Suamiku Calon Mertuaku

Suamiku Calon Mertuaku
Jauh Di Mata, Dekat Dalam Doa


__ADS_3

Tebarkan kebaikan kalian dengan biasakan untuk like di setiap episodenya juga tunjukkan apresiasi kalian dengan vote karya ini, bila kalian menyukainya.


Selamat membaca!


1 Minggu setelah operasi kornea mata berhasil. Kini Ansel sudah dapat kembali melihat. Namun, tetap saja rasa kehilangan akan sosok Irene masih tersemat di dalam hatinya. Ansel lebih sering mengurung diri di dalam kamar tanpa beranjak kemanapun. Jangan katakan dia tak berupaya mencari keberadaan Irene, karena itu sudah ia lakukan selama 6 hari belakangan ini dan hasilnya hanya berujung kegagalan. Irene tetap tak ditemuinya.


"Kamu dimana, Irene? Aku selalu menunggu kepulanganmu," lirih Ansel menahan rasa rindunya, hingga membuat air mata Ansel menetes deras, membasahi kedua pipinya.


Ansel masih termangu menatap ke arah gerbang rumah dari tempatnya duduk, di sebuah kursi yang sengaja ia letakkan di balkon kamarnya. Balkon yang menghadap ke arah pintu gerbang, berharap dari gerbang itu sosok wanita yang sangat ia rindukan kembali pulang.


"Sampai berapa lama pun aku akan tetap menantimu, Irene, tanpa batas waktu, tanpa pernah menyerah untuk terus berharap, suatu hari nanti kita akan kembali bersama. Walau saat ini kamu jauh di mataku, tapi kamu selalu dekat di dalam doaku."

__ADS_1


Kesedihan Ansel terus membuncah di dalam hatinya. Ia begitu hancur dalam kesendirian yang tak ia ceritakan kepada siapapun, termasuk Darren dan Dyra yang sampai saat ini tak mengetahui kepergian Irene.


Owen dengan susah payah berhasil membuat Darren percaya, bahwa Irene sedang berada di rumah orangtuanya, dengan alasan menjenguk mereka yang sedang sakit.


๐Ÿ‚๐Ÿ‚๐Ÿ‚


Di rumah kediaman Darren, Dyra sedang menyiapkan makanan hasil masakannya di atas meja makan, bersama Erin yang setia membantunya. Raut wajah penuh bahagia tersirat jelas di kedua manik matanya yang berbinar.


"Aku akan rahasiakan pada Hubby, dia pasti bahagia, jika mengetahui semua ini," batin Dyra memutuskan dengan senyum di wajahnya.


"Sayang, kenapa hari ini kamu terlihat sangat bahagia?" tanya Darren sembari meletakkan kepalanya pada pundak Dyra.

__ADS_1


"Hubby, itu ada Erin malu tahu." Dyra terlihat risih karena Darren seperti tak melihat tempat ketika akan bermanja-manja dengannya.


Erin sendiri hanya menahan rapat senyum yang hampir mengembang di wajahnya. Ia memang sudah terbiasa dengan pemandangan romantis yang acap kali dilihatnya, apalagi semenjak Tuannya menikah dengan Dyra. Wanita yang telah berhasil merubah keseharian Darren, hingga membuat hidupnya lebih bermakna saat ini.


"Romantisnya Tuan Darren, andai Owen bisa seperti itu," batin Erin melirik sesekali ke arah Darren yang masih erat memeluk Dyra. Walau raganya berada di sini, namun pikiran Erin terus memikirkan Owen yang saat ini sedang izin untuk cuti bekerja.


Pasca operasi Ansel selesai, memang Owen sengaja memakai jatah cutinya yang memang dalam satu tahun ini belum pernah sekalipun ia gunakan. Ada beberapa alasan mengapa Owen menggunakannya, selain karena ia menghindar dari pertanyaan majikannya tentang Irene, saat ini Owen memang sedang fokus menemani Ansel untuk mencari keberadaan Irene. Owen tidak tega melihat Ansel hancur lebih lama, karena penyesalan yang mendalam di hatinya.


๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ


Bersambungโœ๏ธ

__ADS_1


Berikan like, komentar dan vote kalian ya.


Terima kasih.


__ADS_2