
Selamat membaca!
Dyra terbangun saat tubuhnya terasa kaku dan sulit untuk bergerak, seperti ada sesuatu yang berat menghimpitnya, kedua netranya mengedarkan pandangan ke arah sekeliling dan ia mendapati Darren yang tengah tertidur pulas dengan duduk di sebuah kursi dan kepalanya bersandar di tepian ranjang, lalu tangannya melingkar di atas perut Dyra sejak semalaman.
Kedua sudut bibir Dyra menyunggingkan sebuah senyuman. Ia begitu kagum pada Darren yang ternyata dengan setia menemaninya semalaman tanpa beranjak pergi.
"Ternyata dia tidak meninggalkanku walau semalam aku sudah tertidur pulas, dia memang laki-laki yang sangat baik dan rasa perhatiannya begitu besar untukku. Kalau dia saja bisa menjadi sosok suami yang baik, kenapa aku tidak mencoba sedikit saja untuk membalas kebaikannya. Mau bagaimanapun aku ini masih istrinya, jadi sudah sepatutnya aku untuk menjalankan tugasku sebagai seorang istri."
Tanpa terasa, ada suatu getaran dalam hatinya yang membuat Dyra mulai terharu dengan kebaikan hati Darren. Dyra berangsur turun dari ranjang dengan perlahan, agar tidak membangunkan Darren yang masih tertidur pulas. Ia lalu menuju bathroom untuk membasuh wajahnya dan menggosok gigi sebelum keluar dari dalam kamar.
Setelah selesai dengan aktivitas singkatnya di dalam bathroom. Ia mulai membuka pintu dengan perlahan dan keluar dari kamar. Matanya meneliti keadaan sekitar, berharap dirinya tidak bertemu dengan Ansel demi menjaga keadaan hatinya, agar tetap baik-baik saja.
Wanita itu menuruni anak tangga satu demi satu, di lantai bawah terlihat kesibukan para pelayan yang tengah mengerjakan tugasnya masing-masing. Kehadiran Dyra yang tiba di lantai bawah mendapat sambutan hangat dari para pelayan, mereka menyapa majikannya dengan baik dan ramah. Dyra pun membalas sapaan mereka sembari menampilkan senyuman manisnya, lalu berlalu menuju dapur.
Di ruang dapur terlihat dua orang chef tengah berkutat dengan pekerjaannya di sana, melihat kehadiran Dyra membuat kedua chef itu menghentikan pekerjaannya dan memberikan salam hormat untuk Nyonya mereka.
"Selamat pagi, Nyonya Dyra," sapa keduanya secara serentak.
"Selamat pagi chef," balas Dyra dan tak lupa mengulas senyuman pada mereka.
__ADS_1
"Ada yang bisa kami bantu, Nyonya?" tanya salah satu chef itu dengan ramah.
"Saya ingin memasak untuk Ayah, biasanya menu sarapan pagi Ayah apa ya?" tanya Dyra penuh antusias.
Kedua chef itu saling melempar pandangan, mereka sedikit bingung dengan ucapan Dyra. "Maksud Nyonya, ayah siapa?"
Dyra menepuk keras dahinya dengan telapak tangan, ia baru sadar bahwa dirinya adalah istri dari Darren, pantas saja mereka tidak mengerti dengan pertanyaannya tadi.
"Maksud saya, menu sarapan pagi yang paling disukai oleh suami saya, apa ya?" Akhirnya Dyra mengakui Darren sebagai suaminya depan kedua chef itu.
Chef itu pun tersenyum, "Biasanya Tuan Darren paling suka menu sarapan tradisional."
Dyra pun kini mulai mencari bahan-bahan masakan yang tersimpan di lemari pendingin.
Senyum sumringah terpancar jelas di wajah cantik Dyra, wanita itu senang saat melihat semua bahan masakan yang ia butuhkan tersedia lengkap di lemari pendingin. Dyra segera mengambil keperluannya untuk memasak dan mulai memakai celemek, agar bajunya tidak terkena noda apapun ketika memasak.
Dengan kedua tangannya yang sangat cekatan, Dyra mengiris bahan-bahan masakan begitu cepat, karena ia memang terbiasa memasak sejak masih sekolah dulu, tak lupa Dyra juga mencuci kembali semua bahan-bahan yang telah diolahnya, sebelum dimasak. Setelah menghabiskan waktu selama satu jam di dapur, akhirnya masakan Dyra sudah matang dan sudah tersaji di atas piring juga mangkuk. Dyra mulai menyusun rapi hasil masakannya yang ia hidangkan di atas meja makan.
__ADS_1
Satu set menu lengkap ini terdiri dari galbi, kongnamul bab, spicy seafood salad, oi naengguk, moo saengchae, seolleotang dan sup tulang sapi yang kental.
Walaupun jenisnya banyak, namun makanan yang Dyra masak cukup rendah lemak dan cukup mengenyangkan. Orang Korea lebih suka mengkonsumsi protein dari daging atau ikan yang tinggi vitamin B dan mineralnya.
Darren memang dikenal terbiasa dengan menu sarapan sehat yang komplit, karena kebanyakan orang di negara ini sangat mementingkan sarapan sebagai bekal penambah tenaga hingga siang harinya. Terlebih di luar rumah Darren memiliki banyak kesibukan dengan berbagai macam pekerjaan dan pertemuan meetingnya.
Dyra tersenyum puas saat menatap masakannya sudah tersusun rapi di atas meja makan, tanpa ia sadari ada sepasang mata yang memperhatikannya dari lantai atas.
Seorang pria tampan tengah tersenyum tipis melihat gerak-gerik tubuh Dyra yang lincah, ia menyandarkan siku tangannya pada dinding pembatas dan dagunya ia letakkan di atas telapak tangan, posisi nyaman untuk memperhatikan Dyra yang semakin terlihat cantik.
"Aku sangat merindukanmu Dyra, tapi melihatmu seperti ini, sudah membuatku ikut merasa bahagia," batin Ansel menatap dengan seksama ke arah Dyra yang terlihat begitu bahagia, namun tak lama kemudian Ansel berlalu untuk kembali ke kamarnya, ia tak ingin mengganggu momen kebersamaan antara Darren dan Dyra.
🌸🌸🌸
Bersambung✍️
Berikan komentar kalian.
Terima kasih banyak atas dukungannya.
__ADS_1
Jangan lupa berikan like di setiap episodenya dan jika berkenan vote ya.