran indahnya untuk menghiasi langit malam, yang membuat kedua mata Irene terasa tenang saat memandanginya dari atas balkon kamar tempatnya berada.


"Suga, sekarang sudah tidak ada lagi yang perlu kamu cemaskan karena aku sudah bahagia bersama Ansel dan Joo Won pun sudah mengakui segala perbuatannya." Irene terus menatap langit dengan seksama, hingga sebuah bintang jatuh di sisi kiri langit dan kedua mata Irene pun langsung terpejam untuk meminta sebuah permintaan.


Irene masih mengingat dengan jelas perkataan Suga, saat malam itu ketika dirinya pertama kali bertemu dengan Irene di sebuah festival yang sedang berlangsung di kota Seoul, saat itu Suga melihat sebuah bintang yang jatuh dan waktu itu Suga langsung mengucapkan sebuah permohonan agar dirinya bisa dekat dengan Irene, wanita yang saat itu baru pertama kali ditemuinya. Bahkan saat pertemuan itu Suga sama sekali tidak menemui Irene, pria itu hanya melihat dari kejauhan dan sama sekali tidak meminta nomor ponsel Irene. Namun, dirinya percaya jika Tuhan mengukir takdir untuk mereka bertemu kembali, pertemuan itu pasti akan terjadi.


"Aku masih percaya akan hal itu, Suga. Hingga detik ini, sama seperti waktu itu, saat Ansel mengusirku dan aku berjalan menapaki malam sendirian sambil membawa koperku. Waktu itu aku juga melihat bintang jatuh dari sisi yang sama dengan saat ini dan waktu itu aku meminta sebuah permintaan--" Perkataan Irene terjeda karena sepasang tangan melingkar pada tubuhnya dan membuatnya terhenyak kaget.


"Memang apa yang saat itu kamu minta sayang?" tanya Ansel yang langsung meletakkan kepalanya di atas pundak istrinya dan mendekap Irene dengan erat dan meletakkan kedua tangannya di atas perut Irene yang kini sudah terasa membuncit.


"Ansel, sejak kapan kamu di sini?" tanya Irene yang tak menyadari bahwa suaminya ternyata sudah berada didekatnya entah sejak kapan.

__ADS_1


"Baru kok sayang, tidak terlalu lama, tapi cukup untuk mendengar saat kamu berbicara dengan Suga."


"Kamu enggak cemburu 'kan sayang?" tanya Irene dengan wajah polosnya.


"Pertanyaan macam apa itu sayang? Tentu tidak dong, lagipula untuk apa aku cemburu dengan Suga. Dia itu pria yang sudah menyelamatkan hidupku karena berkatnya aku dapat kembali melihat wajah cantik istriku ini." Ansel mencium sebelah pipi Irene yang seketika membuat raut wajah wanita itu bersemu merah.


"Kamu ini selalu saja gombal, Ansel."


"Jadi aku dan Amma Dyra cantikkan mana?" tanya Irene sambil melepas tangan suaminya dan memutar tubuhnya untuk melihat ekspresi wajah suaminya yang saat ini masih terdiam.


"Kamu kok diam sayang? Jadi kamu masih memiliki perasaan sama Amma Dyra ya?" tanya Irene dengan raut wajahnya masam.


"Maafkan aku, sayang ...."

__ADS_1


"Sudah aku enggak mau dengar lagi apapun ucapan kamu!" protes Irene yang saat ini tengah kecewa terhadap suaminya.


Irene pun berlalu pergi begitu saja meninggalkan Ansel sendirian di balkon kamarnya.


"Sayang, sayang, kamu saja sampai lupa jika besok itu adalah hari ulang tahun kamu karena terlalu memikirkan Suga. Harusnya aku yang marah dong sayang, dasar kamu ini! Aku minta maaf ya karena aku sengaja melakukan semua ini untuk memberikan kamu sebuah kejutan," batin Ansel yang masih menatap istrinya yang saat ini sudah terlihat berada di atas ranjang tidurnya.


...🌺🌺🌺...


Bersambung✍️


Baca juga, Aku Bukan Istri Mandul


__ADS_1


__ADS_2