
Episode ini khusus 21+, sesuai request kalian ya, efek setelah membaca, resiko ditanggung pembaca!
Selamat membaca!
Darren mengurai rambut Dyra dengan lembut, sambil menatap dalam wajah Dyra yang saat itu sudah memerah, karena menahan segala hasrat di dalam pikirannya, yang berhasil dibangkitkan oleh Darren. Saat itu malam semakin panjang untuk mereka lalui. Suasana yang romantis tanpa ada gangguan dari orang lain. Kini mereka hanya diterangi oleh cahaya temaram yang terpancar dari lampu tidurnya.
Suasana semakin intim, ketika suara desahan Dyra mulai terdengar menggelitik masuk ke telinga Darren, yang masih sibuk bermain di area bukit kembar Dyra yang terlihat sintal.
"Oh begini rasa nikmatnya. Aku hanya bisa menikmati tanpa bisa menolak semua permainan, Hubby," batin Dyra terlihat menggeliat ketika rasa geli semakin menguasai dirinya, hingga membuat birahinya, seakan mendesak Darren untuk secepatnya menuntaskan apa yang menjadi tujuan akhirnya.
Darren terus mencecapi satu persatu, sambil sekali-sekali mengulum dan bahkan menggeseknya dengan gigi, hingga membuat Dyra merintih dan inilah kali pertamanya mengejang seolah ada sesuatu yang keluar dari bibir bawahnya.
Dyra sudah mencapai klimaks pertamanya. Namun semua ini baru awal dari permainan Darren, yang secara usia lebih berpengalaman dari Dyra yang baru pertama kali merasakan hal seperti ini. Namun Darren sangat bahagia, karena itu tandanya dialah satu-satunya lelaki yang akan menikmati seluruh tubuh Dyra.
Darren yang sudah puas bermain pada bagian dada dan perut Dyra, kini mulai menggiring adik kecilnya untuk menuju bagian yang memang akan terasa sulit untuk ditembusnya. Maklum saja Dyra telah menjaga kehormatannya selama 30 tahun ini, tanpa tergoda oleh pria manapun yang pernah dekat dengannya, bahkan Ansel yang merupakan calon suaminya, tak pernah sekalipun memiliki kesempatan untuk menjamah tubuhnya.
Darren yang berada di atas tubuh Dyra, mulai mengayunkan pinggangnya, untuk memasukkan adik kecilnya, ke bibir bawah milik Dyra.
Dyra hanya terpejam, menunggu apa yang akan dirasakannya berikutnya, rasa yang seperti nano-nano dipikirannya. Awalnya memang ia takut untuk melakukan semua ini, namun ini adalah kewajibannya sebagai seorang istri, untuk menyerahkan mahkota yang telah dijaganya selama 30 tahun, kepada suaminya. Pria yang akan menjadi cinta terakhir di dalam hidupnya.
__ADS_1
Adik kecil milik Darren mulai menerobos selaput-selaput bibir bawah Dyra, yang membuat Dyra mengernyitkan dahinya, wajahnya sangat tegang merasakan sakit yang dihasilkannya. Ia mulai mengerang hebat, ketika dorongan pertama seakan merobek lapisan yang menjadi pertahanan di dalam bibir bawahnya.
Darren sejenak berhenti. Ia menarik kembali adik kecilnya karena tak mau Dyra merasakan sakit. "Kamu tidak apa-apa, kalau kamu kesakitan kita lakukan ini besok lagi, aku nggak mau kamu sampai kesakitan seperti ini."
Dyra melingkarkan tangannya ke belakang tubuh Darren, ia lalu mendorong tubuh suaminya itu, sebagai tanda bahwa ia siap untuk melanjutkan apa yang ingin Darren lakukan.
"Lakukan saja, Hubby. Lagipula sakitnya hanya saat ini. Ayo lakukan, aku siap." Dyra terlihat menarik napasnya dengan dalam, ia benar-benar yakin dengan segala ucapannya.
Darren pun mulai mendorong adik kecilnya untuk kembali masuk. Dorongan pertama saat ini sudah sampai dititik awal, ketika tadi Darren menarik kembali adik kecilnya. Ia melanjutkan usahanya dengan mendorong lebih perlahan, agar Dyra tak merasakan sakit. Namun sayangnya, hal yang ia lakukan ini menjadi percuma karena ternyata Dyra tetap saja merasakan sakit yang luar biasa, hingga menimbulkan suara erangan yang sontak keluar dari mulutnya.
"Hubby, lakukan saja dengan cepat, agar rasa sakitnya sekaligus aku rasakan!" pinta Dyra yang wajahnya saat ini sudah mengeras, dengan kening yang telah basah oleh cucuran peluh.
"Aku mencintaimu, sangat mencintaimu Dyraku."
Darren mengayunkan adik kecilnya, hingga menembus pertahanan terakhir yang seketika langsung membuat Dyra mengerang hebat. Darren melanjutkan dengan gerakan mengayun dari ritme perlahan menjadi semakin cepat, hingga suara erangan berubah menjadi desahan nikmat, yang saat ini mulai menguasai dirinya.
Dorongan Darren yang cepat, membuat keduanya sedang menuju puncak kenikmatannya. Tubuh mereka yang basah benar-benar membuat permukaan kulit keduanya saling bersentuhan begitu licin. Hingga suara desahan Dyra memenuhi seisi ruang kamar dan berbarengan dengan Darren yang saat ini telah melemparkan tubuhnya ke samping Dyra.
Mereka saling memandang dengan napas yang terengah-engah. Pandangan keduanya saling bertaut dalam, dengan peluh yang benar-benar membasahi wajah dan tubuh mereka.
__ADS_1
"Aku mencintaimu, Hubby," lirih Dyra sembari mengusap rahang Darren dengan lembut.
Darren langsung merengkuh tubuh Dyra, dan mendekapnya. Kini Dyra menyandarkan kepalanya di atas dada Darren.
"Aku juga mencintaimu, Dyraku," ucapnya sambil memberi kecupan pada pucuk rambut Dyra.
🌸🌸🌸
Bersambung ✍️
Berikan komentar kalian ya?
Terima kasih banyak.
Vote yang banyak ya, jangan tanggung-tanggung, agar novel kesayangan kalian ini bisa bertengger, bahkan juara di ranking vote.
Ayo kita bersatu, membawa karya ini menjadi maju dan berprestasi.
Baca juga karyaku yang ini :
__ADS_1