
Baca sampai tuntas sampai akhir, karena ada usia Darren, Ansel dan Dyra tercantum lengkap dengan visualnya. Oh ya Author hanya menyesuaikan dengan latar yang ada di novel ini yaitu Korea jadi visualnya menyesuaikan dengan latarnya ya.
Selamat membaca!
Ansel masih terus menyesali segala perbuatan yang telah dilakukannya. Air mata yang begitu perih keluar dari kedua sudut matanya. Seketika ia teringat akan janji yang diucapkannya saat Ansel memberanikan diri untuk melamar Dyra yang usianya lebih tua darinya 7 tahun, Dyra adalah seorang Dosen di Seoul National University. Universitas yang terletak di ibukota Korea ini menduduki peringkat ke-36 dunia, menurut QS World University Rangkings 2015/2016. Mewah dan Elegan dua kata yang tepat untuk menggambarkan universitas ini, dimana berisikan anak-anak para pengusaha sukses yang menjadikan universitas ini sebagai tempat mereka menuntut ilmu. Kampus ini juga menjadi favorit mahasiswa internasional dari berbagai negara seperti Eropa, Amerika, hingga Afrika.
Sore itu saat jam kuliah usai. Dyra terlihat sedang melangkah menuju tempatnya memarkirkan mobil. Namun saat langkahnya hendak keluar dari lobi kampus, seorang pria menghadang lajunya, hingga membuatnya bersedekap dengan kedua alis yang saling bertaut.
"Kenapa Ansel? Aku ingin pulang cepat, tolong jangan halangi aku!" ucap Dyra memberi perintah.
Ansel menyodorkan setangkai bunga yang telah digenggamnya ke hadapan Dyra, yang seketika tersenyum manis menatapnya. Dyra dan Ansel memang sejauh ini memiliki kedekatan yang lebih dari sekedar mahasiswa dan seorang dosennya. Keduanya sering menghabiskan waktu bersama di luar jam kuliah, bahkan terkadang Ansel sering menjemput Dosennya itu di rumahnya.
Dyra sendiri tak melarang bila Ansel terus mendekatinya, karena ia menganggap kedekatannya dengan Ansel adalah hal yang wajar, karena memang selain menjadi Dosen, Dyra juga mendapat pekerjaan dari Darren untuk menjadi Dosen Privat bagi Ansel. Itulah yang membuat mereka menjadi sangat dekat.
Dyra mengambil bunga itu dari tangan Ansel, bunga mawar merah yang benar-benar indah bagi Dyra, yang memang sangat menyukai bunga.
"Bunga ini sepertinya sebuah sogokan ya? Ayo katakan padaku, apa yang ingin kamu minta?"
Ansel terlihat mulai canggung, karena Dyra mampu membaca niat terselubungnya dari bunga yang ia berikan. Ansel tetap memberanikan diri untuk mengutarakan isi hatinya kepada Dyra, sesuatu yang memang sudah sejak lama ia rasakan.
"Kak Dyra, apa kamu mau menjadi kekasihku? Dan menjadi ibu dari anak-anakku, kelak?"
__ADS_1
Dyra mengernyitkan dahinya, sambil mengembalikan bunga yang digenggamnya ke tangan Ansel.
"Kamu itu bicara apa sih, jangan ngawur deh!" Dyra melangkahkan kakinya, pergi begitu saja dari Ansel.
"Aku serius! Kali ini aku tidak sedang bercanda, karena aku sungguh-sungguh jatuh cinta padamu."
Mendengar ucapan Ansel, membuat Dyra seketika menghentikan langkahnya. Kini keduanya saling memunggungi, terdiam sejenak, tanpa sepatah kata pun.
Beberapa detik kemudian Dyra membalikkan tubuhnya dengan wajah yang menampilkan raut tidak percaya, atas apa yang telah didengarnya.
"Bercandamu kali ini tidaklah lucu!" protes Dyra yang sudah menatap punggung Ansel.
Ansel mulai membalikkan tubuhnya, kali ini wajahnya begitu serius, bahkan sampai membuat Dyra tampak gugup, karena sorot mata Ansel begitu dalam menatapnya.
"Kenapa wajah Ansel terlihat lebih dewasa ya? Dia tidak terlihat seperti biasa. Apa benar yang dikatakannya kali ini?" batin Dyra yang entah mengapa, degup jantungnya mulai tak beraturan.
"Tapi usia kita.."
"Aku tidak peduli dengan semua itu, yang aku tahu, cinta itu tidak memandang usia. Lagipula kita berdua kan sudah lama dekat dan sering bertukar pikiran, kita juga sudah saling kenal dan tidak ada salahnya, jika kita memiliki ikatan sebagai sepasang kekasih, agar kamu tidak lagi diganggu oleh mahasiswa di kampus. Sebenarnya aku selalu cemburu, jika kamu selalu digoda oleh para mahasiswa di kampus ini. Itu sangat membuat darahku bergejolak dan aku sudah bosan terus menahannya."
Dyra terhenyak dengan semua perkataan yang terlontar dari mulut Ansel yang terdengar tegas. Namun ia masih ragu dengan kesungguhan Ansel terlebih saat ini usia mereka terpaut 7 tahun dan itu sungguh membuat Dyra takut, jika suatu saat nanti Ansel melupakan segala ucapannya, karena di usia Ansel yang masih 21 tahun tidak menutup kemungkinan, dia bisa tergoda dengan wanita lainnya.
"Kamu serius bicara seperti ini?" tanya Dyra masih penuh keraguan.
__ADS_1
"Aku serius, jika tentang perasaan aku tidak berani main-main." Ansel meraih tangan Dyra dan menggenggamnya dengan erat.
"Jika memang begitu, aku tidak mungkin menolaknya." Dyra menjawabnya dengan mengulas senyum di wajahnya.
Jawaban yang terlontar dari mulut Dyra, membuat Ansel begitu bahagia, ia bahkan langsung melepas genggaman tangan Dyra dan melompat setinggi-tingginya, untuk meluapkan rasa bahagia yang kini membuncah di hatinya.
🌸🌸🌸
Bersambung✍️
Berikan komentar kalian ya?
Jangan lupa vote, like biar karyaku ini bisa masuk jajaran ranking atas.
Author mau ngasih visualnya nih buat kalian semua tapi kalian bebas ya dalam memilih ini hanya dari pandangan Author saja :
Darren Ethan Lee (43 tahun)
Ansel Lee
__ADS_1
Dyra Anastasya