Suamiku Calon Mertuaku

Suamiku Calon Mertuaku
Kesetiaan Darren


__ADS_3

Selamat membaca!


Tendangan yang diberikan oleh pria itu mendarat sempurna di tubuh Darren, hingga membuatnya terjatuh ke dasar lantai dalam kondisi telungkup.


Dyra dengan cepat berlari menghampiri Darren, membawa rasa cemas yang saat ini sudah tampak jelas di raut wajahnya.


"Hubby, kamu tidak apa-apa?" tanya Dyra melupakan amarah dalam dirinya.


"Iya sayang aku tidak apa-apa, yang penting kamu jangan marah lagi ya. Aku bisa jelaskan semuanya."


Dyra kembali melepas kedua tangannya, yang saat ini sedang menyentuh tubuh Darren.


"Apa kau baik-baik saja?" tanya Dyra dengan dingin, karena ucapan Darren membuatnya teringat akan rasa cemburu yang saat ini kembali menaunginya


Pria berwajah tampan dengan manik mata yang berwarna biru itu, kini merasa bersalah karena telah melukai Darren. Tak seharusnya ia berada di tengah permasalahan antara suami dan istri.


Pria itu berdeham keras, membuat suasana canggung yang ada seketika menjadi cair. Darren dan Dyra pun menoleh ke arah pria itu yang mulai mendekat ke arahnya.


"Maafkan saya Tuan, saya pikir Anda orang yang ingin berniat jahat terhadap wanita ini, jika saya tahu dia adalah istrimu, mungkin kejadian ini tidak akan terjadi," ucap pria itu sambil menyodorkan sebelah tangannya di hadapan Darren.


Darren pun menggapainya lalu menjadikan genggaman tangan itu untuk bangkit dari posisi duduknya. "Tidak masalah Tuan...?" Darren menjeda kalimatnya karena memang ia tak mengetahui nama pria yang saat ini ada di hadapannya.


"Saya Isco, salam kenal. Anda sendiri?" tanya Isco dengan kedua alisnya yang terangkat.

__ADS_1


"Saya Darren dan ini istri saya Dyra," jawab Darren sambil membagi pandangannya ke arah Isco dan Dyra.


Setelah perkenalan itu, Isco terhenyak kaget karena baginya nama Darren tidaklah asing di telinganya. Bahkan sepanjang hari nama itu bisa terus terucap dari mulut istrinya.


"Jadi pria ini adalah mantan suami Bella, tapi kenapa dia berada di sini, apa jangan-jangan dia juga tahu bahwa Bella sedang dirawat di rumah sakit ini juga," batin Isco menerka-nerka.


"Oke kalau begitu, sekali lagi saya minta maaf karena telah mencampuri masalah kalian. Selesaikan masalah kalian dengan kepala dingin. Namun, bila tetap tak terselesaikan juga, lebih baik selesaikan di atas ranjang saja."


Darren terkekeh dengan candaan yang terlontar dari mulut Isco. "Kau ini bisa saja Tuan Isco, leluconmu sangat menghiburku."


Isco pun tersenyum menanggapi apa yang Darren katakan padanya. "Aku memang seperti ini Tuan Darren. Oh ya, silahkan lanjutkan dan untukmu Nona, saya rasa suamimu ini sangat mencintaimu jadi berhentilah marah padanya."


Dyra masih merasa tak enak hati, karena kesalahpahaman ini berawal dari rasa cemburunya. "Maafkan saya Tuan, karena telah membuat Anda jadi salah paham seperti ini."


"Tidak masalah Nona, kalau begitu saya pergi dulu." Isco pun menjauhi keduanya menyusuri lorong rumah sakit ke arah ruangan Bella.


"Apa kau bisa melangkah?" tanya Dyra yang cemas melihat suaminya masih memegangi bagian pinggangnya yang sebelah kiri.


"Tenang sayang, kamu tidak perlu cemas," jawab Darren yang melangkah dengan tertatih ke arah sebuah kursi panjang untuknya duduk.


Dyra masih menahan dirinya untuk memapah tubuh Darren, walau sebenarnya itu sangat ingin dilakukannya, karena apa yang tadi dilihatnya sangat mengusik pikiran dan juga batinnya. Jika menilik dari perjalanan hidupnya, memang sangat wajar bila Dyra menjadi seperti ini, karena trauma di masa lalunya masih membekas luka yang mendalam di hatinya. Trauma yang tercipta karena sebuah pengkhianatan dari laki-laki yang pernah dicintainya. Bahkan bukan hanya satu kali, melainkan dua kali di dalam hidupnya, pertama oleh Bian dan kedua yang lebih menyakitkan lagi adalah di saat hari pernikahannya, Ansel justru pergi tanpa kabar berita.


Darren saat ini sudah duduk di kursi panjang berwarna putih. Tak berapa lama kemudian, Dyra pun menyusul dengan duduk di sebelahnya.

__ADS_1


Selama beberapa detik, baik Dyra maupun Darren masih terdiam tanpa sepatah kata pun. Hingga akhirnya, Darren mengambil inisiatif untuk menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi di dalam ruangan, saat Dyra masuk dan melihat Bella menggenggam tangannya.


"Aku hanya mencintaimu sayang, tidak ada yang lain saat ini, bahkan sampai akhir hayatku nanti. Apa yang kamu lihat tadi bukan berarti apa-apa? Bella memang menggenggam tanganku, tapi bukan berarti dia telah merebut hatiku darimu, karena semua itu tidak akan pernah terjadi." Darren tak menatap wajah Dyra saat mengatakan semua itu. Pandangan matanya, hanya menatap lurus ke arah depan.


Dyra masih mencerna setiap kata demi kata yang terucap dari mulut suaminya itu. Ia pun merasa sangat bersalah, karena kecemburuannya telah membuat Darren menjadi terluka.


"Maafkan aku Hubby, bila kecemburuanku ini sampai membutakan mata hatiku, bahkan ingatan kelam masa laluku terus berputar-putar di dalam pikiranku." Kedua mata Dyra mulai berkabut, karena rasa bersalah yang begitu menyakitkannya.


Namun, sebelum air mata itu membasahi kedua pipinya. Darren seketika mengubah posisi duduknya dengan menghadap istrinya itu, lalu ia menarik tubuh Dyra, hingga berada dalam dekapannya.


"Jangan menangis sayang! Ingat apa yang dulu pernah aku ucapkan, menangislah hanya karena dua hal, pertama di saat kamu sedang menonton sebuah film atau ketika aku tiada suatu hari nanti, tapi selama aku masih hidup di dunia ini, aku tidak akan membiarkan wajah cantikmu ini basah oleh air mata."


Darren melepas pelukannya dan menangkup kedua sisi wajah istrinya. "Aku mencintaimu sayang dan tidak akan ada satu pun wanita yang dapat menggoyahkan kesetiaanku ini, termasuk Bella sekalipun!"


Dyra mulai tenang mendengar semua perkataan Darren, terlebih saat sebuah kecupan berlabuh di keningnya. Kecupan penuh cinta dari seorang pria yang begitu tulus mencintainya.


"Terima kasih Hubby. Aku janji tidak akan pernah meragukan lagi kesetiaanmu." Dyra menatap dalam wajah Darren yang masih menatapnya.


🌸🌸🌸


Bersambung ✍️


Berikan komentar kalian ya.

__ADS_1


Terima kasih banyak semua.


Author boleh minta tolong ya, subscribe channel YouTube saya dengan ketik Baca Novel Partner Ranjang ya. Di sana sudah ada 3 judul yang publish, selain Partner Ranjang, Oh My Jasmine dan Perfect Honeymoon juga update di YouTube ya.


__ADS_2